
Di dalam rumah ternyata papa Heri dan mama Sekar sedang menikmati soto yang dikirim oleh bunda Maryam di meja makan, serta Kemal dan Fathian yang asyik main PS di ruang tengah ditemani dengan camilan kesukaan anak bungsu keluarga Handoko.
“ Bang tolong sampaikan terima kasih mama ke bunda ya soto nya matab banget dan pudingnya manisnya pas, ini banyak banget kirimannya hehehe “ suara mama Sekar dari arah meja makan ketika melihat Dzaki sudah sampai di ruang tengah
“ Siap ma nanti abang sampaikan ke bunda, maaf malam-malam gini nganterin rantang nya ma jadi ganggu waktu istirahat papa sama mama “ ucap Dzaki disertai senyum hangat andalan
“ Gpp lagi bang mama sama papa malah seneng dapat kiriman rantang gini “ jawab mama Sekar ramah
“ Alhamdulillah mama sama papa suka dengan isi rantang nya hehehe “ canda Dzaki
“ Syuka banget bang masakan bunda itu pasti mantab hehehe “ puji mama Sekar
“ Kalau begitu abang sama adek mohon pamit ma pa karena sudah malam takut dicari sama bunda “ pamit Dzaki pada mama papa Bashir
“ Iya bang sekali lagi terima kasih ya sudah dikirimi rantang “ mama Sekar ramah
“ Ayo dek kita pulang “ ajak Dzaki pada Fathian, mendengar panggilan abangnya Fathian lalu beranjak berdiri dan mengikuti abangnya untuk jalan ke arah pintu rumah Bashir
“ Assalamu’alaikum “ ucap Dzaki dan Fathian bersama
“ Wa’alaikumsalam “ jawab Bashir sekeluarga
Beberapa saat setelah kepergian adik kakak tersebut Bashir bergabung dengan mama papa nya yang masih berada di meja makan, lalu ia mengambil kuah soto plus nasi karena dari tadi cacing-cacing diperut nya sudah pada demo minta dikasih makan. Sambil makan Bashir menceritakan kepada papa dan mamanya acara tadi sore tetangga sebelah adalah ta’aruf Azizah dengan keponakan pak Harun tetangga sekomplek mereka.
Mendengar hal tersebut mama sekar sedikit agak sedih karena niat mama untuk menta’arufkan Akmal dengan Azizah gagal, dan sedikit mengerti apa yang akan dirasakan Akmal kalau mendengar berita ini pasti dia akan patah hati.
Bashir berencana besok pagi akan menyampaikan berita tentang ta’aruf Azizah tadi sore ke Akmal secara langsung, sekalian menemani dan memberikan dukungan sang sahabat agar bisa menerima berita ini dengan lapang dada
****
Esok hari
Meski hari ini hari libur Bashir tidak akan bermalas-malasan dengan bergelung diatas ranjang empuk dan hangatnya selimut, sejak selesai sholat subuh ia sudah sibuk menghubungi kedua sahabat nya dan menceritakan yang sedang dialami Akmal dan tentang berita yang kemarin ia peroleh dan memnita mereka untuk datang ke rumah Akmal untuk ikut serta menghibur sang sahabat.
Jam masih menunjukkan di angka 06.00 tapi Bashir sudah rapi dan akan bersiap untuk melajukan motor kesayangannya yang jarang ia kendarai, dengan menggunakan jaket kulit dan helm full face ia mulai memacu kendaraannya keluar dari halaman rumah.
Dengan ditemani hembusan angin sepoi-sepoi di pagi hari dan udara yang masih belum terpolusi di kota pahlawan Bashir memacu kendaraan secara perlahan sambil menikmati suasana pagi yang sudah jarang ia nikmati, karena biasanya ia akan keluar dari rumah sudah disuguhkan dengan kemacetan dan udara yang banyak polusi disertai panas terik.
Setengah jam membelah jalan raya yang lumayan lengang Bashir akhirnya sampai didepan gerbang rumah megah keluarga Al-Farizi, melihat ada yang datang seorang penjaga rumah segera menghampiri Bashir yang masih baru saja mematikan kendaraannya dan belum membuka helm full facenya.
Setelah mengetahui bahwa yang datang adalah sahabat majikan rumah pak Eko (salah satu penjaga dirumah keluarga Al-Farizi) yang sudah mengenal Bashir segera membukakan gerbang lalu mulai membantu Bashir untuk mendorong motor Bashir melewati halaman luas rumah dan memarkirnya di garasi yang dekat dengan teras, di pojok halaman rumah terdapat taman disana terlihat sepasang paruh baya yang menikmati suasana pagi hari dengan merawat tanaman.
“ Assalamu’alaikum “ sapa Bashir dengan senyum hangat
__ADS_1
“ Wa’alaikumsalam “ jawab kedua paruh baya tersebut ramah
“ Wih, pagi-pagi udah sampai sini aja nak “ canda abi Fariz
“ Iya bi, Bashir ada perlu sama Athar bi urgent hehehehe “ balas Bashir
“ Langsung masuk aja nak sepertinya Athar masih tidur, setelah sholat subuh tadi dia langsung masuk ke kamar lagi padahal biasanya dia jogging di sekitar komplek tapi dari kemarin dia lagi lemes banget seperti galau gitu “ jelas umi Bilqis sambil memegang selang air untuk menyiram tanaman
“ Apa kamu tau nak apa yang sedang terjadi sama Athar ? “ lanjut umi Bilqis bertanya pada Bashir karena umi tau kalau mereka dekat banget, jadi segala sesuatu yang terjadi dengan anak semata wayang mereka pasti ketiga sahabat Athar pasti tau
“ Apa ini menyangkut kerjaan nak? Tapi sepertinya bukan karena kerjaan karena setau abi dia jarang galau karena kerjaan pasti ada sesuatu yang disembunyikan Athar dari kita“ abi juga bertanya pada Bashir karena abi curiga kalau ada sesutu yang disembunyikan anak semata wayangnya tersebut karen kalau karena kerjaan biasanya dia akan berdiskusi sama abi Fariz
“ Hmm gimana ya bi mi Bashir bingung jelasinnya hehehe “ Bashir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
“ Ceritakan saja nak ke kami, kamu jangan takut sama ancaman Athar pasti kamu ragu kan mau cerita ke kami gara-gara diancam sama Athar “ ucap umi Bilqis meletakkan selang air sambil melangkah mendekati Bashir berada, abi Fariz juga melakukan hal yang sama ia meletakkan tanaman yang akan diganti pot dan melangkah mendekat ke arah Bashir
“ Biar enak ngobrolnya kita duduk di kursi taman yuk nak “ ajak abi Fariz menarik sebalah tangan Bashir untuk duduk di kursi taman yang berada dekat dengan mereka
“ Yuk nak duduk dulu kita ngobrol sebentar “ umi bilqis mempersilahkan duduk Bashir yang masih canggung
“ Santai aja nak kita ndak bakalan gigit kok hehehehe “ canda abi Fariz
“ Abi bisa aja hehehehe “ balas Bashir nyengir
“ Hmm gimana ya bi mi tapi janji dulu jangan sampai tau kalau Bashir yang cerita ke abi sama umi, Bashir takut di pecat sama Athar bi mi “ Bashir dengan wajah memelas
“ Udah kamu tenang aja ada abi sama umi nanti yang bela kamu, udah jangan takut gitu, buruan nak ceritakan umi udah kepo level tingkat akut tuh hehehehe “ abi Fariz menunjuk umi dengan dagunya
“ Jadi gini bi mi Athar lagi galau sama seorang gadis hehehe “ Bashir mengawali ceritanya
“ Apa ? kamu beneran kan nak ndak lagi ngeprank kita kan ? “ umi Bilqis yang terkejut dengan apa yang di dengar barusan karena ini hal begitu menakjubkan anak semata wayang nya lagi naksir seorang gadis, selama ini dia hampir tidak pernah dekat dengan seorang gadis
“ Widih umi dapat kata nge prank dari mana hehehe “ canda Bashir
“ Gini-gini umi ndak kalah sama kalian, umi itu selalu update ya hehehe “ balas umi
“ Bi Alhamdulillah ternyata ketakutan umi tidak terjadi bi hehehe “ ucap umi sambil dengan wajah semringah
“ Umi aja yang suka Su’udzon sama anak sendiri “ jawab abi dengan senyum
“ Maaf umi kemarin-kemarin khilaf bi hehehe “ umi terkekeh kecil
“ Terus-terus nak lanjutannya piye “ tanya umi lagi semakin kepo level lanjutan dengan cerita Bashir
“ Waduh Bashir udah seperti kena begal ketar ketir gini mau ceritanya ke abi sama umi hehehehe ditodong cerita selengkapnya sama abi umi hehehe “ canda Bashir
__ADS_1
“ Hehehehehehe bisa aja kamu nak “ umi masih terkekeh kecil
“ Ayo buruan nanti keburu Athar tau kalau kamu lagi disini, nanti kalau dia tau pasti kamu tidak bisa menyelesaikan ceritanya, akhirnya cerita nya gantung dan itu membuat umi tambah penasaran “ umi masih kepo mode on
“ Ok umi Bashir lanjutin ceritanya secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya ya hehehehe “ canda Bashir
“ Jadi Athar lagi menyukai seorang gadis dan gadis tersebut adalah tetangga sebelah rumah Bashir dan adek dari kakak kelas kita dulu plus yang lebih mengejutkan dia juga sebagai konsultan keuangan kita, kemarin Athar sudah mempunyai rencana untuk menjalin ta’aruf dengan gadis tersebut dan sudah meminta bantuan Bashir dan mama untuk menyampaikan kepada keluarga tersebut namun Qadarullah nya sebelum Bashir dan mama menyampaikan hal tersebut sore kemarin gadis tersebut sudah menjalin ta’aruf dengan keponakan tetangga sekomplek Bashir “ jelas Bashir
“ Makanya hari ini Bashir dan yang lainnya nanti akan menyampaikan berita itu pada Athar bi mi “ lanjut Bashir
“ Yah kasihan Athar bi dia kena tikung keduluan orang lain “ umi menanggapi dengan wajah sendu karena ia harus bersabar lagi untuk mewujudkan segera punya menantu
“ Sabar mi kalau jodoh ndak akan kemana “ abi mengelus bahu umi untuk menenangkan istrinya
“ Iya bener kata abi dia masih ta’aruf jadi masih ada sedikit peluang untuk menikung lagi bi biar gadis tersebut jadi jodoh Athar, tenang nanti umi bantuin anak kita bi menikung di sepertiga malam bi biar impian umi segera terwujud mempunyai mantu “ ucap umi dengan semangat dan sudah kembali sumringah
“ Aduh kok jadi begini ya nak, umi mu itu kadang agak lucu seperti itu “ sambil menunjuk umi dengan dagu nya dan menggeleng-gelengkan kepala
“ Setuju mi Bashir mendukung umi untuk membantu Athar soal tikung menikung hehehehe “ canda Bashir sambil terkekeh
“ Siip “ umi mengacungkan kedua jari jempol nya
“ Nak kontak mama kamu ndak berubah kan masih sama ? “ tanya umi tiba-tiba
“ Masih mi, memang buat apa mi ? “ tanya Bashir heran
“ Rahasia hehehehe “ ucap umi sambil senyum-senyum
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Semoga Syuukaa para Readers 🤗
Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya 😍
Terimakasih 🤗🙏
__ADS_1