BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Mau pulang


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Lo ganti pake ini," ujar laki laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Raka.


"Ini punya siapa?" tanya Bintang mengerutkan dahi nya.


"Punya—" Untuk sesaat Raka terdiam. Ia bingung harus menyebut istrinya seperti apa. Sangat tidak mungkin bila ia menyebut Ryana dengan sebutan istri, bukan.


Ya, baju yang Raka berikan adalah milik Ryana. Gadis itu memang selalu membawa baju ganti.


"Udahlah, lo pakai aja, baju lo basah!" ujar Raka mendorong tubuh Bintang dengan pelan memasuki kamar mandi.


Setelah beberapa saat, Bintang keluar dengan membawa baju Ryana yang ternyata sangat pas dan cocok di badan Bintang.


"Thanks, nanti gue balikin kalau udah gue cuci!" ujar Bintang menundukkan kepala nya.


"Kenapa?" tanya Raka mengerutkan dahi, namun gadis itu menggelengkan kepala.


Raka yang seolah sudah paham arti kode kode cewek, akhirnya langsung menarik Bintang ke dalam pelukan nya. Dan benar saja, saat itu juga tangis Bintang langsung pecah.

__ADS_1


Bintang membalas pelukan Raka dengan begitu erat. Isak tangis nya terdengar sangat memilukan di telinga Raka hingga membuat laki laki itu memejamkan mata. Mencoba menandai wajahnya Jesy yang sudah membuat Bintang menangis seperti itu.


Sementara itu, Bintang yang semakin merasa sedih. Di saat saat seperti ini, Angkasa maupun Bima tidak ada di sana. Tidak ada yang membela nya dan tidak ada yang menjadi tempat berlindung nya.


"Bintang... " panggil Raka saat setelah mendengar suara Bintang tak seperti tadi lagi.


"Sorry," ucap Bintang melepaskan pelukan nya, ia menghapus air mata dan sedikit menjauh dari Raka.


"Lihat gue," Raka mendongakkan wajah Bintang, menatap mata nya dengan begitu dalam, dan lagi lagi ia membuat Bintang menangis.


"G—gue mau pulang," tutur Bintang berusaha menahan isak tangis nya lagi.


Rasanya, ia sudah tidak sanggup untuk melanjutkan pelajaran. Hatinya begitu sakit, dan ia butuh waktu untuk sendiri. Memikirkan soak Bima dan Tania saja belum selesai, dan kini dirinya sudah mendapatkan perlakuan buruk dari salah satu mantan adik nya.


Tanpa keduanya sadari, bahwa sejak tadi ada sepasang mata yang mengamati dan menatap interaksi keduanya dengan hati yang begitu sesak.


'Gue gak cemburu. Gue gak cemburu, dan gue gak bakal cemburu!' gumam orang itu dalam hati lalu segera memilih untuk pergi.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit. Kini, keduanya sudah tiba di sebuah rumah yang sama sekali tidak di kenali oleh Bintang.


"Ini dimana? Gue mau pulang?" ujar Bintang enggan turun dari motor.


Pantas saja, saat Raka hendak mengantarkan nya pulang, laki laki itu tidak menanyakan dimana rumah Bintang dimana. Awalnya, Bintang terlalu hanyut dalam tangisan nya seraya memeluk laki laki itu. Dan kini, dirinya baru tersadar bahwa ia di antarkan di sebuah rumah yang begitu asing bagi nya.


"Ini rumah lo!" ucap Raka, ia menyuruh Bintang agar segera turun dari motor, namun gadis itu menggelengkan kepala nya.


"Gue mau pulang!" tekan nya lagi.


"Haruskah gue buka baju lo, buat mastiin tanda yang gue bilang waktu itu?" tanya Raka dengan raut ekspresi wajah datar nya.


"Jangan sampai gue tampar lo lagi!" balas Bintang dengan ketus.


"Makanya turun!" ucap Raka menghela napas nya dengan begitu berat.


Bintang masih terdiam, ia mengamati sekali lagi suasana di sekeliling nya. Membuat Raka begitu gemas dan tak sabar menunggu.


"Elo lama!" cetus Raka lalu dengan tiba tiba, ia turun lebih dulu dan segera mengangkat tubuh Bintang begitu saja.

__ADS_1


"Raka lepasin gue!" jerit Bintang meronta di gendongan Raka, namun laki laki itu memilih untuk abai dan terus menggendong Bintang untuk memasuki rumah.


...~To be continue... .. ...


__ADS_2