
Esok hari Azizah sudah datang lebih awal dari biasanya karen hari ini ia akan kedatangan client baru yang akan menjalin kerja sama dengan kantor konsultan yang ia naungi, karena ia sudah terbiasa kalau ada janji temu dikantor ia akan lebih awal datang ke kantor karena menyiapkan dokumen-dokumen yang akan dibahas.
Setelah samapai di ruangan kerja Azizah segera untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang akan dibahas, serta menyiapkan mental karena meski sudah banyak client yang di tangani Azizah selalu gugup untuk menemui orang baru kenal, inilah salah satu kelemahan Azizah.
Tok…tok…
Ceklek
“ Assalamu’alaikum zah mbak mau infoin aja kalau client nya nanti datang jam 10 an “ mbak Riska menginfokan
“ Ok siap terima kasih mbak “ ucap Azizah tersenyum
“ Sama-sama sist “ balas Riska
Mendapat info tersebut Azizah menggunakan waktunya sebelum kedatangan tamunnya untuk mengerjakan pekerjaan lain yang akan ia serahkan kepada client nya yang belum selesai ia kerjakan, dengan konsentrasi penuh ia mulai meneliti satu persatu dokumen laporan keuangan client nya.
Jam terus berputar tidak terasa waktu yang telah disepakati untuk pertemuan perdana dengan clientnya sudah akan tiba, namun Azizah masih terhanyut dalam konsentrasi terhadap dokumen-dokumen yang ada dihadapannya tersebut tanpa terganggu oleh suara ketukan pintu ruangannya.
Tok…Tok…
“ Shir, loe udah benerkan ini ruangannya jangan sampai salah ruangan ya shir awas aja loe salah ruangan gue jitak loe “ ancam Akmal kepada Bashir
“ Iya shir ini udah bener kok kata resepsionis depan tadi ruangannya ada tulisannya Senior Accountant 2 nah itu tulisannya depan pintunya benerkan bro “ bela Bashir
“ Iya tapi kok pintunya ndak dibuka-buka ya ? apa orangnya ndak ada di ruangan ? “ tanya Akmal karena dari beberapa menit tadi mereka sudah di depan pintu kan mngetuk pintu tapi yang punya ruangan tidak juga membuka pintu ruangannya
“ Bentar aku coba telp ke mbak Riska dulu soalnya dia yang mebuat jadwal janji temu jam 10 “ ucap Bashir mencari solusi
“ Ok loe telp mbak Riska sekarang gue tunggu di ruang tunggu ujung ya gue capek berdiri “ Akmal menyetujui usulan Bashir dan melangkah ke ujung koridor untuk duduk diruang tunggu
“ Gue ikut bro, gue juga capek kali berdiri disini dari tadi “ ujar Bashir lalu menyamakan langkahnya dengen Akmal menuju ke arah ruang tunggu
__ADS_1
Di ruang tunggu Bashir mengeluarkan benda pipih dari dalam sakunya lalu mengotak-atik benda tersebut untuk menghubungi seorang yang dikenalnya tadi, tidak beberapa lama menunggu akhirnya telp Bashir di jawab oleh mbak Riska.
“ Assalamu’alaikum mbak Riska “ sapa Bashir di ujung telp
“ Wa’alaikumsalam pak Bashir, bisa dibantu pak ? “ jawab Riska
“ Iya mbak ini saya sudah di kantor apakah konsultan saya sedang tidak ada ditempat ya mbak ? “ tanya Bashir
“ Maaf pak untuk konsultan pak Bashir ada pak sedang ada di ruangannya “ jawab Riska dengan bingung denga napa yang telah terjadi
“ Tapi saya daritadi mengetuk pintu ruangannya kok tidak di buka-buka ya mbak?, mungkin mbak Riska bisa membantu saya untuk bertemu dengan beliaunya “ Bashir memint bantuan
“ Baik bisa pak, Maaf sebentar saya akan ke tempat bapak, kalau begitu bapak lagi di mana biar saya menjemput bapak dan mengantar bapak ke ruangan konsultan yang sudah kami tunjuk “ jawab Riska dengan sungkan
“ Ok mbak saya di ruang tunggu ujung koridor saya tunggu mbak “ jawab Bashir santai
“ Baik saya akan segera kesana pak mohon ditunggu sebentar, dan sekali lagi maaf pak atas ketidak nyamanannya “ ucap Riska meminta maaf
“ Iya mbak gpp “ ujar Bashir
“ Wa’alaikumsalam “ jawab Bashir
Setelah mengakhiri panggilan tersebut Bashir dan Akmal menunggu jemputan mbak Riska untuk mengantarkan ke ruangan Azizah, lain hal nya dengan Riska yang agak kesel dengan Azizah karena client nya menunggu dari tadi tapi Azizah tidak tau keberadaannya.
“ Ih Azizah ini gimana sih gemes banget sama anak satu itu “ gumam Riska keluar dari ruangannya dan bergegas menemui client nya yang ternyata sudah menunggu dari tadi
Setelah Riska menyusuri koridor dan menuju ruang tunggu dan disan sudah ada dua orang laki-laki yang menunggu dengan anteng, mereka berdua sama-sama lagi sibuk dengan benda pipihnya masing-masing.
“ Assalamu’alaikum selamat pagi menjelang siang pak Bashir & pak Akmal “ sapa Riska dengan senyuman
“ Wa’alaikumsalam “ jawab kompak Akmal dan Bashir
__ADS_1
“ Mari pak saya tunjukkan ruangannya “ Riska memeprsilahkan agar mengikuti nya untuk ke ruangan Azizah
“ Ok mbak mari “ jawab Bashir
“ Nah gitu kan enak dengernya “ ucap Akmal disertai senyuman karena ia merasa senang akan panggilan yang di berikan oleh Azizah kepadanya dan membuat hati nya bergertar
“ Boleh kita mulai konsultasinya bang ? “ tanya Azizah agar untuk memulai sesi konsultasi
Dengan segera Riska yang dibuntuti kedua pria tersebut melangkah ke ruangan Azizah, setelah berada di depan pintu ruangan Azizah ia mengetuk dan membuka pintu dengan perlahan.
Tok….Tok…
Ceklek
“ Assalamau’alaikum permisi Azizah “ sapa Riska
“ Wa’alaikumsalam mbak “ jawab Azizah
“ Zah client baru yang kemarin dari pak Jamal sudah datang “ Riska memberi Info kalau sudah datang
“ Maaf mbak Azizah tadi sedang serius ngerjakan yang lain jadi ndak kedengeran suara ketukan pintu “ jawab Azizah menjelaskan dengan ia mulai beranjak dari meja kerjanya menuju arah pintu
“ Silahkan bapak-bapak masuk untuk selanjutnya akan ditangani oleh Azizah, dan saya pamit undur diri dulu “ ucap Riska mempersilahkan para tamu untuk masuk ke ruangan Azizah lalu ia pamit undur diri dari ruangan Azizah
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Semoga Syuukaa para Readers 🤗
Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya 😍
Terimakasih 🤗🙏
__ADS_1