
...~Happy Reading~...
Drrrtt.... Drrrtt...
Sebuah dering getaran ponsel di atas meja, kembali mengganggu acara curhat dan bertukar kisah antara Bintang dan juga Ryana.
Sudah hampir satu jam, mereka mengabaikan drama Korea yang sedang mereka tonton, menggantikan nya dengan drama kisah masing masing yang ternyata hampir sama memilukan nya.
"Angkat aja dulu, aku mau ke toilet sebentar!" ucap Ryana yang langsung beranjak dari tempat duduk nya, memberikan sedikit ruang untuk Bintang agar bisa mengangkat telfon itu tanpa rasa terganggu akan kehadiran nya.
"Halo," jawab Bintang saat sudah menggeser tombol hijau di layar ponsel nya, "Ada apaan Wil? Jangan paksa gue buat nyusul ke Bandara kaya di drama drama ya! Gak akan mempan! Pokoknya gue gak perduli itu anak mau pergi kek atau mau—"
"Kak Bintang!" gumam laki laki remaja yang ternyata adalah Willy saudara sepupu Angkasa.
Bintang langsung mengerutkan dahi nya saat mendengar suara Willy uang terdengar sangat parau seperti menahan tangis.
"A—ada apa Wil? Jangan macem macem!" ucap Bintang memberikan peringatan dengan suara sedikit bergetar.
__ADS_1
"A—Asa hiks hiks Asa... "
Deg!
Seketika itu juga, jantung Bintang langsung berdetak dengan begitu kencang Tubuh nya menegang dan hatinya terasa begitu sesak.
Padahal, ia belum mendengar kata apapun dari Willy. Laki laki itu hanya menyebut nama Asa saja, namun entah mengapa sudah membuat jantung Bintang berdetak tak menentu.
"Ada apa sih? Bilang yang jelas, jangan kaya orang sekarat deh!" umpat Bintang dengan kesal lantaran Willy hanya menangis terisak tanpa memberikan nya kata yang jelas.
"Angkasa kecelakaan hiks hiks!" pekik Willy yang semakin mengencangkan isak tangis nya, membuat ponsel yang di genggam oleh Bintang seketika itu juga langsung jatuh ke sofa.
"D—dimana sekarang?" tanya Bintang pelan, "Kalian dimana?" imbuh nya dan kini ia sampai berteriak, hingga membuat Ryana yang berada di belakang Bintang terkejut.
"Kara! Kamu kenapa sih? Bikin kaget aja!" kata Ryana menghela napas nya berat seraya mengusap dada nya.
"Nolan Hospitals!" jawab Willy lalu Bintang segera mematikan sambungan telfon nya sepihak.
__ADS_1
"Eh eh, Ra kamu mau kemana?" tanya Ryana menahan tangan Bintang yang hendak berlari keluar kamar.
"Na, gue harus ke rumah sakit. Gue hiks hiks Angkasa kecelakaan! Gue harus ke sana!" ucap Bintang melepaskan tangan Ryana, namun masih di tahan oleh wanita hamil tersebut.
"Angkasa kecelakaan? Bukannya dia mau berangkat ke luar negeri? Dia kecelakaan dimana?" tanya Ryana mengerutkan dahi nya.
Tepat saat Ryana melontarkan pertanyaan, seketika itu juga mama Naura menghubungi Bintang dan memberitahu bahwa ia melihat keberadaan Angkasa di rumah sakit keluarga nya.
"M—Mama serius? Mama yakin itu Asa?" tanya Bintang semakin menahan isak tangis nya.
"Sangat yakin, tapi—"
"Tapi kenapa Ma? Gimana keadaan Asa sekarang? Kata akan ke sana sekarang juga!" ucap Bintang tak sabar, air matanya sudah mengalir deras sejak tadi.
"Astaghfirullah, Kara Sayang. Kamu boleh kesini, tapi tunggu sebentar ya. Biar Raka yang jemput kamu, jangan bawa mobil sendiri, Mama takut kamu kenapa napa. Mama akan menyusul ke UGD untuk memastikan kondisi Angkasa!" ujar mama Naura yang terdengar seperti berlari membuat pikiran Bintang semakin melayang tak tentu arah.
Kebetulan, memang saat ini mama Naura tengah pergi ke rumah sakit bersama Raka untuk chek up. Karena beberapa hari ini, mama Naura mengeluh kepala nya sering pusing, ia takut jika tekanan darah nya tinggi, maka dari itu dengan di temani oleh Raka ia pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
Namun, akan pulang, ia langsung di buat terkejut saat melihat sebuah brankar yang membawa Angkasa dengan di dorong beberapa orang lain nya yang tidak ia kenal.
...~To be continue... ...