BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Rencana


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Di dalam mobil kini tangan Angkasa kembali menggenggam jemari tangan Bintang dengan begitu lembut, dan terkadang ia juga mencium nya dengan penuh cinta.


“Mereka sweet banget ya?” ucap Angkasa membuka suara.


“Hemm, Ryana beruntung bisa menikah dengan Raka. Dia laki laki yang bertanggung jawab dan sangat mencintai istri nya,” balas Bintang tersenyum.


Bayangan akan dimana saat Raka dengan telaten mengambilkan air hangat untuk merendam kaki Ryana dan bagaimana cara laki laki itu memperlakukan Ryana dengan begitu lembut dan sangat hati hati, membuat Bintang merasa sedikit iri. Ia berharap, kelak jika waktu nya sudah tiba dirinya hamil, maka Angkasa juga bisa memperlakukan nya seperti itu juga.


“Aku juga beruntung bisa memiliki kamu, BI,” ucap Angkasa tersenyum lalu kembali mencium tangan Bintang, “Aku beruntung karena bisa mendapatkan bintang seperti kamu. Bintang yang sangat indah, cantik dan juga istimewa.”


“Sa, apakah jika kita nanti punya anak, kamu juga bisa kaya Raka?” tanya Bintang langsung menoleh dan menatap Angkasa.

__ADS_1


“Aku bisa melakukan lebih dari itu Sayang. Dan akan ku pastikan kamu bahagia, sangat bahagia menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini!” ucap Angkasa dengan begitu bangga.


“Oh iya, Ryana dan kukubima kembar. Kamu dan Raka kembar, anak Raka dan Ryana jadi kembar tiga. Kalau kita gimana ya nanti? Apakah kita juga bisa mendapatkan bayi kembar?” tanya Angkasa tiba tiba membuat Bintang langsung mengerutkan dahi nya.


“Anak mereka langsung tiga, kalau kita bisa gak sekali hamil langsung empat atau lima. Habis itu udah gak usah hamil lagi, biar kita bisa bebas,” imbuh Angkasa semakin ngawur.


“Aku manusia loh Sa, bukan kucing apalagi kambing! Ya kali sekali hamil langsung segitu banyak nya! Ngaco kamu! Kalau gitu, kamu aja yang hamil!” saut Bintang dengan begitu sewot.


“Aku bercanda Sayang, cup!” ucap Angkasa terkekeh, “Berapapun di kasih sama Tuhan nanti, yang jelas dia harus mirip seperti ku, biar kamu selalu ingat bahwa itu adalah anak ku. Yang memiliki ketampanan tiada tara sejagad raya!” imbuh Angkasa semakin terkekeh.


“Aku mau anak cewek!” saut Bintang tiba tiba, “Gak mau aku kalau punya anak cowok kaya kamu! Playboy, tengil, rese, nyebelin!”


“Tapi ngangenin loh,” ucap Angkasa langsung tersenyum menggoda menatap Bintang.

__ADS_1


Gadis itu hanya memutar bola matanya dengan malas. Selain Playboy, tengil, rese dan nyebelin. Ia sampai lupa bahwa Angka juga sangat narsis.


“Bi, besok kita ke puncak aja gimana?” tanya Angkasa kembai membuka percakapan.


“Tapi besok aku mau ke rumah Papa, Sa!” jawab Bintang menggaruk tengkuk nya.


“Ke rumah Papa kamu sore nya aja, eh atau gak pagi. Pagi lusa tapi. Ayolah Bi, pengen banget ke puncak, ya ya ya, pliss!” ucap Angkasa memohon sampai mengantupkan kedua tangan nya di dagu.


Kini posisi keduanya sudah tiba di kediaman Gaharu, namun masih berada di dalam mobil karena Angkasa masih dalam mode membujuk.


“Cuma dua hari, habis itu aku anterin kamu ke rumah Papa,” imbuh Angkasa masih tidak menyerah, “Sebentar lagi kita menikah Bi. Kita udah gak bisa jalan jalan bebas lagi. Makanya besok kita puas puasin, oke!”


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2