
Didalam ruangan kerja Akmal masih belum bisa berkonsentrasi untuk mengerjakan pekerjaannya, meski tadi setelah makan siang bersama dengan Bashir dan meeting dengan client berjalan dengan lancar namun tidak menampik kenyataan kalau saat ini di hati dan di pikirannya sedang berseliweran bidadari subuh.
Akmal sangat ingin segera mengkhitbah sang bidadari subuhnya namun ia juga masih ragu apakah Azizah akan menerima khitbahnya? Karena mungkin ini terlalu cepat, tapi kalau tidak segera ia juga takut akan ketikung oleh orang lain seperti kata para sahabat nya kalau ia tidak segera bertindak maka akan ditikung oleh yang lebih siap.
Ceklek
“ Assalamu’alaikum my bro woi “ sapa Bashir masuk ke ruangan Akmal sambil melambaikan tangannya ke wajah Akmal karena mungkin saat ini ia tengah melamun
1
2
3
Tidak ada respon dari Akmal Akhirnya Bashir menepuk bahu sahabatnya tersebut
“ Astagfirullah “ Akmal terkejut dengan tepukan Bashir seraya mengelus dadanya
“ Ngapain loe wak dari tadi gue masuk ke ruangan, salam loe ndak ada respon, lagi ngelamunin apa sih bro ? “
“ Wa’alaikumsalam map telat jawab salamnya, nggak tau bro pikiran dan hati gue lagi gelisah “ jawab jujur Akmal
“ Pasti tentang Azizah kan ? “ tebak Bashir
“ Huum “ Akmal menganggukkan kepalanya
“ Huft udah dong jangan galau gini insyaallah nanti kalau jodoh ndak akan kemana “ support Bashir kepada Akmal yang lagi galau
“ Kan nanti juga gue bantuin ngomong ke mama biar niat baik loe disampaikan ke ayah Shauqi, jadi sekarang tugas loe itu banyak berdo’a dan lebih mendekatkan diri ke Allah SWT supaya di permudah segala urusan jodoh loe “ nasihat bijak Bashir untuk menenangkan kegalauan Akmal
__ADS_1
“ Iya Insyaallah bro gue selalu bermunajat dan melangitkan do’a agar dia berjodoh sama gue “ ucap Akmal dengan wajah sendu
“ Loe tau sendiri kan baru kali ini gue seperti ini biasanya gue yang selalu nolak kalau dijodohin sama umi atau abi “ lanjut Akmal
“ Iya gue sangat tau loe bro kita kan udah sahabatan lama bukan yang seharu dua hari “ jawab Bashir sambil menepuk bahu Akmal
“ Thank’s loe udah jadi sohib gue bro “ ucap Akmal tulus
“ Sama-sama bro, udah ah mellow-mellow nya hehehehe “ Bashir berusaha menghibur Akmal
“ Nah, kan sampai lupa gue kesini mau ngasih tau loe bahwa besok pagi kita harus ke malang buat meninjau proyek yang ada disana “
“ Ok, bro thank’s udah diingetin jadi besok loe tolong jemput gue ya seperti biasa kalau kita mau pergi luar kota “ ucap Akmal sambil sedikit menyunggingkan senyumnya
Lain di ruangan Akmal yang sedang galau, Lain lagi di ruangan para dosen di kampus ternama di kota Suarabaya tempat ayah Shauqi yang saat ini sedang rame oleh para dosen yang sedang berbincang-bincang setelah pertemuan untu pembahasan kurikulum baru yang akan diterapkan untuk para mahasiswa baru.
“ Pak Shauqi boleh minta waktunya sebentar “ ucap salah seorang dosen
Mereka berjalan beriiringan menuju ke ruangan ayah Shauqi yang terletak tidak jauh dari ruangan rapat para dosen, setelah sampai di depan ruangan ayah Shauqi mengajak pak Harun masuk kedalam dan duduk di sofa yang sudah disiapkan untuk para tamu yang akan bertemu dengan ayah Shauqi.
“ Emmm gimana ya pak saya kok jadi dredek gini hehehe “ ucap pak Harun sambil menenangkan hati nya yang akan menyampaikan sesuatu yang penting kepada ayah Shauqi
“ Santai aja pak Harun kan kita tetanggan udah lama masak bapak masih kagok aja kalau sama saya hehehe “ jawab ayah Shauqi sambil tersenyum kearah pak Harun
“ Begini pak Syauqi maaf kalau saya lancang untuk menyampaikan Sesutu kepada bapak “ ucap pak Harun memulai
“ Saya yang mewakili kakak saya yang saat ini masih berada di jombang karen ada suatu acara mau menyampaikan sesuatu yang penting, apakah saat ini putri bapak masih sendiri ? “ lanjut pak Harun kepada Ayah Shauqi
“ Alhamdulillah saat ini putri saya masih sendiri pak “ jawab Ayah Shauqi dengan senyum, ia sudah bisa menebak arah dari yang disampaikan oleh pak Harun kepadanya
__ADS_1
“ Alhamdulillah, apakah putri bapak bersedia kalau saya jodohkan dengan keponakan saya yang dari kakak saya, karena saya dapat Amanah dari kakak saya untuk mencarikan jodoh untuk keponakan saya yang sampai saat ini masih sendiri “ jelas pak Harun
“ Maaf saya tidak bisa langsung memberikan keputusan karena yang akan menjalani putri saya jadi saya harus menanyakan terlebih dahulu kepada putri saya pak “ jawab bijaksana ayah Shauqi
“ Iya pak, saya juga menginginkan mereka untuk melakukan ta’aruf dulu pak biar sama-sama saling kenal terlebih dahulu “ ucap pak Harun
“ Apa boleh kami sekeluarga bersilaturahmi ke rumah bapak ? “ lanjut pak Harun
“ Boleh pak nanti saya info ya pak untuk waktu nya beri saya waktu untuk berbicara menyampaikan niat baik pak Harun sekeluarga kepada putri saya “ jawab ayah Shauqi
“ Baik pak saya tunggu kabar baiknya “ ucap pak Harun senyum karena ia lega niat baiknya dismabut dengan baik oleh ayah Shauqi
“ Insyaallah saya akan segera kabari pak Harun “ ucap ayah Shauqi dengan senyum
“ Kalau begitu saya pamit permisi dulu pak terima kasih dan maaf telah menggangu waktu nya pak “ ucap tulus pak Harun disertai senyuman dan mulai beranjak dari duduknya
“ Iya sama-sama pak “ jawab ayah Shauqi dengan ramah
“ Assalamu’alaikum “ salam pak Harun sebelum menutup pintu ruangan seniornya tersebut
“ Wa’alaikumsalam “ jawab ayah Shauqi dengan senyum yang masih awet di wajah
“ Alhamdulillah Azizah sudah ada yang mau melakukan ta’aruf dengannya, tidak terasa waktu cepat berlalu putri yang dulu aku gendong sekarang sudah ada yang mau meminang “ ayah Shauqi bermonolog sendiri, di sudut mata nya terlihat ada air mata yang menggenang karena ia merasa terharu akan sebuah niat baik dari koleganya yang ditujukan untuk putri tercinta
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Semoga Syuukaa para Readers 🤗
Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya 😍
__ADS_1
Terimakasih 🤗🙏