
...~Happy Reading~...
“Bima tunggu!” Panggil Bintang saat melihat kekasih nya hendak memasuki mobil, tentu saja ia bersama dengan Tania.
Untuk sesaat, Bintang terdiam, ia menarik napas nya dengan cukup panjang, menyiapkan kata demi kata yang harus ia ucapkan untuk kekasih nya.
“Ayo putus!” ucap Bintang dengan sekali tarikan napas, “Sepertinya hubungan kita memang sudah tidak sehat!”
“Bukankah suatu hubungan itu antara dua insan yang saling mencintai dan ingin memiliki. Dua insan yang harus berjuang mempersatukan dua hati yang berbeda menjadi satu. Dua insan yang memperjuangkan satu sama lain. Tapi disini, aku merasa hanya aku yang berjuang, tanpa pernah kamu memperjuangkan aku. Kamu—“
“Kamu yakin?” tanya Bima dengan ekspresi wajah datar nya, dengan cepat memotong ucapan Bintang.
Sementara itu, Bintang yang mendengar respon dari Bima, langsung di buat terkejut. Ternyata benar, dirinya sudah tidak ada di hati Bima. Dua tahun lebih waktunya terbuang sia sia, laki laki itu tidak ingin memperjuangkan nya, jadi untuk apa dirinya berjuang, batin Bintang.
“Aku yakin, aku gak mau maksa kamu untuk selalu ada buat aku. Dan juga, aku jua gak mau menjadi penghalang di antara kalian! Have fun, semoga kamu bahagia dengan yang baru, dan terimakasih atas kasih dan sayang yang sudah kamu berikan pada ku selama ini,” ucap Bintang seraya menahan tangis nya, ia segera berbalik dan pergi meninggalkan mobil Bima.
__ADS_1
Sungguh, hatinya terasa sangat sesak, saat permintaan nya langsung di kabulkan oleh Bima. Ia tidak menyangka, bahwa dirinya tidak berarti apapun untuk laki laki itu.
‘Knapa aku begitu bodoh?’ gumam Bintang dalam hati, ‘Kenapa aku harus mencintai kamu Bi, kenapa?’ pekik nya dalam hati.
"Kamu berubah, atau memang inilah perasaan sebenarnya kamu kepadaku? Tapi kenapa hiks hiks kenapa rasanya begitu sakit. Kenapa aku terlalu banyak berharap sama kamu, kenapa aku harus hiks hiks hiks."
Bintang terus berjalan dan sesekali berlari kecil sambil menangis, hingga tanpa ia sadari bahwa ternyata ada sebuah mobil yang mengincarnya sejak tadi. Seorang gadis yang menatap nya begitu marah dan penuh kebencian.
‘Kali ini, lo harus mati!’ gumam nya dalam hati seraya menatap lurus ke depan dimana Bintang yang sedang merasa patah hati.
Namun, baru saja Bintang menoleh, tiba tiba ..
Braakkkk!
Tubuh Bintang langsung terlempar cukup jauh dari lokasi, seketika itu juga dirinya langsung memuntahkan darah segar. Namun meski begitu, gadis itu masih tersadar dan masih bisa melihat dengan pandangan kabur, bagaimana orang orang yang langsung berkerumun ke arah nya. Tak hanya itu, ia juga mendengar suara suara yang terus memanggil nama nya dengan begitu panik dan khawatir.
__ADS_1
Hingga, tak berapa lama akhirnya Bintang kehilangan kesadaran dan pingsan.
“Minggir lo semua!” seru seorang laki laki yang langsung mendorong semua orang agar menjauh, “Ra, bangun Ra, bangun! Kara!”
“Buruan panggil ambulan goblookk!” bentak nya kepada dua laki laki yang nampak masih syok di dekat tubuh Bintang.
Mendengar bentakan dari laki laki itu yang tak lain adalah Raka, membuat kedua laki laki yang tak lain dan tak bukan Angkasa dan juga Bima langsung tersadar dan segera menghubungi ambulan.
“Ra, bangun Ra, bangun! Gue mohon, lo harus bangun! Gue gak mau kehilangan lo lagi, pliss wake up!” Raka menangis sambil memeluk kepala adik nya yang sudah berlumuran dengan darah, sedangkan Angkasa setelah berhasil menghubungi ambulan, ia segera pergi untuk mengejar mobil yang sudah menabrak calon istri nya.
Sementara itu, tak jauh dari tempat kejadian, seorang wanita yang masih mengenakan seragam putih abu abu nya, hanya mampu melihat dari kejauhan sambil meremas kuat tas Selempang nya.
‘Beruntung ya jadi lo, Bin. Banyak yang sayang sama lo, banyak yang perhatian sama lo, bahkan suami dan kakak gue sendiri, juga lebih perduli lo daripada gue!’ gumam nya seraya meneteskan air mata.
...~To be continue ......
__ADS_1