
...~Happy Reading~...
"Kenapa sih murung terus?" tanya Valen saat jam istirahat sudah tiba.
Memang sejak tadi, sepanjang pelajaran berlangsung, Bintang hanya diam dan sangat jarang menyimak penjelasan guru.
"Gapapa, gue laper. Kantin yuk," ajak Bintang setelah menarik napas nya panjang.
"Come on! Gue juga laper!" seru Jihan langsung menggandeng lengan kedua sahabat nya.
Drrtt... Drrtt...
"Kalian duluan aja deh. Gue angkat telfon dulu, nanti gue nyusul!" ujar Bintang menghentikan langkah, ia memperlihatkan nama Bunda nya yang tertera di layar ponsel, membuat kedua sahabat nya mengerti dan menuruti kemauan Bintang.
"Assalamu'alaikum Bunda," ucap Bintang saat sudah menjawab panggilan telfon itu.
Tidak lama Bintang dan bunda Jingga berbicara. Akhirnya Bintang segera memutus sambungan telfon dan bergegas menuju kantin untuk menyusul kedua sahabat nya.
__ADS_1
Bintang berjalan seorang diri sambil memainkan ponsel nya. Ia masih membalas pesan dari sang Bunda, hingga tiba tiba langkah nya terhenti saat ada yang melemparkan sebuah balon berisi air padanya.
Byurr!
Sontak Bintang langsung mengangkat ponsel nya agar tidak basah terkena air. Mulut nya menganga dan menatap sekitar, siapa yang sudah dengan iseng mengerjai nya.
Plok.. Byurr!
Bukan hanya satu atau dua kali, namun ternyata banyak yang melemparkan nya dengan balon tersebut.
"Maksud kalian apa sih hah!" bentak Bintang begitu marah dan langsung menatap tajam pada sekeliling nya.
"Bukan nya lo pacaran sama ketua OSIS itu? Dan ternyata lo selingkuh sama Angkasa, wow!"
Suara tepuk tangan begitu ricuh terdengar di telinga Bintang. Membuat gadis itu langsung mengepalkan tangan nya dengan erat.
"Auwhhhh sakitt!" pekik Bintang saat dengan tiba tiba rambut nya di jambak ke belakang.
__ADS_1
"Gue penasaran, lo pakai pelet apa sampai bisa macarin dua cowok populer sekaligus di sekolah ini?" tanya gadis itu dengan sinis.
"Lepas! Gue gak ngerti sana maksud lo!" seru Bintang berusaha melepaskan tangan gadis itu.
"Hahaha gak usah sok suci deh lo. Harusnya, lo itu tau diri, udah punya cowok sebaik Bima, harusnya lo terimakasih. Diem aja udah, ngapain pakai kegatelan sama Angkasa segala hah!" bentak nya dan semakin menarik rambut Bintang hingga membuat gadis itu semakin menjerit menahan sakit.
"Asal lo tau ya, Angkasa itu milik gue!" imbuh nya sedikit berbisik, "Dan gue juga mau kasih tahu sama lo, karena kelakuan lo sama Angkasa, cowok lo juga berselingkuh di belakang lo! hahahaha!" imbuh gadis itu lalu tertawa begitu kencang.
"Jes! Kayaknya kita gak perlu bahas itu deh!" ucap seorang gadis lain nya.
"Biarkan saja, lagipula kita tidak di bayar sama Tania. So, biarkan saja itu urusan dia sama cewek ini," ujar gadis bernama Jesy itu menatap sinis pada wajah Bintang yang sudah memerah.
"Tania?" gumam Bintang pelan memejamkan mata nya, "Lepasin gue!"
"Ini adalah peringatan terakhir buat lo, jauhin Angkasa atau gue bisa berbuat lebih dari ini!" ucap Jesy yang semakin erat menjambak rambut Bintang, "Lo tau kan, bokap gue orang penting di sekolah ini. Jadi, kalau lo mengabaikan ancaman gue ini, maka gue pastiin lo bakal di tendang dari sini!" ancam nya, lalu Jesy mendorong kepala Bintang hingga membuat gadis itu tersungkur ke lantai.
Untuk pertama kalinya, dirinya mendapatkan perlakuan yang sangat tidak menyenangkan di sekolah nya sendiri. Inilah yang paling ia takutkan sejak dulu.
__ADS_1
Angkasa bukanlah laki laki biasa. Ia menolak dekat dengan nya karena laki laki itu memiliki fans yang cukup banyak dan juga fanatik.