
Meski sudah dapat ultimatum dari sang pemilik rumah keseruan mereka berempat masih berlanjut sampai tengah malam, tanpa terasa mereka berempat tertidur di lantai dengan beralaskan karpet bulu dengan posisi berdempet-dempetan mencari kehangatan satu sama lain ( hehehehe ).
“ Eh, kok dingin gini sih “ rancau Daffa dengan memeluk erat ke Akmal
“ Apaan sih loe daf, gue bukan guling loe lepasin nggak “ tolak Akmal sambil menjauhkan tangan dan kaki daffa yang makin erat memeluknya
“ Diem aja ngapa loe mal gue kedinginan nih “
“ Tapi kaki sama tangan loe berat woi seperti dosa loe “ omel Akmal
“ Nggak seru loh mal “ oceh daffa dengan mata yang masih terpejam
Setelah keributan kecil pada di dini hari tersebut Akmal tidak bisa memejamkan mata nya kembali, akhirnya dia mengambil wudhu di kamar mandi lalu menggelar sajadah didekat balkon kamar bashir dan melaksanakan sholat tahajud. Ketika selesai do’a Akmal tidak sengaja menoleh ke arah luar balkon dan disana ia melihat sekelebat bayangan gadis yang sedang melaksanakan sholat tahajud juga seperti dengan yang barusan ia laksanakan.
Penasaran dengan apa yang dilihatnya Akmal kemudian bangkit dari sajadah dan melangkah ke arah balkon kamar Bashir, dengan pelan Akmal membuka pintu balkon dan berjalan menuju balkon kamar tersebut memeperhatikan dengan seksama bayangan gadis yang saat ini telah mencuri atensinya.
Lain hal dengan yang dilakukan dengan Akmal, gadis tersebut dengan khusyuk menjalankan sholat sunnah sepertiga malamnya. Azizah senang berlama-lama bermunajat kepada Sang Khalik (Pencipta) ia merasa tenang dan lega setelah bercurhat ria dengan Sang pemilik kehidupan.
“ Masyaallah gadis sholihah “ gumam Akmal dengan senyum mengembang di wajahnya
Akmal masih betah berlama-lama mengagumi ciptaan Allah yang saat ini sedang bermunajat kepada Sang pemilik hati meski diluar kamar saat ini dingin karena jam masih menunjukkan pukul 3 dini hari, ia sungguh merasakan ketenangan hati meski tidak begitu jelas wajah sang gadis.
Tanpa terasa suara Tarhim di masjid komplek rumah Bashir terdengar, berarti Akmal sudah menghabiskan waktu dini hari nya dengan mengagumi ciptaan Allah hingga ia baru sadar waktu subuh akan segera datang.
__ADS_1
“ Ya, Allah Jodohkan aku dengannya “ Do’a pendek ia panjatkan dengan khusyuk dan mengakhiri curi pandangnya pada balkon tetangga Bashir.
Lalu Akmal kembali ke kamar Bashir dan membangunkan satu persatu sahabatnya yang masih terlelap nyenyak di mimpi indah, mulanya Akmal menggoyangkan tangan Bashir karena ia tau kalau Bashir paling mudah untuk dibangunkan daripada kedua sahabatnya yang lain.
“ Shir, Bashir bangun udah mau subuh nih “ panggil akmal dengan menggoyangkan tangan Bashir dengan harapan yang ia bangunkan segera membuka matanya.
“ Hmmmm “ Sahut Bashir dengan mata yang terpejam
“ Astagfirullah, shir ayo dong bangun “ gerutu Akmal yang mulai kehilangan kesabaran untuk membangunkan sahabatnya tersebut. Akhirnya Akmal menyerah untuk membangunkan Bashir karena tidak sesuai dengan yang ia prediksi karena Bashir juga sangat susah untuk di bangunkan.
Sampai adzan shubuh menggema di seluruh penjuru komplek perumahan ketiga sahabatnya tersebut belum ada yang tebangun dari mimpi indah mereka, Akmal memutuskan untuk keluar kamar untuk melaksanakan sholat subuh di masjid komplek perumahan Bashir.
Dengan perlahan Akmal menuruni tangga hingga di terakhir anak tangga ternyata ia bertemu dengan papa Heri yang sepertinya akan berangkat ke masjid, beliau sudah terlihat rapi dengan menggunakan baju koko dan sarung serta peci yang tersemat di atas kepala.
“ Wih, CEO kita memang TOP nih subuh gini udah bangun “ sapa papa heri dengan lengungan senyum yang menghiasi wajahnya
“ Yuk, lah kita berangkat bareng le ke masjid “ ajak papa Heri
“ Yuk pa buruan nanti kita ketinggalan “ jawab Akmal seraya merangkul bahu papa Heri dan berjalan ke arah pintu, memang Akmal sudah menganggap kedua orang tua sahabatnya seperti kedua orang tuanya sendiri
“ Eh bentar le, Bashir daffa dan Haidar mana ? “ tanya papa Heri Ketika sudah sampai di teras rumahnya
“ Masih tidur pa, tadi Akmal bangunin ndak bergerak sama sekali “ jawab Akmal diselingi kekehan kecil
__ADS_1
“ Dasar anak itu ya sama banget kelakuannya sama adeknya ndak berubah sama sekali kalau subuh pasti gitu kalau mamanya ndak bangunin pasti dia kesiangan subuhnya “ curhatan papa Heri
“ Hehehehehe biasa pa anak muda jaman sekarang “ kekeh Akmal
“ Biarin aja lah kita tinggal mal anak itu biar nanti di bangunin mamanya “
“ Kuy, pa kita jalan “
Setelah keluar dari halaman rumah papa Heri dan Akmal berjalan santai menuju ke masjid, dan ternyata sudah ada beberapa warga komplek yang sudah terlebih dahulu berjalan menuju masjid.
“ Pa, enaknya tinggal disini rame “
“ Iya dong makanya kamu sering-sering main kesini biar nggak kesepian di mansion terus ” canda papa Heri
“ Insyaallah pa “ jawab Akmal
Tidak terasa mereka berdua sampai di pelataran masjid komplek, disana juga tidak kalah rame banyak warga yang terlihat wudhu di samping masjid atau sedang menjalankan sholat fajar serta ada yang duduk menunggu sholat subuh dimulai. Papa Heri terlebih dahulu memasuki masjid seraya menyapa para tetangganya dengan bersalaman lalu diikuti dibelakangnya Akmal juga mengikuti apa yang dilakukan oleh papa Heri.
Akhirnya muadzin mengumandangkan iqomah tanda sholat akan segera dimulai, para jama’ah pun segera merapatkan shof ke depan. Sholat subuh dimulai dan diakhiri dengan khusyuk serta di tutup dengan dzikir dan do’a setelah sholat.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Semoga Syuukaa para Readers 🤗
__ADS_1
Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya 😍
Terimakasih 🤗🙏