
...~Happy Reading~...
Keesokan harinya, keluarga Nolan memutuskan untuk mendatangi kediaman Gaharu. Raka sudah menceritakan semuanya kepada orang tuanya bagaimana keadaan di sana. Bagaimana sayang nya ibu angkat Bintang sehingga langsung pingsan saat melihat kedatangan nya.
Maka dari itu, Raka memberitahu ibu nya agar lebih hati hati dalam berbicara.
"Sebelumnya, kami ingin mengucapkan terimakasih karena kalian sudah menolong putri kami. Berkat kalian, putri kami tumbuh menjadi gadis yang begitu baik, lembut dan juga cantik. Kami benar benar berterimakasih akan hal itu," tutur Naura membuka suara.
Naura juga menceritakan semua kronologi kecelakaan yang menimpa nya kala itu, membuat nya kembali merasa sesak saat mengingat bagaimana beratnya ia menjalani hidup tanpa putri nya.
Tentu saja, hal itu membuat hati Jingga merasa sedikit sesak, ia juga seorang perempuan. Seorang Ibu, jadi ia tahu betul bagaimana perasaannya Naura. Namun, dirinya masih ingin egois, ia masih ingin memiliki Bintang. Ia tidak mau di pisahkan dari putri nya.
"Kami sudah mencari Kara kemana mana. Dan kami tidak bisa menemukan nya sama sekali, sampai saat Raka tiba tiba pulang sekolah dengan membawa Kara. Hiks hiks, putri ku sudah pulang. Tuhan mengembalikan putri ku hiks hiks," imbuh Naura semakin terisak, membuat Kenzo yang berada di sebelah nya langsung memeluk Naura dengan erat.
__ADS_1
"Saya tidak akan mengambil hak kalian. Kara masih akan tetap menjadi putri kalian, karena kalian lah yang merawat nya belasan tahun. Tapi saya mohon, berikan saya kesempatan untuk bisa merawat nya juga." pinta Naura menatap Jingga dan Langit bersamaan.
"Saya juga sudah memikirkan ini matang matang sejak kemarin. Kami juga tidak akan melarang Bintang untuk menemui kalian. Karena biar bagaimana pun, kalian lah orang tua kandung Bintang. Maka dari itu, kami memutuskan untuk menikahkan mereka!" ucap Jingga seketika membuat tangis Naura terhenti.
"Ma—maksud nya? Mereka siapa?" tanya Naura terkejut.
"Bintang sudah menemukan orang tua kandung nya. Kalian lebih berhak atas Bintang daripada kami, tapi... " Jingga melirik ke arah suami nya yang terlihat diam sejak tadi.
"Tapi.. ?" Naura mengerutkan dahi nya, menunggu lanjutan dari kata kata Jingga.
"Karena saya tidak bisa menjadi ibu kandung Bintang, jadi saya putuskan untuk menjadi ibu mertua nya saja!" jelas Jingga tersenyum tanpa beban, seketika membuat Naura dan Kenzo terdiam dan saling menatap.
"Kita nikahkan Bintang dan Angkasa, putra sulung kami. Kami tidak mau berpisah dengan Bintang, begitupun kalian pasti juga menginginkan Bintang kembali bukan? Jadi tolong, berikan restu pada mereka. Biarkan mereka menikah, dan ku rasa tidak ada salah nya kita menjadi besan," imbuh Jingga panjang lebar.
__ADS_1
"Siapa Angkasa?" tanya Naura mengerutkan dahi nya.
"Dia anak sulung saya, yang itu!" Jingga menunjuk ke sebuah foto keluarga nya nyang terpajang di ruang tamu.
Angkasa memang tidak terlihat seperti umur di bawah Bintang. Justru Bintang lah yang terlihat seperti adik Angkasa, membuat Naura dan Kenzo mengira bahwa usia Angkasa di atas Bintang.
"Tapi dia masih sekolah," gumam Naura pelan.
"Tidak masalah!" jawab Jingga cepat, "Dulu saya juga menikah saat masih SMA! Lagipula sebentar lagi kelulusan."
'Belasan tahun anak ku hilang, dan sekarang saat ketemu langsung punya punya besan. Woahh! selain nikah muda kayaknya aku juga bakal jadi kakek muda kalau begini!' gumam Kenzo dalam hati.
...~To be continue... ...
__ADS_1