
...~Happy Reading~...
"Willy sialan! Awas aja kalah ketemu, aku bunuh kamu!" umpat Bintang langsung mengepalkan tangan nya erat saat menyadari bahwa dirinya memang di bohongi oleh sepupu nya.
"Bi," panggil Angkasa tiba tiba membuyarkan lamunan Bintang.
"Jadi?" tanya Angkasa saat gadis itu menoleh.
"Jadi apaan?" kata Bintang langsung mengerutkan dahi nya, "Jadi kamu batal ke luar negeri maksud nya?"
Angkasa langsung mendengus dan memejamkan mata nya sebentar, "Jadi bagaimana ungkapan kamu tadi. Bisa gak sih Bi, kamu serius sedikit aja. Bikin aku seneng itu pahala nya gede loh, serius!" imbuh Angkasa menatap kekasih nya dengan penuh permohonan.
"Coba kamu duluan yang nyatain ke aku. Kamu tembak aku atau lamar ulang aku, nanti aku jawab!" ucap Bintang dengan wajah datar nya hingga membuat Angkasa langsung menatap kekasih nya dengan tatapan aneh.
Dulu, Angkasa sudah sering menyatakan perasaan, ungkapan cinta hingga melamar Bintang. Saat sendiri, di depan teman, sahabat bahkan di depan semua keluarga. Namun gadis itu hanya memberikan nya respon biasa.
Dan kini, gadis itu menginginkan dirinya menyatakan perasaan ulang. Apakah ini yang di sebuah dengan reka ulang? batin Angkasa berdecak.
__ADS_1
"Kamu gak lihat aku lagi sekarat gini ya Bi?" tanya Angkasa dengan wajah memelas nya.
"Yang sakit badan kamu Sa. Dari tadi mulut kamu masih lancar buat ngomong." kata Bintang masih terus memaksa.
"Astaga, gini banget sih jatuh cinta sama kakak sendiri!" gumam Angkasa langsung menghela napas nya dengan berat.
"Buruan Sa!"
"Iya iya, bawel banget sih ah!" cetus Angkasa, ia berusaha untuk bangkit, mengubah posisi tidur nya menjadi setengah duduk.
"Pelan pelan!" ucap Bintang segera membantu Angkasa untuk duduk.
"Oops, sorry, hehe maaf ya!" ujar Bintang langsung memasang wajah tersenyum.
Untuk sesaat, Angkasa menarik napas nya dengan begitu dalam. Ia menggenggam tangan Bintang dengan begitu lembut, walau sebenarnya, lengan kanan nya terluka.
Saat Angkasa hendak mengeluarkan suara, tiba tiba Bintang menghentikan nya begitu saja.
__ADS_1
"Sebentar Sa. Tunggu sebentar! Jeda dulu," ucap Bintang, ia bangkit dan berjalan menuju pintu lalu membuka nya.
Bintang menyuruh semua keluarga besar nya dan juga para sahabat Angkasa untuk masuk hingga membuat ruang perawatan Angkasa kini sudah penuh oleh tiga keluarga besar sekaligus.
Ya, tiga keluarga besar itu adalah keluarga kandung Bintang, keluarga Angkasa dan satu lagi orang tua Willy yang tak lain dan tak bukan adalah kakak dari bunda Jingga.
"Astaga Bi, kamu mau arisan, kenapa semuanya di suruh masuk?" tanya Angkasa menatap tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh kekasih nya.
"Mumpung ada Om Nathan dan tante Zara juga, jadi sekalian aja aku suruh masuk." jawab Bintang kembali tersenyum lebar.
"Tante denger kamu masuk rumah sakit, makanya mumpung Tante di jakarta, kami datang kesini," ucap tante Zahra yang tak lain adalah ibu dari Willy.
"Anak tante itu yang bikin Asa ada disini!" kata Angkasa berdecak dan mendengus saat mata nya tanpa sengaja menatap ke arah Willy yang nampak langsung bersembunyi di belakang kakak nya.
"Willy?"
"Anak tante yang paling rusuh dan tengil siapa lagi? Gak mungkin kak Raihan kan!" saut Angkasa semakin mendengus kesal.
__ADS_1
"Sa, daripada kamu marah gak jelas sama Willy. Mendingan buruan deh kamu ngomong sekarang, atau aku berubah pikiran!" ancam Bintang seketika membuat Angkasa tersadar akan tujuan kekasih nya untuk mengundang orang se RT ke dalam ruangan nya.
...~To be continue......