
Dengan kesepakatan yang telah disetujui oleh para anggota keluarga ayah shauqi segera menginformasikan kepada pak Harun untuk acara silaturahmi ke rumahnya bisa dilaksanakan pada hari sabtu sore, mendengar info tersebut pak Harun sangan antusias karena niat baik nya disambut dengan baik oleh pihak keluarga ayah Sahuqi.
*Sabtu Sore
Di rumah pak Harun sudah berkumpul keluarganya yaitu kakak kandungnya pak Hasan beserta istri dan anak bungsunya, mereka sudah datang sejak siang karena tidak ingin di acara penting tesebut telat atau ditunggu oleh pihak keluarga calon besan.
Lain lagi di rumah ayah Shauqi terlihat sepi hanya terlihat bunda Maryam dan Azizah yang sedang asyik memasak hidangan untuk menyambut tamu mereka, sedangka ayah dan Dzaki duduk santai didepan ruang keluarga sambil menikmati hiburan TV disbanding dengan cemilan, beda lagi dengan anak bungsu keluarga ini malah tidak terlihat batang hidungnya dari pagi karena ia sedang melanjutkan merajut mimpi indah di alam mimpi.
Meski Azizah sudah menerima ta’aruf ini tapi didalam hati kecilnya ia masih ragu tidak tau akan yang sedang ia rasakan, alasan ia langsung menerima ta’aruf ini kemarin malam ketika ayah memberitahunya adalah sebagai ketaatan anak kepada orang tua yang sudah menyayangi sejak ia dalam rahim sampai beranjak dewasa saat ini.
*Flashback
Setelah mereka membubarkan diri dari ruang keluarga dan satu-satu anggota sudah mulai masuk ke kamar masing-masing, Dzaki tidak langsung masuk ke kamarnya melainkan ia mengikuti Azizah masuk ke kamarnya karena ia merasa bahwa hal yang disampaikan ayah tadi menggangu pikiran adeknya tersebut.
“ Loh abang ngapain ikut masuk ke kamar mbak ? “ Azizah sedikit kaget karena abangnya ikut masuk ke kamar sambil menuju ke arah ranjangnya dan duduk di pinggiran
“ Bentar mbak ada yang mau abang obrolin ke kamu “ ucap Dzaki melangkahkan kakinya ke arah meja kerja yang biasanya Azizah gunakan untuk melanjutkan pekerjaannya kalau ia bawa pulang lalu menduduki kursi yang ada disana
“ Apa sih yang mau abang obrolin ke mbak ? “ tanya Azizah
“ Begini apa mbak sudah mantap untuk menerima ta’aruf ini ? “ Dzaki memulai awal obrolan
“ Hmmm gimana ya bang, sebenarnya mbak belum seratus persen mantab sih bang tau sendiri kan bang kalau mbak itu susah untuk mengenal seseorang baru dan kali ini akan memasuki kehidupan mbak “ jawab Azizah dengan wajah yang sendu dan terlihat bingung dan kaget akan kabar yang diterima dari ayah nya barusan
“ Gpp mbak terima saja dulu ta’aruf ini sambil nanti mantapin lagi hati mbak mau lanjut atau tidak, mbak jangan kepikiran dengan hal ini dibikin enjoy aja ya mbak “ ucap Dzaki dengan lembut agar adeknya merasa lebih tenang
“ Iya bang insyaallah seiring berjalannya waktu mbak akan belajar untuk menerima ta’aruf ini “ ucap Azizah mencoba tersenyum kepada abangnya
“ Kalau ada apa-apa mbak bisa bilang ke abang tentang apapun itu jangn di pendam sendiri ndak baik tau hehehhe “ Dzaki mulai membuat obrolan mala mini tidak telalu serius dan membuat adeknya nyaman untuk mengungkapkan perasaanya
__ADS_1
“ Siap abangku tersayang “ ucap Azizah sambil beranjak ke arah abangnya berada dan mulai memeluk Dzaki untuk menunjukkan rasa terima kasih atas perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Dzaki selama ini
“ Udah ah enggap mbak kalau mbak peluk abang erat banget gini “ Dzaki mulai beranjak berdiri dari kursi sambil mulai mengurai pelukan Azizah
“ Ah abang ngerusak suasana aja “ Azizah mulai melepas pelukannya
“ Promise ya sama abang kalau mbak bakal cerita ke abang tentang apa pun yang mbak rasakan “ ucap Dzaki serius karena dzaki sudah hafal sama tingkah laku adeknya yang satu ini kalau ada masalah atau apapun itu kalau merasa bisa diatasi sendiri ia tidak akan bilang kepada keluarga atau lebih senang memendam nya sendiri (introvert)
“ Insyaallah Azizah bakal bilang ke abang “ ucap Azizah senyum
“ Awas aja ya kalau ndak abang bakal marah sama mbak “ ucap Dzaki
“ Iya insyaallah abangku saying, udah ah abang buruan balik kekamar gih “ sambil mendorong dzaki ke arah pintu kamar
“ Iya ya bawel “ Dzaki sambil mencubit pipi chubi Azizah
“ Ih abang sakit tau kebiasan deh “ Azizah sambil menyentuh pipi yang dicubit sambil mengelusnya dan menutup pintu kamarnya setelah ia berhasil membuat sang abang keluar dari kamar
Tidak terasa waktu berjalan cepat tinggal beberapa menit lagi waktu yang telah disepakati keluarga pak Harun akan datang untuk silaturrahmi ke rumah ayah Shauqi, Azizah sudah merasakan dag dig dug ia gugup namun Dzaki dengan setia menemani dan menenangkan adeknya tersebut karena hal ini adalah moment pertama yang akan dilalui oleh Azizah.
Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dari arah ruang tamu, mendengar ketukan pintu teersebut ayah Shauqi beranjak dari ruang keluarga dan mulai melangkah ke arah pintu rumah
Ceklek
“ Assalamu’alaikum “ sapa pak Harun diiringi senyum
“ Wa’alaikumsalam “ jawab ayah Shauqi juga diiringi senyum sambil mempersilahkan para tamu untuk masuk ke dalam ruang tamu
“ Silahkan duduk pak bu, sebentar saya panggil istri saya dulu “ ucap ayah Shauqi mempersilahkan para tamu untuk duduk lalu ayah melangkan ke arah ruang keluarga untuk memanggil bunda Maryam
__ADS_1
“ Maaf ditinggal sebentar tadi pak bu “ ucap ayah Shauqi sambil duduk di salah satu sofa yang masih kosong dan diikuti oleh bunda Maryam
“ Iya gpp pak “ jawab Pak Harun
“ Maaf jadi begini pak kedatangan kami kesini untuk melanjutkan pembahasan saya kemarin tentang niat baik untuk keponakan saya pak “ lanjut pak Harun
“ Baik pak Harun kami sekeluarga menyambut dengan senang hati untuk niat baik tersebut untuk putri saya “ jawab ayah Shauqi ramah
“ Pertama-tama saya akan mengenalkan yang berada di sebelah saya ini kakak kandung saya Namanya Hasan dan disebelahnya istri beliau namanya Khadijah, serta di sebelah lagi itu keponakan saya namanya Iqbal yang akan melakukan ta’aruf dengan putri bapak “ ucap pak Harun sambil mengenalkan satu persatu yang duduk disebelahnya
“ Iya pak salam kenal bapak ibu, kenalkan nama saya Shauqi dan istri saya namanya Maryam “ jawab ayah Shauqi disertai senyum ramahnya sambil memperkenalkan diri
“ Salam kenal juga pak Shauqi “ jawab pak Hasan disertai senyum ramahnya sambil menangkupkan tangan didepan dadanya
“ Maaf kalau kedatangan kami sekeluarga akan merepotkan bapak sekeluarga “ ucap pak Hasan
Di duduknya Iqbal resah karena saat ini hati dan pikirannya tidak sedang ada ditempat saat ini ia berada
“ Insyaallah kami tidak merasa direpotkan pak “ jawab ayah Shauqi seperti biasa tenang dan ramah
“ Alhamdulillah, saya kesini untuk melanjutkan niat baik yang sebelumnya telah di sampaikan oleh adik saya kepada bapak “ pak Hasan sedikit menjeda ucapannya
“ Insyaallah saya berniat menta’arufkan anak saya dengan putri bapak “ lanjut pak Hasan
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Semoga Syuukaa para Readers 🤗
Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya 😍
__ADS_1
Terimakasih 🤗🙏