
...~Happy Reading~...
Dengan cepat, Angkasa segera mengangkat tubuh bunda nya dan membawa nya ke dalam kamar. Sedangkan Bintang, ia segera menghubungi ayah nya yang entah sedang berada dimana saat ini. Raka? Laki laki itu hanya bisa diam dan bertanya tanya, mengapa harus seperti ini? Berbagai pikiran melayang di kepala laki laki itu.
Dirinya dan keluarganya tidak ada yang berniat mengambil Kara, mereka hanya ingin menjalin silaturahmi, dan juga keluarga Nolan justru akan sangat berterimakasih kepada keluarga Gaharu. Namun mengapa respon nya seperti itu? Batin Raka dalam hati.
“Bagaimana?” tanya Raka saat melihat Bintang sudah keluar dari kamar bunda nya.
“Gue takut hiks hiks hiks,” tangis Bintang seketika langsung pecah di hadapan Raka, dan dengan cepat, laki laki itu segera memeluk saudara kembar nya, berusaha untuk menenangkan nya.
Raka cukup paham dan mengerti dengan apa yang di rasakan oleh saudara kembar nya. Namun ia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini, ia hanya berharap bahwa semua akan baik baik saja.
__ADS_1
“Oke gue tahu kalian saudara kembar, tapi jangan peluk peluk kaya gitu juga! Risi lihat nya, gue masih bocil!” ucap Angkasa yang tiba tiba datang dan melepaskan pelukan antara Raka dan Bintang.
“Ngapain lo disini?” tanya Raka langsung menatap tajam pada Angkasa, ia belum tahu bahwa Angkasa adalah adik angkat Bintang, karena saat pertemuan pertama mereka saat itu, Angkasa mengaku sebagai kekasih Bintang, bukan adik.
“Suka suka gue lah, harusnya yang nanya gue, lo ngapain disini?” balas Angkasa sengit.
“Kara, siapa dia?” tanya Raka langsung menatap adik nya.
“Namanya Bintang bukan Kara!” saut Angkasa tak suka.
“STOP!!!” sentak Bintang langsung menutup mulut kedua laki laki di samping kanan dan kiri nya dengan menggunakan tangan. Ia menarik napas cukup panjang, kepala nya sudah pusing memikirkan bunda nya yang masih di periksa oleh dokter. Dan kini, dirinya harus di buat pusing lagi oleh dua laki laki yang berstatus kakak dan juga adik angkat nya.
__ADS_1
“Kalian bukan anak kecil!” imbuh Bintang dengan suara pelan tertahan, “Sa, bisa anteng sebentar gak?” Bintang menatap tajam pada Angkasa, “Dan lo Ka, tolong jangan emosi! Lo bukan Arga yang bisa bersikap kekanak kanakan! Inget lo itu udah besar, bahkan sudah bisa main bola. Malu!” cetus nya mendengus saat melirik ke arah Raka.
“Jangan bawa bawa itu dong, dia aja yang ngeselin, datang datang rusuh ngajak ribut!” saut Raka tak terima di salahkan, “Kenapa gak lo suruh pulang aja sih dia!”
“Gue mau pulang kemana anjir, ini rumah gue!” cetus Angkasa seketika membuat Raka tersadar dan diam.
“Ra, jangan bilang kalau lo dan bocah sialan itu sama seperti gue dan Ryana?” tuduh nya yang mengira bahwa Angkasa adalah suami dari adik nya. “Bilang sama gue Ra, gak mungkin kan? Gue gak mau punya ipar lucknat gak tau diri kaya dia!” imbuh Raka menunjuk wajah Angkasa.
Deg!
Benar, apa yang di katakan oleh Raka benar, batin Angkasa. Laki laki itu adalah kakak kandung Bintang, otomatis bila kelak dirinya menjalin hubungan dengan Bintang, ia harus mendapatkan restu keluarga kandung nya, termasuk Raka.
__ADS_1
‘Shittt!’ umpat Angkasa dalam hati, ‘Kenapa Bintang harus punya kakak kaya dia sih!” cetus nya mendengus.
...~To be continue .......