Boku Wa Betsu No Isekai De Umarekawarimashita ( Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Lain)

Boku Wa Betsu No Isekai De Umarekawarimashita ( Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Lain)
CH. 29


__ADS_3

Suara samar samar dari sebuah benda yang terbakar terdengar oleh telingaku. semakin lama suara yang terbakar itu semakin jelas. Kemudian aku memaksa membuka mataku secara perlahan. Keadaan tepat di depanku serta di sisi kanan ku namoka behitu gelap, akan tetapi terlihat sebuah cahaya merah terang dari bara api yang masuk ke dalam mataku dari sebelah kiri yang belum terbuka seutuhnya membuatku sangat silau, aku kemudian sedikit menutuo kembali mataku. Dan suara obrolan seorang wanita terdengar.


"Hei cewek hutan kapankah Kazura akan terbangun?"


nada ucapannya sedikit lembut dari yang ku dengar dari biasanya kepada Latifa dari seorang Christie.


"Aku tidak tahu, lukanya tidak terlalu parah karena aku telah mencoba mengobatinya dengan sihir dari peri cahaya, mungkin beberapa saat lagi dia akan siuman dari pingsannya."


Seperti biasa insting Latifa sangat tajam, dia bisa memperkirakan waktu kapan aku akan terbangun.


Aku tetap memejamkan mataku berpura-pura masih pingsan sambil tetap mendengar perbincangan mereka yang tidak memperhatikan ke arahku.


"Tapi ini sudah lebih dari 3 jam dan jika dirasakan dari hawa di sekitar yang mulai mendingin."


"Yah aku tahu akan hal itu tak diberitahu oleh kau juga."


"Aree! dimana... ini!" Aku perlahan membuka mataku sambil berakting bahwa aku baru saja siuman.


"KAZURA!"


Nampak kedua ini menampakkan wajah terkejut setelah mendengar suaraku yang baru siuman. Keduanya sekerika mendekatiku yang berbaring di lantai beton yang cukup terasa dingin di punggungku ini.


linangan air mata dari Christie terlihat di ujung ekor matanya, nampkanya dia merasa sangat khawatir akan keadaanku selama ini. Disisi lain Latifa hanya menunjukkan wajah lega setelah melihatku sekarang.


Christie dengan sangat tiba-tiba langsung memelukku. aku sedikit terkejut akan tingkanya itu.


"Tunggu Christ-."


"Syukurlah... Syukurlah kau sudah bangun Kazuraaa... whaaa...."


Perkataanku dipotong seketika oleh perkataan Christie. Dia menangis cukuo kencang sehingga aku tak berani menegurnya agar melepaskan pelukanya padaku.


"Sudah-sudah."


Aku mengelus lembut kepala Christie mencoba agar dia bisa merasa tenang hatinya. Seketika melembut, hatiku tersentuh dan juga sedikit bersalah karena telah membuatereka berdua khawatir.


"Maaf yah aku telah membuat kalian sangat khawatir."


"hiks... hiks... aku... sangat kha...watir tau Kazura. Ku kira... kau telah... mati dan tak akan bangun lagi...."


Ucap Christie dengan terbata-bata.


Aku melihat ke arah Latifa, dan Latifa pun menatap ke arahku sehingga kami saling tatap muka. Dia menghela nafas panjang melihat tingkah laku manja Christie saat ini.

__ADS_1


Latifa melangkah mendekat dan sekarang dia twlah ada di belakang punggung Christie, tangannya dengan lembut dia taruh di kedua pundak Christie.


"Tingkahmu ini tidak cocok dengan umurmu Cewek gorila!"


Dengan kasar Latifa merarik kedua pundak Christie sampai Christie terlepas dari dia yang memeluk Kazura.


"Cih dasar menggangu saja kau anak hutan."


sambil mendecitkan bibir raut sedih seketika berubah menjadi raut kecewa sekaligus kesal dari Christie kepada Latifa.


"Sialan kau cewek barbar otat petarung. Berani sekaki kau mengataiku anak-anak. Lagipula jika dibandingkan umurku dan umurmu lebih tua diriku!"


Dalam sekejap mata suasana haru barusan pun telah sedikit memanas karena dimulainya kembali pertengkaran diantara mereka.


"Haha...."


Aku hanya bisa mengeluarkan tawa canggung melihat perdebatan mereka kedepanya sekarang.


"Hohoho... iya aku lupa bahwa umurmu sudah ratusan tahun jika dibandingkan denganku, maaf sekali aku lupa nenek hutan."


Dengan ekspresi mengejek yang sangat puas Christie melontarkan ejekan itu. walaupun disini tampak gelap dan satu!satunya suber cahaya dari api unggun yang berada di sebelah sana, namun aku bisa terlihat sedikit bahwa wajah Latifa saat ini memerah, nampaknya dia seksrang sudah mulai nampak kesal atas ejekan Christie barusan.


"Sialan kau. Aku belum tua! dan juga umurku belum mencapai ratusan tahun cewek barbar. Memang benar-benar yah kau itu selalu mengajakku ribut."


Aku yang tak tahan melihat pertengkaran ini mulai memanas langsung bergerak, beridiri di tengah-tengah mereka.


saat ini senjata meeka keduanya menodong tepat ke arahku. Mereka berdua terkejut akan sikapku sekarang.


"Cukup ini semua sudah kekewatan!"


Tegas aku kepada keduanya.


"Tapi dia-."


"Cukup. Disini kalian berdua lah yang bersalah karena cepat termakan emosi dengan perkataan satu sama lain!"


Begitu tegasku kembali setelah memotong perkataan Chrisitie dan Latifa yang belum selesai.


Keduanya menurunkan senjata sambil menundukkan wajah mereka. nampaknya mereka berdua merasa bersalah setelah merenungkan apa yang mereka lakukan itu.


"Baiklah sekarang kalian berdua mendekat kepadaku dan bersalaman meminta maaf satu sama lain."


Keduanya dengan nurut mengikuti apa yang ku perintahkan dan berjalan lalu berjabat tangan.

__ADS_1


"Maaf aku salah."


"Akupun juga minta maaf."


Keduanya saling memaafkan, akan tetapi tidak ada yang ingin menyebut nama mereka satu sama lain.


nampaknya ini akan sedikit merepotkan mulai ke depannya.


"Karena sekarag kalian sudah mulai berbaikan. aku...-"


Pandanganku emtah mengapa tiba-tiba berputar tidak jelas. aku seketika terjatuh namun tidak sepenuhnya aku menahankan lututku ke lantai sambil memegangi kepalaku yang sekarang terasa sakit seperti tertusuk-tusuk jarum, badanku merasa lemah kembali nampaknya tenagakh masih bekum pulih sepenuhnya setelah menggunakan 'Kyujuukyu No desusurasshu'(sembilan puluh sembilan tebasan kematian).


"KAZURA!"


Kedua wanita ini seketika memegangi bahu kiri dan kananku. Entah mengapa ini sangat menyedihkan bagiku karena aku yang seorang pria nampak sangat lemah di antara wanita saat ini.


Aku menghentikan pertolongan mereka.


"Tidak apa-apa aku hanya sedikit pusing saja, mungkin karena masih terasa lelah."


Dengan senyuman memaksa menahan rasa sakit aku berkata begitu.


Wajah khawatir mereka terukir kembali melihat ku seperti ini. Namun aku harus tetao kuat akan ini dan tersenyum tanpa memperlihatkan rasa sakit kepada mereka.


"Benar aku tidak apa-apa."


kruyukkk~~


Suara cacing dalam perut kita betiga pun berbunyi dengan sangat keras dan dengan refleks kami bertiga memegang perut dan melihat kami masing masing.


"Hehehehe... nampaknya cacing dalam perut kita menagih akan jatahnya."


"Benar sekali Kazura hehe..." Balas Christie dengan nada sedikit malu.


Disisi lain Latifa tertunduk nampaknya dia malu akan bunyi suara perutnya yang mulai lapar juga itu.


"Bailklah dari pada kita berdiam seperti ini saja. Kurasa Kita mending memulai memasak untuk makan malam kita sekarang."


"Setuju."


"Baiklah ada bahan apa saja di dalam item box ku sekarang."


Aku memilah-milah bahan serta alat-alat masak yang berada di dalam item box milikku dan setelah selesai memilih aku pun mulai memasak untuk makan malam.

__ADS_1


__ADS_2