Bidadari Subuh

Bidadari Subuh
Badmood


__ADS_3

Lain lagi dengan rutinitas dari keluarga Al-Farizi, Akmal yang suka jogging berkeliling sekitar lingkungan mansionnya atau kalau tidak ia GYM di salah satu ruangan khusus yang ia buat dimansionnya.


Abi Fariz yang suka melihat TV saluran berita di ruang keluarga dengan menikmati secangkir kopi, kalau umi Bilqis pasti nya akan selalu ada di daerah teritorial nya yaiut dapur untuk memasak sarapan pagi untuk keluarga tercinta.


Setelah semua masakan siap dihidangkan umi Bilqis memanggil suami serta anaknya untuk segera sarapan pagi bersama, Abi yang dekat dengan ruang makan segera beranjak dari tempat duduknya menuju meja makan.


Tidak lama kemudian disusul dengan Akmal yang baru turun dari lantai 2 kamarnya, namun penampilan Akmal masih terlihat berantakan belum memakai dasi, dan kemeja nya yang masih belum tertata rapi.


" Assalamu'alaikum kesayangan Akmal " sapa Akmal kepada umi dan abi yang sudah duduk di kursi meja makan menunggu kedatangannya


" Wa'alaikumsalam anak umi yang bandel " jawan umi dengan diselingi semyuman mengejek


" Ayo, thar buruan duduk lalu kita sarapan takut kamu telat ke kantor " ujar abi Fariz menemgahi percapakan anak dan istrinya sebelum drama pagi berlanjut


" Siap abi " jawab Akmal diselingi senyuman


" Mi, Tolong dong Athar ambilin nasi gorengnya " rengek manja Akmal kepada uminya


" Nanti dulu, Abi dulu yang harus umi ambilkan sebelum kamu " jawab umi Bilqis


" Yah, deh Athar antri nunggu antrian " ucap Akmal sambil menurunkan bibirnya ke bawah


" Ya, dong kamu harus nunggu giliran kan sekarang masih giliran abi yang harus dilayani oleh umi nanti baru kamu thar " sahut abi Fariz dengen sedikit tertawa kecil


" Ya ya abi menang " ucap Akmal sambil cemberut


" Lagian kamu ngapain juga minta ambilin istri abi, minta ambilin istri kami dong thar " ejek abi Fariz


" Iya kamu tuh udah waktunya mal nyari menantu buat abi dan umi jadi kamu bakal ada yang ngurusin dari makan sampai penampilan " sahut umi Bilqis sambil mengambilkan nasi goreng permintaan Akmal


" Bener tuh thar dengerin umi kamu bilang " abi Fariz ikut ngomporin suasana pagi ini biar anaknya segera mencari istri


" Hmm itu lagi yang dibahas " Akmal menghela nafas panjang

__ADS_1


" Abi sama Umi sudah tua thar pengen segera menggendong cucu " ucap umi Bilqis menambahkan alasan kuat agar anak tunggalnya segera mencari menantu untuknya


" Insyaallah nanti kalau sudah ada yang cocok dan klik athar bakal segera kenalin ke abi dan umi " jawab Akmal sambil menyuapkan sarapannya ke mulut


" Janji ya thar segera loh " tegas umi Bilqis kepada Akmal


" Insyaallah umiku sayang " ucap Akmal menyanggupinya diselingi dengan senyumannya


" Ya, sudah ayo lanjutin sarapannya biar nanti tenaganya full buat nyari calon istri " kata umi Bilqis sambil terkekeh kecil melihat wajah anaknya yang sdh agak lecek seperti penampilannya


Selesai sarapan Akmal berpamitan kepada orangtuanya untuk berangkat ke kantor, Abi sudah jarang ke kantor karena sudah ada Akmal yang akan menghandle jadi beliau hanya ke kantor kalau dibutuhkan kehadirannya dalam mengambil keputusan yang sangat penting.


Sebelum menuju ke arah garasi Akmal memperbaiki penampilannya terlebih dahulu agar terlihat rapi dibantu oleh sang umi, setelah penampilannya rapi ia bergegas menuju ke garasi untuk mengambil mobilnya.


Mobil Range Rover kesayangannya yang setia menemani ia kemana mana selama ini sudah siap dikendarai untuk membelah jalanan macet ibu kota Jawa Timur.


Di sepanjang perjalanan menuju kantor mood Akmal ambyar tidak karuan, ia kepikiran dengan obrolan tadi pagi bersama dengan abi dan uminya meskipun sudah sering kali didesak oleh orangtuanya tersebut untuk mencari istri tapi kali ini perasaannya sedikit terusik.


Dengan memasang wajah dingin dengan tatapan tajam ia memasuki lobi kantor dan berjalan menuju ruangannya dilantai atas menggunakan lift khusus pejabat tinggi kantor, sesampainya di depan ruangan khusus Direktur Utama ia sudah disambut dengan tumpukan berkas- berkas yang harus segera di tindak lanjuti.


Sudah beberapa menit mencoba memfokuskan pikirannya terhadap tumpukan berkas-berkas di depannya selalu saja ia gagal karena masih kepikiran obrolan tadi pagi dengan umi dan abi.


Mood Akmal kali ini susah untuk dikendalikan, ia memutar kursi kebesarannya untuk menghadap pemandangan kota yang saat ini terlihat padat dan menerawang jauh melihat gumpalan awan yang bertaburan di langit untuk merefresh pikiran yang sedang tidak karuan.


Sepersekian detik kemudian mata Akmal terpejam untuk menjelajah ke alam mimpi, Bashir asisten sekaligus Sahabatnya sejak tadi sudah mencoba untuk mengetuk pintu ruangan Akmal namun tidak ada jawaban dari dalam jadi khawatir dengan keadaan sahabatnya tersebut.


Tok...Tok...


" Mal Akmal " Bashir menggedor pintu ruangan Akmal


Ceklek ....


Kriet ....

__ADS_1


" Astaghfirullah malah molor tuh anak " Gumam Bashir sambil tepok dahi yang mengetahui Akmal yang saat ini sedang tertidur


" Mal, Akmal " Bashir menepuk halus bahu Akmalagar segera bangun


" Eugh Hmmm " Akmal mulai meneherjapkan matanya secara perlahan


" Bro loe kenapa ? baik- baik aja kan ? loe ndak lagi sakit kan ? " serbu Bashir dengan banyak pertanyaan kepada Akmal yang masih ngumpulin nyawa lagi untuk bangun


" Woi satu- satu napa tanya nya " jawab Akmal sambil memasang wajah kesal


" Maap deh kalau gue gangguin istirahat loe tadi, emang loe kenapa sih bro wajah udah kucel banget kayak cucian belum di setrika " ledek Bashir


" Nggak tau nih hari ini gue badmood lagi nggak pengen ngapa-ngapain " terang Akmal kepada Bashir


" Napa tumbenan loe kayak gini "


" Nggak tau kenapa obrolan umi dan abi tadi pagi tentang segera nyari istri bikin gie kepikiran gtu shir " jelas Akmal sambil menampakkan wajah yang sayu


" Tumbenan loe baperan man " ledek bashir lagi


" Makanya itu gue juga nggak tau shir "


" Gampang mal tinggal loe cariin aja gitu aja loe bingung "


" Gampang udel loe, emang mau nyari cilok bisa tinggal beli dimana aja " wajah Akmal sudah mulai kesel dengan saran yang diberikan oleh sahabat sontoloyo


" Wkwkwkwkwkwk " seketika pecah tawa Bashir melihat sahabatnya lagi bingung kali ini gara-gara didesak orang tua nya buat segera mencari seorang istri.


- Semoga Syuukaa para Readers 🤗


Jangan lupa kasih jejak like dan komen nya 😍


Terimakasih 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2