Bidadari Subuh

Bidadari Subuh
Ups Keceplosan


__ADS_3

Sekian detik Akmal menatap lekat Azizah seakan waktu berhenti berputar sesaat, titik fokus ia saat ini berada dihadapannya yaitu seorang muslimah anggun dan ramah yang telah mengusik pikiran serta hati nya sejak ia tidak sengaja melihat hanya bayangan sampai bertemu secara langsung


Tanpa sengaja ia telah membuat senewen Bashir yang duduk disebelahnya karena merasa diacuhkan oleh Akmal, dengan sedikit jengkel Bashir menepuk bahu Akmal agak keras dengan tujuan ia akan sadar dari dunia khayalan.


“ Astagfirullah sakit tau shir “ Akmal sedikit memekik karena terkejut disertai merasakan sedikit perih di bahu karena tepukan Bashir yang agak keras


“ Maap loe sih dari tadi gue ajak ngomong malah diem aja malah senyum-senyum sendiri “ Bashir ungkap kekesalan


“ Oh iya kah perasaan gue ndak ngelamun kok “ ucap Akmal pura-pura bodo


“ Tuh loe kalau ndak percaya tanya aja sama Azizah “ ujar Bashir masih kesal disertai menunjuk kearah Azizah untuk meminta pembelaan


“ Udah ya bang ini mau dilanjut atau kita akhiri pertemuan sesi konsultasi perdana kita disini ? “ tanya Azizah sambil menggelengkan kepala karena baru kali ini ia mendapati Bashir & Akmal bertingkah lucu karena biasanya mereka pada cool sedikit jaim


“ Kita akhiri saja mbak sesi konsultasi kali ini soalnya orang disebelah ku udah ndak fokus “ jawab Bashir disertai menghela napas Panjang


“ Maaf deh kalau tadi gue ndak fokus dengan apa yang kita bahas barusan “ ucap Akmal dengan menunjukkan puppy eyes


“ Iya gpp bang next time kita lanjut lagi konsultasi kita, untuk hari ini saya cukupkan sampai disini “ jawab Azizah dengan ramah


“ Kalau pekan depan sudah bisa ndak mbak kita jadwalkan untuk sesi konsultasi selanjutnya ? “ tanya Bashir


“ Insyaallah ya bang saya usahakan soalnya pekan depan saya ada sudah ada agenda “ jawab Azizah


“ Atau kalau ndak kita kolsultasi di rumah mbak aja gimana ? “ usul Bashir


“ Gimana ya bang coba deh nanti saya lihat jadwal agendasaya dulu dan saya harus minta izin sama ayah terlebih dahulu ndak enak kalau bahas masalah kerjaan di rumah bang “ jawab Azizah bingung


“ Oke gpp zah nanti kita kabar-kabar aja “ ujar Akmal santai


“ Baik insyallah nanti saya info kalau sudah saya analisa lanjutan bang “ jawab Azizah

__ADS_1


“ Siap mbak kalau gitu kita mau pamit ya zah soalnya ada kerjaan yang lagi menunggu diselesaikan di kantor “ ucap Bashir


“ Oh iya silahkan bang “ jawab Azizah


“ Shir emang udah selesai y akita konsultasinya atau apa lagi gitu yang mau dibahas “ ujar Akmal agak berat hati untuk meninggalkan ruangan


“ Iya udah selsesai wak kita harus balik ke kantor lagi karena setelah jam istirahat kita haru meeting dengan client “ Bashir mencoba menjelaskan jadwal yang harus diikuti oleh Akmal


“ Ya udah deh “ Akmal sedikit menekuk wajahnya disertai helaan nafas panjang karena harus berpisah dengan sang bidadari subuh


“ Ayo buruan mal loe berdiri ngapain loe nempel di sofa mulu “ ajak Bashir seraya beranjak untuk berdiri dan menarik tangan Akmal yang masih santuy duduk di sofa


“ Iya iya cerewet deh loe “ Akmal mengikuti Bashir beranjak dari sofa dengan wajah yang masih ditekuk dan malas di melangkah ke arah pintu


“ Fii amanillah bang “ ucap Azizah tersenyum seraya mengikuti beranjak dari duduknya dan mulai melangkah ke arah pintu ruangan untuk mengantarkan tamunya  


“ Aamiin, Assalamu’alaikum “ jawab serempak keduanya


Disepanjang langkah kaki nya Akmal menuju ke keluar area perkantoran sampai di pelataran parkir ia masih tetap memasang wajah kurang sedap dipandang hal tersebut membuat Bashir semakin yakin kalau sang sahabat saat ini sedang di landa jatuh cinta pada tetangga sebelah rumahnya bukan hanya sekedar mengagumi.


Karena sangat jarang banget ia untuk mengulur-ulur waktu untuk mengerjakan pekerjaannya yang segera harus diselesaikan, plus tumben banget ia juga kurang fokus dalam pembahasan yang sangat penting dan diselingi senyum-senyum sendiri padahal Akmal adalah seorang sangat pelit senyum kalau bukan dengan orang terdekatnya.


“ Woi, kenapa loe dari tadi gue perhatiin kayak kanebo kering “ tanya Akmal Ketika ia sudah masuk ke dalam mobil dan mulai menajalankan nya keluar dari area pelataran parkir kantor tersebut


“ Loe tuh yang bikin gue kayak gini “ jawan Akmal seadanya yang masih memasang wajahnya yang kurang bersahabat


“ Gue ngapain loe wak ? “ Bashir mencoba memancing perasaan yang di rasakan Akmal saat ini


“ Tau ah basi loe wak “ Akmal masih malas menanggapi pertanyaan Bashir


“ Kalau loe ndak cerita ye mana gue tau wak “ pancingan Bashir semakin di lancarkan dengan menahan tawa didalam hati karena sahabatnya jarang banget merajuk seperti ini

__ADS_1


“ Loe kan bisa pura-pura dulu kita mau bahas apa gitu untuk memperpanjang sesi konsultasi biar gue agak lamaan dikit bisa memandang secara live wajah bidadari subuh gue “ ucap Akmal melampiaskan kekesalannya ke Bashir tidak sengaja ia memjelaskan perasaannya kepada tetangga Bashir tersebut


“ What, jadi loe dari tadi itu ndak nyambung waktu kita lagi bahas laporan keuangan perusahaan karena loe sibuk lihatin Azizah wak “ Bashir pura-pura kaget padahal ia sudah tau akan hal ini biar Akmal kali ini yang jujur dengan perasaannya sendiri


“ Ups keceplosan kan gue kalau sama loe “ ucap Akmal sambal menutup mulutnya karena ia tanpa sadar sudah mengungkapkan apa yang ia rasakan ke sahabatnya tersebut


“ Hahahaha kena kan loe wak “ Bashir ketawa puas pancingannya kali ini kena tepat sasaran


“ Huft udah ya loe jangan ngecengin gue “ Akmal menghela nafas


“ Santuy bro gue kan bukan ember bocor jadi rahasia loe pasti aman  hehehehehe “ Bashir masih mengatur nafas karena ketawa yang belum bisa berhenti


“ Awas aja loe kalau bocorin ke yang lainnya habis loe sama gue “ ancam Akmal ke Bashir


“ Santai bro santai, hamba akan selalu menjaga rahasia ini yang mulia “ canda Bashir


“ Gue pegang janji loe wak “ Akmal masih kesel karena keceplosan rahasia tersebut


“ Silahkan bro hehehehe “ ketawa Bashir masih belum reda


Akhirnya tawa Bashir sudah mulai reda tapi ada hal yang masih mengganjal dipikirannya saat ini yaitu istilah bidadari subuh yang Akmal sematkan kepada Azizah, apakah ada hal lain yang ia tidak ketahui saat beberapa hari lalu Akmal menginap dirumahnya


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Semoga Syuukaa para Readers 🤗


Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya 😍


Terimakasih 🤗🙏


 

__ADS_1


__ADS_2