Bidadari Subuh

Bidadari Subuh
Numpang Sarapan


__ADS_3

Didalam kamar yang luas terlihat seseorang yang masih enggan membuka mata meski tidak bisa tidur dengan nyenyak sejak beberapa hari kemarin ia masih setia bergelung di atas ranjang yang empuk disertai selimut hangat, membolak balikkan badan ke kanan kekiri dengan pikiran yang sedanh melalang buana memikirkan seseorang gadis yang telah berhasil membuat jantungnya berdebar kencang.


Tanpa ia tau bahwa para sahabatnya sedang bertandang ke rumah, selesai menceritakan yang saat ini telah dialami oleh Akmal kepada umi dan abi Bashir menunggu kedatangan yang lain dengan ditemani oleh abi di taman halaman rumah, karena umi sudah masuk ke dalam rumah untuk memasak sarapan untuk para tamu sang anak.


Sepersekian menit Bashir terlibat perbincangan seru dengan abi tentang berbagai macam topik, terdengar suara deru motor berhenti didepan pagar rumah lalu tidak lama terlihat Daffa dan Haidar masuk dengan mendorong motor mereka masing-masing dengan dibantu oleh pak Eko dan pak Joko dari belakang.


Melihat motor Bashir yang sudah terparkir rapi di garasi mereka berdua lalu mencari keberadaan Bashir, dan Akhirnya menemukan seseorang yang mereka cari sedang asyik ngobrol dengan abi di taman pojok halaman rumah tersebut, dengan langkah pasti mereka melangkah ke arah Bashir dan abi berada.


“ Assalamu’alaikum Abi “ sapa Daffa dan Haidar


“ Wa’alaikumsalam “ jawab abi dan Bashir serempak


“ Woi abi aja yang di sapa gue ndak kalian sapa “ protes Bashir ke Daffa dan Haidar


“ Biasa aja kali ndak usah sewot gitu “ ucap Daffa sambil dudul di sebelah Bashir sambil mencolek dagu Bashir dan Haidar duduk di samping abi karena hanya kursi di dekat abi yang kosong


“ Udah pada dating semua nih, udah komplit kan personil nya hehehehe” canda abi melihat kedatangan para sahabat sang anak


“ Alhamdulillah sudah abi “ jawab Haidar santun


“ Yuk, kita sarapan dulu atau mau bangunin Athar dulu “ ajak abi


“ Sepertinya lebih enak kita bangunin Athar dulu bi “ jawab Bashir


“ Boleh silahkan kalian bangunin Athar dulu di kamarnya nanti abi sama umi tunggu di meja makan ya “ ucap abi sambil beranjak berdiri


“ Siap abi “ jawab kompak ketiganya


Mereka Bersama-sama menuju ke dalam rumah hingga abi berbelok ke meja makan dan mereka bertiga melanjutkan langkah ke arah tangga lantai 2 untuk ke kamar Akmal untuk mengusik kenyamannya.


Tok…tok…tok…


Ceklek


Kriet

__ADS_1


Didalam kamar yang luas tersebut remang-remang karena masih menggunakan lampu tidur saja untuk pencahayaannya dan tirai jendela kamar masih tertutup rapat, dan terlihat pemilik kamar yang masih dengan nyaman bergelung di bawah selimut hangat.


“ Woi bangun mal “ Daffa sudah berada di atas ranjang dan menggoyang-goyangkan tubuh Akmal dan membuka selimut Akmal agar dia terganggu


“ Hmmm “ respon Akmal yang masih enggan membuka mata


“ Bangun dong mal kita udah pada disini nih mau minta sarapan ke rumah loe “ dengan suara cemprengnya Daffa masih setia membangunkan Akmal


“ Hmm ngapain sih loe daffa kesini ganggu aja “ Akmal masih setia memejamkan mata


“ Bro bangun dulu yuk udah ditungguin sama abi umi sarapan nih “ Bashir mencoba untuk membangunkan Akmal


“ Ada kalian berdua juga ternyata gue kira nih bocah sendirian kesini “ akhirnya Akmal membuka mata dan semakin terkejut dengan kedatangan para sahabat yang full member hehehehe


“ Makanya buka dulu mata nya mal “ ucap Haidar


“ Iya nih udah dibuka “ Akmal sambil memelototkan mata ke arah mereka bertiga


“ Shir giman udah loe sampaikan ke mama kan ? terus bagaimana tanggapan nya ? apa mama sudah menyampaikan ke keluarga Azizah atau belum ? “ serentetan pertanyaan langsung di ajukan Akmal ke Bashir


“ Kita sarapan dulu yuk udah ditungguin abi sama umi di bawah nih “ ucap Bashir


“ Bener bro mending kita sarapan dulu “ Haidar mencoba untuk membujuk Akmal


“ Yuk, lah daripada nanti gue loe demo rame-rame, kalian ndak asyik kalau kalian lagi laper hehehehe “ menyetujui usulan para sahabatnya


Akhirnya mereka berempat kebawah menuju ke meja makan disana sudah ada abi dan umi duduk manis menunggu kedatangan mereka, satu persatu dari keempat bujang duduk di kursi lalu dengan ramah abi mempersilahkan mereka untuk mengambil menu sarapan yang sudah disediakan oleh umi ada nasi goreng, nasi putih, ayam goreng, telor dadar, acar dan tidak ketinggalan kerupuk.


Pertama umi mengambilkan sarapan untuk abi sang suami lalu mempersilahkan mereka untuk untuk bergantian mengambil sarapan sesuai dengan selera mereka, Daffa gercep mengambil nasi goreng di tambah ayam dan kerupuk, lalu disusul Bashir yang mengambil nasi goreng telur dadar ditambah acar tidak ketinggaln kerupuk, setelahnya Haidar mengambil nasi goreng kompak dengan kedua sahabatnya sebelumnya ditambah dengan telu dadar dan kerupuk.


Melihat para sahabat sang anak sudah mulai memakan sarapan namun tidak dengan Akmal yang masih setia hanya menatap para sahabatnya melahap sarapan mereka membuat umi Balqis akhirnya mengambilkan sarapan untuk sang putra nasi goreng dan kerupuk, dengan masih malas Akmal mulai menyuapkan sarapan yang telah diambilkan umi karena Akmal merasa tak enak hati untuk tidak memakan sarapan yang telah diambilkan oleh umi.


Beberapa menit berlalu mereka semua telah menghabiskan sarapan enak yang telah dihidangkan oleh umi Bilqis, keempat bujang itu pun akhirnya beranjak ke gazebo belakang rumah untuk melanjutkan kegiatan rutin mereka yaitu ngerumpi ria (hehehehe) dengan ditemani oleh beberapa camilan (keripik kentang, cookies) dan beberapa minuman (jus dan air putih)


“ Shir ayo buruan ngapa gue udah ndak sabar tau denger informasi dari loe tentang yang gue minta bantuan ke loe “ Akmal sudah menarik sebelah tangan Bashir lalu mendudukkannya di gazebo, hal tersebut membuat Daffa dan Haidar hanya heran karena tidak biasanya Akmal berlaku seperti itu

__ADS_1


“ Sabar dong bro “ jawab Bashir santai


“ Gue udah ndak sabar dari sejak jum’at malam sampai tadi malam gue kepikiran sama hal itu dan membuat tidur gue ndak tenang “ jelas Akmal


“ Eh tapi bentar deh ngapain loe berdua ikut kesini “ Akmal menatap curiga ketiga sahabatnya


“ Kan gue mau numpang sarapan kerumah loe bro hehehehe“ ucap Daffa dengan cengengesan dan gaya khas yang sedikit slenggekan


“ Ndak gue ndak percaya pasti kalian udah tau kan curhatan gue ke Bashir ? ayo jawab jujur ? roman-roman nya kalian berdua udah tau “ selidik Akmal kepada mereka bertiga


“ Iya, kita udah tau bro tentang curhatan loe ke Bashir tentang perasaan loe ke gadis tetangga sebelah rumah Bashir “ jawab Haidar tenang


“ Nah kan pasti kalian udah tau, loe sih shir bocor kan kemarin gue bilang jangan dibocorin ke mereka berdua huft “ ucap Akmal kesel


“ Calm down bro, sama aja sekarang atau nanti kan mereka pasti tau juga suatu saat nanti “ Bashir berusaha menenangkan Akmal


“ Udah loe ndak usah malu gitu ndak pantes tau udah tua juga pakai malu segala kalau ke gap suka sama seorang gadis kayak anak kemarin sore aja loe bro “ ejek Daffa


“ Ya, udah deh mau gimana lagi nasi udah pada kalian makan juga barusan “ akhirnya Akmal dengan legowo menerima kalau mereka tau tentang perasannya kepada Azizah


“ Udah mulai oleng nih anak guys “ seloroh Daffa


“ Loe diem dulu ya daf, gue mau menyimak info dari Bashir ini penting banget bagi kelangsungan masa depan gue “ Akmal menutup mulut Daffa secara paksa dengan sebelah tangan


“ Apa loe udah siap dengan segala info yang akan gue sampaikan ? “ tanya Bashir serius menatap wajah Akmal yang antusias mendengarkan


“ Loe harus bisa bersikap dewasa dengan apa yang akan loe dengar bro “ tambah Haidar


“ Insyaallah gue siap bro dengan segala info yang akan disampaikan oleh Bashir “ Akmal meyakinkan para sahabatnya


 🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Semoga Syuukaa para Readers 🤗


Jangan lupa kasih jejak like, komen dan favorit nya 😍

__ADS_1


Terimakasih 🤗🙏


 


__ADS_2