BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Siapa Alice


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Cklek!


"Dokter, bagaimana keadaan anak kami?"


"Bagaimana Kara?"


"Kiano, Kara baik baik aja kan?"


Pertanyaan beruntun yang datang dari keluarga Bintang atau Kara. Ya, tentu saja, orang tua angkat maupun kandung, kini sudah berkumpul di depan ruang UGD untuk menunggu dokter keluar dan memberikan hasil.


"Kak, luka yang di alami Kara cukup serius. Ada pendarahan di otak yang cukup parah. Kita harus mengoperasi nya," ucap Kiano dengan lirih.


"Astaghfirullah," seketika itu juga, tubuh Naura dan juga Jingga langsung luruh ke lantai. Beruntung, mereka memiliki suami siaga yang selalu sigap untuk membantu menahan tubuh mereka.


"Selain itu, mungkin Kara akan mengalami kelumpuhan pada kaki nya. Tidak permanen, masih bisa di sembuhkan. Hanya saja akan memakan waktu yang cukup lama," imbuh Kiano yang membuat hati kedua ibu itu bagai tersambar petir di siang bolong.


"Bintang Mas, hiks hiks. Bintang," racau bunda Jingga semakin terisak di pelukan suami nya.

__ADS_1


"Bintang akan baik baik saja, kita berdoa ya," ujar Langit yang juga gak kuasa menahan air mata nya, ia semakin mengeratkan pelukan pada istrinya.


"Berapapun biaya nya, aku akan membayar, tapi tolong selamatkan putri ku," ucap ayah Langit tiba tiba membuat semua orang langsung menatap nya, "Sembuhkan dia," imbuh nya lirih.


"Ini bukan masalah pada biaya. Hanya saja waktu dan takdir yang akan menentukan nya," jawab Kiano lalu menghela napas nya berat.


Drrtt... Drrtt... Drrtt...


Suara getaran ponsel pada saku nya, membuat Langit segera mencari keberadaan ponsel itu dan mengangkat nya.


"Halo," jawab nya langsung saat melihat nama putra nya yang tertera di sana.


"Baiklah, ayah akan ke sana sekarang!" Langit pun segera mematikan sambungan telfon itu, dan kembali memasukkan ponsel ke dalam saku.


"Kenapa Mas?" tanya bunda Jingga menatap suami nya.


"Orang yang menabrak Bintang, adalah Alice. Kamu masih ingat?" kata ayah Langit menjawab pertanyaan bunda Jingga dengan pertanyaan lagi.


"Alice? Bagaimana bisa?" gumam bunda Jingga lirih.

__ADS_1


"Siapa Alice?" tanya papa Ken langsung menatap laki laki paruh baya di depannya.


Ayah Langit pun akhirnya menceritakan tentang siapa Alice. Yang seorang mantan yang begitu terobsesi dengan Angkasa. Dulu, Alice pernah membuat masalah, dan sudah di masukkan ke dalam penjara.


Namun, karena saat itu usia Alice masih di bawah umur, jadilah ia di bawa ke LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak). Berharap bahwa gadis itu akan jera, akan tetapi setelah hampir tiga tahun ia di bebaskan. Ternyata hukuman itu sama sekali tidak membuat nya jera.


Usia Alice memang masih kecil, namun pikiran nya sangat dewasa. Dan ia memang jika sudah terobsesi akan suatu hal, maka akan ia dapatkan dengan sepenuh hati.


Dan kini, Angkasa mengatakan bahwa Alice dengan suka rela tidak akan takut bila di bawa ke penjara. Hal yang membuat ayah Langit semakin murka dan marah.


Hukuman apa yang pantas untuk Alice karena sudah tega menyakiti putri nya, sedangkan penjara saja tidak membuat gadis itu merasa jera.


"Dimana dia sekarang? Jika kalian tidak bisa menangani nya, biar aku saja yang turun tangan!" ucap papa Kenzo dengan raut wajah datar nya. Rahang nya mengeras, sorot mata nya begitu tajam dengan tangan yang terkepal kuat, seolah siap untuk menghajar siapapun.


"Ken, jangan—"


"Ssstt, kamu diam disini Sayang. Raka akan menemani kamu. Aku akan melihat dan bertemu dengan anak itu, dan jika memang aku tidak bisa menangani nya, akan ku serahkan pada Clayton!" ucap Kenzo lembut kepada istri nya, lalu ia segera bergegas pergi bersama dengan Langit menuju tempat dimana Angkasa dan Alice berada.


...~To be continue... ...

__ADS_1


__ADS_2