
...~Happy Reading~...
"Perasaan akhir akhir ini, lo udah jarang banget kasih bisikan sesat ke kita?" ucap Valdo yang tiba tiba mendudukkan diri di depan Angkasa dan Willy.
"Lo nanya ke siapa?" tanya Willy berdecak.
"Yang merasa aja, emang di antara kalian siapa yang suka ngasih bisikan sesat, buat ngajak bolos?" kata Valdo ikut berdecak, karena sahabat nya tidak peka.
"Gue lagi mau fokus. Pokoknya tahun ini gue tahun lulus," ucap Angkasa dengan tegas dan yakin, seketika membuat Willy yang sedang meminum minuman kaleng nya langsung menyembur dan tersedak.
Uhukkk uhukkk huukk!
"Anjinggg!" umpat Valdo dengan begitu kesal lantaran minuman Willy terjun bebas ke arah wajah nya.
"Sorry Val, gue gak sengaja. Nih si anak soang kesambet gitu gue jadi terkejut kan!" ucap Willy langsung memberikan tisu kepada sahabat nya.
__ADS_1
"Tisu siapa ini? Lo sekolah bawa tisu?" tanya Valdo mengerutkan dahi saat ternyata Willy memberikan nya tisu.
"Oh enggak lah. Emang gue cewek!"
"Terus ini punya siapa?"
"Gak tau, gue comot di laci sebelah!" ucap nya dengan santai.
"Anjirr emang nih bocah!" sungut Valdo langsung melemparkan tisu bekas nya ke arah Willy.
"Sudah sudah jangan berteman lagi!" ucap Angkasa tiba tiba membuat kedua sahabat nya langsung melotot tajam.
"Ya itu maksud gue. Udah deh, mending kalian belajar, biar bisa ikut lulus bareng gue!" kata Angkasa sok bijak.
"Anjir emang nih bocah! Minta di cipokk sama truk kontainer kayaknya!" ucap Willy langsung menatap datar pada sahabat sekaligus sepupu nya, "Lo sadar gak sih Sa. Kita ini baru kelas sepuluh ya gak mungkin kita bisa lulus tahun ini. Ckckckx kadang kadang ya nih bocah!" imbuh nya berdecak dan menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Bisa! Pasti bisa!" kata Angkasa dengan sangat yakin
"Yaiyalah bisa, lo anak pemilik sekolah. Jangankan tahun ini, besok lo lulus aja juga pasti bisa?" cetus Valdo mendengus kesal.
"Untuk kali ini, gue main jujur. Gue gak mau bergantung sama bokap. Meskipun bokap maksa, tapi gue udah berubah. Dan gue yakin kalau gue bisa lulus tanpa campur tangan dari bokap gue!" jelas Angkasa panjang lebar, tentu saja ia sedikit berbohong. Karena pada dasarnya, ayah Langit justru tidak mau membantu Angkasa, karena ia tidak rela bisa putri kesayangan nya menikah dengan anak kandung nya.
Kalau bukan permintaan bunda Jingga. Tentu saja ayah Langit akan menolak keras. Namun apa boleh buat, jika istri nya sudah berbicara dan membuat keputusan. Lagipula memang tidak ada salah nya jika Bintang dan Angkasa menikah.
Di antara mereka tidak ada hubungan darah apapun. Hanya saja, ayah Langit ragu karena melihat tingkah dan sikap anak nya yang begitu bar bar dan slengean seperti istri nya dulu kala.
"Lo kesambet apaan sih Sa?" tanya Valdo kurang yakin.
"Jangan jangan di rumah Bintang ada penunggu nya ya? Makanya lo tadi kesambet di sana dan otak lo sekarang agak anu!" sambung Willy sedikit bergidik ngeri.
"Setannn! Gue serius di ledekin kaya gini gue rusuh lo pada ceramahin gue. Mau lo apaan sih? Gue capek kaya gini tuh gue capek hiks huks hiks." ucap Angkasa begitu mendalami drama dengan berpura pura menangis.
__ADS_1
"Bangsaatt lebay banget lo!" seru Valdo dan Willy bersamaan dan langsung menimpuk kepala Angkasa dengan buku, berharap sahabat nya itu segera sadar dan setan yang merasuki nya segera mengacir keluar dari tubuh Angkasa.
...~To be continue... ...