
...~Happy Reading~...
"Oh, jadi ini rumah Bintang?" gumam seorang pemuda remaja menatap intens rumah yang baru saja ia datangi.
"Udah ah, jangan kepo, udah sini kunci nya!" pinta Angkasa langsung melemparkan kunci motor kepada sepupu nya.
"Ckckck gue juga jemput pacar gue tau!" cetus pemuda itu yang tak lain adalah Willy.
"Jangan ngerasa kaya punya pacar. Udah sana jalan duluan, hus hus hus!" usir Angkasa seperti mengusir anak kucing.
"Anjirr nyesel banget gue bela belain datang kesini nganter mobil. Lagian nih ya pacar gue lebih segalanya awas aja lo nanti kepincut!" cetus Willy lalu ia segera mengendarai motor milik Angkasa dan pergi.
Tak berapa lama, Bintang juga keluar dari rumah dengan di dorong oleh papa Kenzo.
"Kamu yakin mau berangkat sama dia?" tanya papa Kenzo sedikit melirik ke arah Angkasa.
"Sangat yakin Om!" Bukan Bintang yang menjawab, melainkan Angkasa yang langsung menghampiri Bintang dan papa nya di teras, "Asa akan membawa kak Bintang selamat sampai sekolah. Dan Asa akan menjaga Kakak selalu!" imbuh nya.
"Baiklah, ayo!" Papa Kenzo hendak mengangkat tubuh putri nya dari kursi roda dan membawa nya ke mobil, namun dengan cepat Angkasa menahan dan segera mengambil alih.
"Biar Asa aja Om. Asa masih kuat!" celetuk Angkasa seketika membuat mata papa Kenzo membulat.
__ADS_1
"Kamu pikir saya udah gak kuat buat gendong anak saya sendiri!" seru papa Kenzo dengan tajam menatap Angkasa.
"Eh! Bu—bukan begitu Om. Tapi kan Om udah berumur kalau Asa kan masih muda jadi tukang Asa masih sangat kuat." balas nya lagi sedikit kikuk.
"Oh jadi maksud mu, saya sudah tua! Begitu! Kurang ajar kamu ya!"
Glek!
Angkasa semakin merasa serba salah. Niatnya ingin memperlakukan Bintang dengan romantis, kini justru malah jadi perdebatan tiada akhir dengan calon mertua nya.
"Papa udah ah! Keburu siang," ucap gadis itu yang sudah mulai pusing melihat perdebatan dua laki laki berbeda usia namun sama sama kekanak-kanakan.
Tanpa ia sadari, bahwa dirinya mungkin dulu jauh lebih parah dari Angkasa tentang kerusuhan dan ketengilan nya.
"Iya Pa, Kara berangkat dulu."
Papa Kenzo hanya menganggukkan kepala nya seraya menatap dan mengamati bagaimana Angkasa membawa Bintang masuk ke dalam mobil.
"Kok gue kaya gak rela gitu ya lo cium sama bokap lo?" celetuk Angkasa saat sudah berada di dalam mobil milik Willy.
"Kenapa? Dia papa gue loh!" ucap Bintang langsung menoleh dan mengerutkan dahi nya.
__ADS_1
"Memang bener, tapi dia masih muda. Gue cemburu! Kalau sama Ayah, dia sudah sedikit berumur tapi papa kandung lo, emmtt—"
"Sumpah ya Sa, kalau sampai Ayah denger, Ayah pasti bakal marah banget sama lo! Anak durhaka lo!" cetus Bintang mendengus dan langsung memukul bahu Angkasa.
"Sakit Yank!" pekik Angkasa yang langsung mengusap bahu nya, "Gue kan bicara fakta. Ayah memang sudah tua, sedangkan Bunda masih muda. Kayaknya dulu Ayah itu pedofil deh. Lihat aja umur mereka, jauh banget!"
"Berbeda sama orang tua kandung lo. Om Kenzo dan tante Naura masih sangat muda. Bahkan malah kelihatan kaya kakak lo, cocok banget tuh jadi sugar Daddy!" imbuh Angkasa semakin gila membuat Bintang tak bisa berkata kata lagi.
"Bisa ulangi kata kata lo gak? Gue siapin HP nih buat record!" ucap Bintang dengan raut wajah datar nya.
"Bercanda Sayang, gitu aja kok marah, cium dulu dong. Biar bekasnya om Kenzo hilang, Cup!"
Angkasa langsung mengecup kening Bintang, dimana tadi Kenzo mencium nya. Namun, bukan Angkasa namanya jika benar ia mencium kening Bintang saja.
Nyatanya, ia sangat memanfaatkan keadaan lampu lalulintas yang berwarna merah. Hingga ciuman itu semakin turun merambah ke mata, hidung dan terakhir berlabuh pada bibir ranum merah muda milik pujaan hati nya.
...~To be continue... ...
...Maaf ya, dari kemarin Mommy susah update. Mommy lagi gelut sama sinyal im3. Jadinya Mom ngambek dan gak mau main HP apalagi nulis 😭😭...
...Semoga hari ini sinyal mendukung dan gak ngajak ribut kaya kemarin lagi. ...
__ADS_1