
Maaf baru Up karena kemarin2 lagi galau bingung mau dilanjutkan atau cukup sampai sini π₯Ί
Namun mengingat dan melihat readers yang banyak jadi author semangat lagi untuk up lagi π
Terimakasih atas supportnya selama ini π€π₯°π
Sarang Hae readers π₯°π
Happy Reading readers π€
ππππππππππππππ
Dengan kejadian tadi sore di mall Azizah masih merasa kecewa terhadap sikap seorang laki-laki yang kurang gentle untuk mengatakan semua fakta kalau dia sudah mempunyai kekasih kepada keluarga besarnya agar tidak melakukan taβaruf dan sedikit memberi harapan kepadanya
Hingga malam waktu istirahat Azizah masih tampak gelisah ia tidak bisa memejamkan mata membolak-balikkan badan ke kanan ke kiri untuk mencari posisi nyaman agar bisa mengistirahatkan pikirannya namun nihil malah semakin banyak pertanyaan yang bertebaran di benaknya
Β β Ya, Allah apa yang harus aku lakukanΒ berilah petunjukmu β batin Azizah
β Astagfirullah Astagfirullah Astagfirullah β bibirnya mengucapkan dzikir
Dalam kegundahan hatinya Azizah selalu berdoβa untuk meminta petunjuk kepada Sang Khalik agar tidak salah dalam mengambil langkah serta memperbanyak dzikir untuk menenangkan hati dan pikirannya, setelah bersusah payah akhirnya mata indah Azizah terpejam rapat dan ia terlelap ke alam mimpi
Keesokan hari nya seperti biasa Azizah melakukan rutinitas ketika ia sedang weekend mencuci baju serta membersihkan kamarnya, meski masih kepikiran dengan kejadian kemarin ia berusaha untuk mengalihkannya dengan kegiatan rutin weekend
Saat sedang asyik membersihkan kamar benda pipih nan canggih miliknya berbunyi menandakan ada sebuah chat masuk, dan benar saja ketika ia melihat benda tersebut ada sebuah notifikasi chat masuk dari no yang tidak dikenal
π© +62 81xxxxxxxxxxx
β Asslamuβalaikum, ini Iqbal apa hari ini ada acara ? β
^^^π¨Azizah ^^^
^^^β Waβalaikumsalam, Insyaallah tidak ada kak β^^^
π© +62 81xxxxxxxxxxx
β Bisa kita ketemu ? β
^^^π¨Azizah^^^
^^^β Insyaallah bisa kak β^^^
π© +62 81xxxxxxxxxxx
__ADS_1
β Mau aku jemput atau langsung ketemu di tempat janjian ? β
^^^π¨Azizah^^^
^^^β Boleh minta tolong jemput kak ? agar aku mudah untuk izin ke ayah bunda β^^^
π© +62 81xxxxxxxxxxx
β Ok aku jemput baβda dhuhur β
^^^π¨Azizah^^^
^^^β Baik kak, Terima Kasih β^^^
Pucuk dicinta ulam pun tiba itulah peribahasa yang tepat untuk kondisi saat ini Azizah bergegas untuk menyelesaikan perkejaannya membersihkan kamar, agar segera bisa mencuci pakaian dan seprei sebelum ia tinggal untuk pergi ke janji temu dengan Iqbal
Β Jam berputar dengan cepat dan tanpa terasa saat ini sudah menunjukkan pukul 11 Alhamdulillah semua kegiatan weekend rutin sudah selesai ia kerjakan, tersisa hanya belum bersiap untuk janji temu dengan Iqbal segera ia berjalan menuju ke arah kamar untuk bersiap-siap
Setelah membersihkan diri ia membentangkan sajadah serta memakai mukenah dan segera membaca mushaf Al-qurβan diatas sajadah untuk menunggu adzan dhuhur berkumandang, sepermenit sekian suara adzan terdengar mengalun indah dari masjid komplek mendengar hal tersebut ia menghentikan bacaan qurβan nya serta menutup mushaf tersebut dan meletakkan diatas meja belajar didekatnya lalu ia segera berdiri untuk menunaikan sholat dhuhur
Empat rakaat telah usai di tunaikan dengan khusyuk tidak lupa ia menengadahkan tangannya meminta petunjuk dan pertolongan kepada Sang Khalik untuk semua permasalahan yang saat ini terjadi dalam hidupnya, seraya mengusap wajah ia mengakhiri munajatnya segera ia bangkit dari duduknya dan bergegas untuk bersiap-siap
Dengan mengusung simple style Azizah menggunakan gamis berwarna navy mix mustard dan di padu padankan dengan kerudung segiempat motif warna navy, dan sedikit memoles wajahnya dengan bedak serta lip balm agar tampak tidak pucat tidak ketinggalan dengan kacamata yang selalu setia bertengger di hidung banggirnya selalu kemanapun dimanapun hal ini dikarenakan ia tidak bisa menggunakan softlens
β Wih putri bunda cantik banget mau kemana mbak ? β sapa bunda ketika melihat putrinya sudah rapi Β Β Β Β
β Mau pergi sebentar nda sama kak Iqbal β jawab Azizah dengan senyum sambil melangkah menuju dapur dimana keberadaan sang bunda berada
β Oh mau kencan toh hehehehe β goda bunda Maryam
β Ih nda bisa aja hehehehe β Azizah merona
β Maaf ya nda jadi ndak bisa bantuin menyiapkan makan siang β lanjut Azizah
β Iya gpp mbak kan mbak ada udzur jadi nggak masalah β jawab bunda Maryam diselingi senyum
β Dijemput kah mbak sama Iqbal ? β tanya sang bunda
β Insyaallah iya nda, katanya baβda dhuhur jemputnya β jawab Azizah
β Udah sana jangan disini nanti malah bau masakan nggak jadi bau harum mbak, tunggu di ruang tengah sana β ucap bunda Maryam
β Iya nda mbak tunggu di ruang tengah β Azizah mematuhi ucapan sang bunda untuk menunggu di ruang tengah
__ADS_1
Sebelum mencapai ruang tengah ternyata ada suara ketukan pintu dari luar dengan langkah cepat Azizah menuju ke arah pintu untuk membukakan pintu rumah dan benar saja orang yang sedang ia tunggu sudah datang menjemput
β Assalamuβalaikum β sapa Iqbal
β Waβalaikumsalam kak β jawab Azizah
β Yuk, udah siapkan ? β ucap to the point Iqbal
β Alhamdulillah sudah kak β jawab ramah Azizah
β Ok kita langsung pergi saja kalau begitu β ucap Iqbal datar
β Iya sebentar aku pamit ke bunda dulu ya kak β balas Azizah
β Iya β jawab singkat Iqbal
Azizah segera bergegas menemui sang bunda untuk berpamitan sedang saat ini para penghuni rumah yang lain masih berada di masjid, setelah berpamitan mereka berdua memasuki mobil yang sudah terparkir rapi di halaman rumah dirasa keduanya sudah siap Iqbal lalu melajukan mobilnya dengan perlahan meninggalkan halaman rumah
Di dalam perjalanan terasa hening tidak ada obrolan diantara keduanya mereka sama-sama diam tanpa ada yang mau memulai obrolan, Azizah yang notabene seorang introvert ia sangat jarang memulai obrolan terlebih dahulu sedangkan Iqbal kita tau dari awal dia memang dingin orangnya
β Kak, kita mau kemana ? β Azizah memberanikan diri untuk memulai obrolan
β Mau ke mall atau cafΓ© ? β dijawab dengan pertanyaan lagi oleh Iqbal
β Aku terserah kakak aja β jawab Azizah
β Kita ke cafΓ© aja kalau gitu biar enak ngobrolnya β ucap Iqbal dengan datar
β Ok kak β Azizah menyetujui
Setelah itu tidak ada lagi obrolan diantara mereka Iqbal yang fokus melihat jalan didepan dan dari samping kaca pintu mobil Azizah asyik mengamati berbagai gedung-gedung yang menjulang tinggi, sesampainya di cafΓ© langganan Iqbal mereka berdua segera masuk ke dalam dan mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol dengan tenang
Karena sering ke kafe ini Iqbal tau tempat mana yang nyaman untuk mereka berdua mengobrol dan ia menuju ke area bagian pojok cafΓ© tersebut namun tidak terlalu dalam ke pojok, setelah keduanya duduk Iqbal mulai memanggil waitress untuk mulai melakukan pemesanan
ππππππππππππππ
Semoga Syuukaa para Readers π€
Maaf jika masih banyak typo yang bertebaran π
Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya π
Terimakasih π€π
__ADS_1
Β