
...~Happy Reading~...
Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, kini keduanya sudah tiba di sebuah rumah yang terlihat cukup mewah namun tidak begitu besar. Rumah dengan nuansa cat berwarna putih dan abu, memiliki halaman depan yang cukup luas.
Meskipun rumah itu tidak lah begitu besar, namun memiliki halaman yang luas. Raka sendiri mengatakan, ia sengaja membuat rumah nya tidak begitu besar akan tetapi halaman nya luas, agar kelak ia bisa bermain main dengan anak anak nya setiap pagi dan sore saat dirinya pulang kerja.
“Selamat ya Na,” ucap Bintang segera menyalami Ryana dan memeluk nya.
“Thanks ya Bi kamu udah datang,” balas Ryana tersenyum, “Ayo masuk!”
“Papa belum datang ya?” tanya Bintang seraya melirik ke sembarang arah, guna mencari keberadaan papa kandung nya.
“Sayang, kamu mau cari Papa atau cari kukuBima?” tanya Angkasa dengan nada tak suka tiba tiba membuat langkah kaki Bintang dan Ryana langsung terhenti.
“Namanya Ryan! R Y A N bukan kukubima!” saut Ryana dengan ketus, tak terima jika saudara kembar nya di berikan nama julukan seperti minuman energi.
Awalnya, Ryana tidak tahu siapa yang di maksud oleh Angkasa. Hampir setiap kali mereka bertemu di rumah papa Kenzo, maka pasti Angkasa akan menyebut nama kukubima. Hingga pada akhirnya Raka memberitahunya bahwa kukubima itu adalah Ryan, yang tak lain dan tak bukan adalah saudara kembar Ryana sendiri.
__ADS_1
“Sama saja Na. Ryan Bimantara, dan jangan lupa dia di sekolah namanya Bima.” Balas Angkasa menjulurkan lidah nya untuk meledek Ryana.
“Tetap saja namanya Ryan, bukan kukubima! Dasar soang!” balas Ryana berdecak.
“Aku bukan soang!” kata Angkasa tak terima, “Mana ada wajah tampan begini jadi soang!” imbuh nya seraya menyugar rambut nya ke belakang/. (Sok ganteng)
“Ra, emang dia ganteng? Kamu yakin gak di kasih pelet sama dia?” tanya Ryana langsung menatap Bintang yang terlihat sedikit bingung mendengar perdebatan antara kekasih dan juga saudara ipar nya.
Ia ingin membela Ryana, namun pasti Angkasa akan kembali merajuk. Namun, jika ia membela Angkasa, maka pasti Ryana yang akan merajuk, dengan dalih bayi yang di kandungan nya akan menjadi alasan utama.
Huaaa, ingin rasanya Bintang berteriak setiap kali melihat perdebatan antara Ryana dan juga Angkasa.
“Buahahhahaha! Kamu denger sendiri kan Sa? Kara aja gak mau jawab kalau kamu itu ganteng atau enggak karena dia gak mau kamu sakit hati hahaha!” tawa Ryana pecah melihat ekspresi wajah Angkasa yang terlihat kesal sambil melirik Bintang.
“Auwhhh!” Pekik Ryana tiba tiba langsung memegang perut besar nya.
“Nah kan, kualat sama orang ganteng! Makanya jangan suka ngeledek, bahkan anak anak kamu itu tahu kalau aku ganteng, makanya dia gak suka kamu ledekin gitu!” ucap Angkasa dengan ketus, namun ia juga langsung membantu Ryana untuk berjalan menuju sofa.
__ADS_1
“Diem deh gak usah ngajak ribut, sakit nih!” saut Ryana langsung memukul tangan Angkasa.
Dug!
“Hah!” Tubuh Angkasa langsung diam dan mematung saat tanpa sengaja tangan nya merasakan sebuah tendangan kecil dari perut Ryana, “kok .. “
“Kenapa?” tanya Bintang mengerutkan dahi nya saat melihat wajah Angkasa yang seperti orang bodoh.
Diam dan mematung dengan mulut ternganga namun tangan masih setia di perut besar Ryana.
“T—tadi apaan?” tanya Angkasa dengan polos.
“Heh, ngapain pegang pegang istri orang!” seru Raka yang tiba tiba datang dan langsung menjauhkan tangan Angkasa dari perut istri nya.
“Ckckck ganggu aja sih, gak tahu apa orang lagi kenalan!” cetus Angkasa langsung mendengus kesal.
“Kenalan sama siapa?” tanya Bintang.
__ADS_1
“Nah gak tahu namanya siapa, kan belum sempet kenalan eh udah di usir sama bapak nya.” Jawab Angkasa seketika membuat Bintang baru sadar yang di maksud oleh Angkasa.
...~To be continue......