BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Ulah Angkasa


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Lo gila!” sentak Raka begitu kesal dan langsung menatap tajam pada laki laki di samping nya yang merupakan sang adik kelas.


Kini, kesabaran nya sudah tidak bisa ia tahan lagi. Emosi dan kesal yang sejak tadi sudah ia tahan, kini akhirnya meledak juga saat dengan tiba tiba, bajunya di gunakan Angkasa untuk menjadi sarang cairan dari hidung nya.


“Namanya juga lagi terhura, jadikan spontan gitu aja. Semuanya mengalir begitu saja,” ucap Angkasa pelan dengan memasang wajah memelas tanpa dosa nya.


“Kalian berdua kenapa sih dari tadi gak bisa diem?” gumam Bintang menggeram.


“Bukan gue Ra, tuh lihat baju gue!” Raka langsung menunjukkan lengan kemeja nya yang sudah menjadi pendaratan sempurna cairan dari hidung Angkasa, tentu saja Langit, Maxim dan Bintang langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


“Maaf Om, bukan saya mengajak ribut kepada anak Om. Tapi ini ckckc!” Ingin rasanya Raka menangis tapi tapi tidak mungkin, karena sadar ia bukan anak kecil. Ingin menghajar ? Itu lebih tidak mungkin lagi.

__ADS_1


“Asa! Kenapa kamu seperti itu, astaga?” Bahkan ayah Langit sampai memijit pelipis nya karena tidak menyangka anak nya bisa berbuat sekurang ajar begitu kepada tau.


“Gapapa Yah, kalau dia saudara kembar kak Bintang. Itu berarti dia kakak nya Asa juga, harus ikhlas! Ya kan Kak?” tanya Angkasa tersenyum lebar namun matanya menatap Raka sekolah mengajak ribut.


‘Kalau aja lo bukan adek nya Kara, udah gue lempar lo ke atap!’ umpat Raka dalam hati, namun tiba tiba ia seolah tersadar akan sesuatu, membuat nya lalu kembali menatap pada Angkasa.


“Tunggu, kakak? Kamu adik nya Kara? Tapi waktu itu ememmttt—“ Seolah mengerti dengan pertanyaan yang akan di tanyakan oleh Raka, dengan cepat Angkasa langsung membungkam mulut laki laki yang lebih tua darinya itu dengan tangan.


“Asa, lepasin!” kata Bintang menatap adik nya.


“Ayah, om Maxim, ini sudah hampir malam bukan. Kayaknya, kak Raka harus pulang, ayo kak biar Asa temani keluar!” ucap Angkasa berusaha sekuat tenaga untuk mengajak Raka keluar dari rumah nya.


"Asa tunggu!" pekik Bintang hendak mengejar Asa dan Raka, namun ayah Langit menggelengkan kepala dan segera mengajak Bintang untuk ke kamar menemui bunda nya

__ADS_1


Sementara itu, Asa sengaja membawa Raka pergi. Karena Ia tidak mau bila sampai Raka mengatakan bahwa ia mengaku pacar Bintang di depan ayah nya. Tentu saja, meskipun bisa saja ia mengatakan bahwa itu hanya sebuah candaan, tapi Angkasa tetap takut dan tidak mau bila membuat orang tuanya marah.


Sudah cukup, ayah nya marah karena nilai sekolah nya yang anjlok dan terjun bebas. Ia tidak mau menambahi beban ayah nya dengan pernyataan nya yang mengatakan bahwa Bintang kekasih nya.


“Anjirr, lepasin!” pekik Raka langsung menepis kasar tangan Angkasa dari badan nya.


“Gue suka sama kak Bintang! Dan gue cinta sama dia. Gue bakal perjuangin dia, tapi bukan sekarang! Bunda gue masih syok dengan kedatangan lo yang kaya jailangkung, jangan juga lo buat ayah gue ikut syok dengan mulut ember lo!” ucap Angkasa panjang lebar dengan raut wajah serius.


“Lo—“ Raka langsung terdiam dan mematung, bagaimana bisa Angkasa mengatakan seperti itu. Saat ini, anak itu tengah berada di kelas sepuluh, sedangkan ia dan Kara berada di kelas dua belas. Itu berarti umur mereka berbeda dua tahun, mengapa bisa Angkasa menyukai kakak nya sendiri? Batin Raka dalam hati.


Tanpa Raka tahu, bahwa umur mereka hanya terpaut satu tahun saja, dan Raka masih berada di kelas sepuluh karena ia memang sengaja vakum satu tahun.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2