
Suasana rumah ayah Shauqi seperti biasa terasa rame karena terdengar suara pertengkaran sayang dari anak-anaknya, meski mereka sering bertengkar namun hal itu tidak akan berlangsung lama karena sejatinya mereka bertiga saling menyanyangi.
Setelah tadi mendengar niat baik pak Harun tadi siang untuk sang putri ayah shauqi, sesampainya dirumah ayah shauqi segera menyampaikan kabar baik tersebut kepada sang istri dan disambut penuh suka cita oleh istrinya tersebut karena bunda Maryam tidak menduga secepat ini beliau akan melepas putri tersayang.
Akhirnya ayah dan bunda berencana setelah makan malam bersama mereka akan bersama-sama menyampaikan kepada sang putri niat baik yang datang padanya, dan sekarang di ruang keluarga ayah dan bunda sudah duduk manis berdampingan di sofa, serta anak sulung dan putri satu-satunya berada di sofa depan mereka tidak lupa di karpet bawah sudah ada putra bungsu yang masih asik menonton TV.
“ Mbak, ayah dan bunda mau menyampaikan hal yang serius ke putri tersayang kami “ ayah mengawali bincang malam ini
“ Silahkan yah “ jawab Azizah seraya membenarkan posisi duduk nya yang semula masih duduk bersandar nyaman di sofa sekarang dengan posisi tegak untuk menyimak sesuatu yang akan disampaikan oleh ayah dan bunda
Secara spontan Dzaki dan Fathian juga menyimak yang akan di sampaikan oleh kedua orang tuanya untuk saudari mereka.
“ Begini mbak tadi siang waktu ayah di kampus ada salah seorang teman ayah yang datang ke ayah untuk menyampaikan niat baik nya untuk mbak mbak, ayah sama bunda menyerahkan semua keputusan sama mbak “ lanjut ayah Shauqi
“ Niat baik ini dari pak Harun tetangga kita yang rumahnya selisih 3 rumah dengan kita, pak Harun berniat untuk menta’arufkan dengan keponakannya “ ucap ayah Shauqi melanjutkan dengan tenang
“ Pasti mbak sudah kenal kan dengan pak Harun kan anaknya temen adek iiq, jangan terburu-buru untuk dijawab karena ayah juga tidak memaksa mbak, jadi mbak mau menerima atau menolak ta’aruf ini kami akan selalu support setiap keputusan mbak “ ayah Shauqi masih melanjutkan dengan tenang agar putri nya merasa nyaman
“ Bunda juga akan selalu support dengan setiap keputusan yang telah mbak ambil, sebelum mengambil keputusan mbak harus sholat istikhara dan hajat agar setiap mbak mengambil keputusan selalu di ridhoi oleh Allah SWT “ ucap nasihat bunda Maryam dengan suara khas beliau yang lembut
“ Njih bund yah insyaallah mbak akan selalu bermunajat kepada Allah SWT sebelum mengambil keputusan “ jawab Azizah yang masih kaget dengan sesuatu yang di katakana oleh ayah Shauqi
“ Yah, beneran mbak mau dijadohkan sama kakak sepupunya sekar ? “ tanya Fathian yang juga masih kaget
Jangan ditanya perasaan Dzaki yang saat ini juga merasa kaget karena keinginan didalam hati akan menta’arufkan dengan Akmal sang adik kelas yang telah memikat hatinya sejak awal pertemuan mereka di sekolah menengah atas.
Namun hal tersebut harus pupus karena sudah kedahuluan oleh pak Harun yang melangkah maju satu langkah darinya dengan langsung menyampaikan nita baik tersebut ke sang ayah.
“ Iya bener dek kakak sepupunya sekar, apa kamu udah pernah ketemu sama orangnya ? “ tanya balik bunda Maryam
“ Belum pernah sih bund “ jawab Fathian dengan gaya cengengesannya serta menggaruk rambut yang sebenarnya tidak merasa gatal
__ADS_1
“ Bagaiamana kalau pendapat abang kalau mbak mendapat ta’aruf ? “ tanya ayah Shauqi kepada anak sulung
“ Alhamdulillah yah abang selalu support adek abang tercantik ini “ jawab abang dengan senyum dan mencubit pipi chuby Azizah
“ Auw sakit tau bang, ini pipi ya bukan bakpao “ protes Azizah kepada abangnya sambil manyun
“ Udah jangn manyun gitu nanti calon kamu kabur kalau terus-terusan gitu “ canda Dzaki
“ Iya mbak jangan manyun terus nanti cantiknya luntur hehehehe “ bala bantuan untuk ngusilin Azizah datang
“ Ih abang mah omongannya itu loh “ protes lanjutan yang dilayangkan oleh Azizah pada Dzaki seraya mencubit tangan sang abang
“ Kamu juga dek orang mbak mu cantik nya permanent ya jadi ndak bakal luntur meski kena air hehehehe “ balas Azizah kepada sang adek
“ Auw sakit dek cubitanmu maap maap deh adekku yang cantik, senyum dong “ rayu Dzaki
“ Peace mbakku yang paling cantik “ Fathian sambil mengacungkan dua jari nya untuk menunjukkan simbol peaca
Ayah Shauqi hanya tersenyum melihat anak-anaknya yang berbeda dalam menunjukkan rasa kasih sayang mereka kepada saudara mereka
“ Mbak rencananya pak Harun dan keluarga mau bersilaturrahmi apa mbak siap untuk bertemu dengan mereka ? “ tanya ayah menginterupsi berdebatan yang sepertinya akan berlanjut tersebut
“ Kalau mbak nurut kata ayah sama bunda “ jawab Azizah
“ Baik jadi mbak nurut nih sama kata ayah sama bunda hehehe “ canda ayah biar tidak terlalu serius pembahasan kali ini
“ Iya yah insyaallah apa yang dikatakan ayah dan bunda adalah terbaik buat mbak “ ucap Azizah yang menatap ayahnya penuh haru
“ Ok jadi semisal besok bagaimana ? kan besok weekend pas ndak tuh mbak ? hehehehe “ ujar ayah memberi usulan
“ Cie mbak mau diapielin nih ye “ mulai sang biang bikin onar beraksi siapa lagi kalau bukan Fathian
__ADS_1
“ Bener dek besok kan sabtu malam minggu ya, cie cie “ Dzaki juga mulai ikut-ikutan ngecengin adek perempuannya
“ Ayah bunda adek sama abang loh mulai lagi ngecengin mbak “ adu Azizah pada ayah dan bunda
“ Astagfirullah kalian ini ya baru tenang udah buat rame lagi “ bunda Maryam sambil mengelus dada gara-gara tingkah laku anak-anaknya kalau udah kumpul baren pasti ada aja yang buat mereka bertengkar, tapi nanti kalau udah ndak ketemu sama salah seorang saudaranya pasti pada nyariin
“ Deal ya besok sore nanti ayah akan segera ngasih kabar sama pak Harun “ ucap ayah sambil senyum tidak menggapi tingkah laku anak-anaknya agar tidak memperpanjang pertengkaran mereka
“ Iya yah “ jawab serempak mereka karena ayah sudah berucap maka semua harus nurut
“ Alhamdulillah pertemuan kita kali ini ayah akhiri “ canda Ayah
“ Ayah mah dikata kita rapat sama client segala pakai diakhiri segala “ ceplos Dzaki
“ Nanti kalau ndak ayah akhiri obrolan kita malam ini kapan kalian mau istirahat, buruan bubar masuk kamar masing-masing ayah mau mesra-mesraan dulu sama bunda para jomblo dilarang iri ya hehehe“ canda ayah
“ Yah jangan ngasih adek iiq ya nanti adek bukan jadi anak bontot lagi adek ndak mau punya adek “ protes anak bontot sambil memanyunkan bibir lima centi
“ Hahahahahahahaha “ tawa mereka pecah ketika melihat tingkah sang bontot di keluarga
Obrolan malam ini ditutup dengan tawa meski awal tadi semua pada serius banget nyimak sesuatu yang disampaikan oleh sang ayah, namun hal tersebut tidak berjalan lama maklum di keluarga ini jarang suasana sepi seperti kuburan (ups tapi sekarang banyak kuburan yang rame oleh pedagang kaki lima hehehe) karena mereka seneng suasana yang rame bersahabat beda ya sama rame kayak orkesan (😁😁😁✌️)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Semoga Syuukaa para Readers 🤗
Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya 😍
Terimakasih 🤗🙏
__ADS_1