Boku Wa Betsu No Isekai De Umarekawarimashita ( Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Lain)

Boku Wa Betsu No Isekai De Umarekawarimashita ( Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Lain)
Di Reinkarnasi Ke Dunia Lain


__ADS_3

Perkenalan namaku Reizaki Kazura biasa dipanggil Kazura, umurku 25 tahun. Seorang budak pekerja yang tak kenal lelah di salah satu sebuah perusahaan game terkenal di Kota Tokyo.


Malam itu tanggal 12 Juni Tahun 20xx, aku yang sedang berada di apartemenku baru saja pulang kerja dan sedang berbaring santai di tempat tidurku, karena sudah tiga hari aku kerja lembur berturut-turut akibat terlalu banyak bug di dalam game yang ku kerjakan saat ini.


Malam itu entah kenapa sangat nyaman sekali aku tertidur hingga tak memimpikan apa-apa dan tak teringat apapun juga. Hingga secara tiba-tiba saat aku membukakan mataku, aku tengah terbangun di sebuah hamparan padang rumput yang luas.


Akupun perlahan mengubah posisi tidur terlentangku menjadi duduk dengan kaki yang masih selonjoran, lalu batinku pun berkata, "Ahh sekian lama aku hidup, ini baru pertama kali aku memimpikan hal se-indah ini."


Kemudian ada angin sejuk meniup pelan ke arahku yang membuat ragaku pun semakin nyaman. Aku merubah posisi duduk ku kembali menjadi tiduran, melentangkan tubuhku kembali di atas rumput sambil terus menikmati impian ini.


Akan tetapi entah mengapa tiba-tiba angin yang bertiup pelan segar itupun perlahan berubah menjadi tiupan angin kencang sampai-sampai mengibaskan rambut dan pakaian kerjaku dengan kencang. Serta angin kencang itu pula berhasil membuat tubuhku menjadi merasakan hawa dinginnya sampai menusuk-nusuk tulang tubuhku.


"Kenapa ini!? Kenapa tiba-tiba ada tiupan angin kencang begini? Dan juga kenapa angin dalam mimpi ini seperti nyata? Ataukah aku menyalakan ac kamarku terlalu kencang yah." Banyak pertanyaan dalam batinku seperti itu yang tidak curiga akan keadaanku sekarang ini.


"Sial! Entah mengapa angin kencang ini semakin terasa dingin oleh kulitku di dalam mimpiku ini, aku harus segera bangun dari mimpi yang tak menyenangkan ini."


Aku memejamkan mataku dengan usaha sangat keras supaya aku bisa bangun kembali dari tidurku ini.


Akan tetapi entah mengapa aku tak bisa tidur kembali dan dari situ hatiku mulai curiga akan keadaan yang ku saat ini serta aroma dari rumput liar ini tercium dengan sangat nyata.


"Apa jangan-jangan ini menjadi nyata! Ahh mana mungkin itu terjadi, hahaha ?!"


Aku mengakhiri ucapaku dengan tawa yang tak lepas.


Selepas beberapa detik ekspresi tawa tak lepasku seketika berubah memudar dan nampak sangat bingung sekarang.


Kemudian aku mulai teringat akan teori dari salah satu artikel di website akan membedakan dunia nyata dan dunia impian dengan cara mencubit kulit dengan sangat keras, jika terasa sakit berarti itu nyata dan tidak terasa sakit itu adalah cuma khayalan atau mimpi.


Seketika aku langsung mencubit kulit lengan kiriku dengan sekencang-kencangnya.


"Aaaawww...!" Teriak diriku yang terangsang merasakan sakit akan cubitanku sendiri yamh keras hingga meninggalkan bekas merah.


Dari kejadian itu aku mulai menyadari bahwa yang ku rasakan saat ini adalah kenyata'an, dan disitu aku langsung merasa panik.


"Sial ternyata ini adalah nyata. Dimana ini!? Oh tuhan dimana aku sekarang ini!? Ahhhhh !!!"


Teriakku dengan sangat histeris, namun tidak ada yang mendengar sama sekali teriak ku, karena di sekitarku saat ini tidak ada sama mahluk hidup dan yang ada hanya ada satu buah pohon beringin besar jaraknya sekitar tiga meter di belakangku serta hamparan rumput hijau sejauh mata memandang.


Aku memegang kedua kepalaku sambil terus melihat ke kiri dan ke kanan karena panik dan bingung akan keadaanku saat ini dan ini membuatku frustasi.


"Tuan anda sekarang berada di Taman Abadi." Sesosok wanita berparas cantik di depanku, mempunyai berambut pirang panjang dengan rambut belakangnya yang dikepang.


Kulitnya putih bagaikan sutera, postur tubuh anggun nan bahenol, bermata indah bewarna kuning ke'emasan dan memakai sebuah gaun hitam selutut yang berenda nampak sangat elegan berkata tiba-tiba seperti itu kepadaku.


Karena ucapnya yang yang tiba-tiba muncul di hadapanku sonyak membuat aku sangat terkejut bukan kepalang sampai-sampai jantungku seakan ingin berhenti.


"Wahh kau mengagetkanku!"


Lalu aku melanjutkan kembali perkataanku, "Ehh dari pada itu dari mana kamu datang?! kenapa tiba-tiba kamu sudah ada di hadapanku?!"


Mendengar pertanyaan ku dia hanya tersenyum indah dan tak mwnjawab pertanyaanku dan berkata, "Tuan Kazura silahkan anda ikut denganku."


"Ehh...!" Suara yang keluar dari mulutku yang secara refplek karena di kejutkan kembali akan dirinya yang mengetahui namaku. Lalu aku bertanya kembali kepadanya, "Bag..., bagaimana kamu mengetahui namaku?"


"Untuk lebih detailnya nanti akan dibahas oleh tuanku. Peganglah tanganku."

__ADS_1


Ucapnya yang berada dihadapanku bersamaan dengan mengulurkan tangan kanannya. Akun merasa ragu akan hal ini. Dengan ragu-ragu dan rasa penasaran Kazura memegang tangan wanita itu bersamaan dengan keringat dingin yang mulai keluar dari pori-pori kepalanya.


"Wah terasa halus sekali tangannya." Begitulah perkataan yang terlintas di pikiranku setelah memegang tangan wanita yang saat ini ku pegang.


"Hehehe terima kasih atas pujiannya."


Dengan senyumnya yang imut, Wanita itu menjawab apa yang ku ucap dalam pikiranku.


"Eh...?"


Aku dikejutkan kembali akan dia yang tau ucapan dalam pikiranku. Entah sudah berapa banyak kejutan yang tak terduga dalam waktu yang singkat ini hingga membuat kepalaku pun terasa pusing serta banyak pertanyaan.


Dalam waktu cepat melebihi kedipan mata aku serta wanita yang ada di sampingku sekarang telah ada di dalam sebuah ruangan dengan pintu yang besar dan tinggi karena berteleportasi.


Wanita itu melepaskan tanganku. Kemudian melangkah ke arah pintu dan menggetuk pintunya.


"Nona Angela, aku telah datang membawa tuan Kazura kemari."


"Silahkan masuk kesini."


Ucap seorang wanita bersuara halus nan menenangkan yang berada di dalam ruangan di hadapan kami berdua.


Wanita yang membawaku langsung membuka pintunya, lalu ia melangkah masuk kedalam dan aku mengikutinya dari belakang.


"Terima kasih Claudia telah mengantarnya kemari." Begitu ucap seorang wanita yang sedang duduk elegan di kursi mewah di ruangan.


"Sama-sama nona Angela, ini sudah tugas saya untuk menuruti perintah nona." Ucap wanita yang naru saja membawaku bernama Claudia sambil membungkun tanda memberi hormat kepada Angela.


Aku yang berdiri di belakang Caludia sontak sangat terpana akan wanita bernama Angela yang ada di hadapanku saat ini.


Jika ada orang yang bilang ia adalah Dewi aku pasti akan bilang setuju. Karena dari wajah serta pancaran aura dari tubuhnya sudah sangat melebihi dari seorang manusia.


"Selamat datang tuan Reizaki Kazura di Istana Taman Suci kediamanku. Jadi boleh kamu mendekat kepadaku Tuan Kazura." Ucapbya dengan nada suara yang sangat lembut dan hangat, hingga tanpa sadar akupun mendekatinya.


Lalu setelah aku jarak diriku dengan dekat, secara tiba-tiba Angela mengulurkan tangannya dan berkata kembali, "Apakah aku boleh memegang tanganmu?"


Suara yang lembut membuat wajahku menjadi agak memerah saat mendengarnya.


"I..., iya boleh."


Aku memegang tangan Angela dengan perasaan yang tenang, seakan aku percaya bahwa dia adalah bukan orang jahat.


"Ada banyak hal yang ingin anda ketahui kan. Namun sebelum itu saya ingin tanyakan seberapa jauh anda mengingat masa lalu anda?"


Ucapnya sambil melepas kembali genggamannya dari tanganku


"Ehh bukannya Claudia yang mem...."


Di pertengahan ucapanku yang belum selesai, tiba-tiba kepalaku merasakan pusing yang begitu hebat rasanya begitu sakit seperti ada sebuah tali kokoh melilit kencang kepalaku


"ArrÄ·!!"


Aku berteriak dengan sangat keras karena tidak bisa menahan rasa sakit kepala ini. Dan sebuah bayangan terlintas di dalam kepalaku. Bayangan itu berisikan tentang bagaimana diriku mati di kamarku karena terlalu keras bekerja.


"Ahh seperti yang anda bayangkan tuan Kazura, bahwa anda telah mati."

__ADS_1


"Jadi apakah sekarang aku ini berada di alam kematian."


"Seharunya memang begitu, akan tetapi jiwa anda bukannya terkirim ke alam baka melainkan terkirim ke alam reinkarnasi Taman Abadi dan akupun tidak tau apa penyebabnya. Karena panik aku menyuruh Claudia membawa jiwamu yang tak stabil kemari dan di saat berpegangan tadi aku memberimu kekuatan untuk bisa bertahan di dunia ini."


Begitu jawab Angela kepadaku. Aku memandang telapak tangan kananku dan merasakan ada sesuatu yang janggal dalam tubuhku.


"Tubuhmu sekarang sudah menerima setengah kekuatan dariku!"


"Ahh pantas saja tubuhku merasa seperti ada kekuatan yang aneh,"


"Tuan Kazura karena aku tak bisa menghidupkanmu kembali ke bumi, jadi kamu akan di reinkarnasi kembali ke dunia lain yang penuh akan sihir. Apakah kamu bersedia?"


"Baiklah kalau begitu, jika memang aku akan di reinkarnasi." Jawab Kazura dengan gagah.


"Yasudah kalau begitu mari ikuti aku."


Angela beranjak dari kursinya menuju sebuah pintu yang berada di belakangnya lalu membukanya. Cahaya terang nampak setelah pintu itu dibuka


"Baiklah Tuan Kazura silahkan anda masuk kesini."


Aku menuruti perkataannya dan melangkah menuju cahaya terang di balik pintu. Hingga tibalah aku sudah berada di tengah-tengah hutan berantara dengan keadaan malam hari.


"Aku memberimu beberapa kekuatan sihir, jika kau ingin melihatnya tinggal berkata 'Open Status'. Jadi semoga kau bahagia hidup di kehidupanmu yang kedua ini." Seru Angela yang suaranya ada di dalam pikiranku.


Tak lama suaranya pun menghilang. Aku mencoba perkataan Angela yang barusan dia katakan.


"Open Status." dan munculah sebuah layar status di hadapanku yang seperti di dalam game fantasi yang berisikan.


Nama: Kazura Reizaki.


Umur: 25 Tahun.


Ras: Manusia.


Lv : 1.


HP: 100/100.


MP: 50/50.


ATK : 7


DEF: 6


AGI : 8


INT : 6


LUCK : 9


Gelar : Manusia yang di reinkarnasi, Mendapatkan berkah Dewi Pelindung Angela.


Skill : Manipulasi sihir, Sihir Air, Sihir Tanah , Sihir Api, Sihir Angin, Sihir Petir, Sihir Kontrak, Sihir Ruang Penyimpanan.


Setelah melihat layar statusku yang membuatku kaget kepayang bahwa Angela adalah seorang Dewi. Aku menyentuh layar status yang ada di hadapanku dan layar statusku langsung menghilang, kemudian aku berjalan mengikuti jalan setapak untuk keluar dari hutan.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2