Boku Wa Betsu No Isekai De Umarekawarimashita ( Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Lain)

Boku Wa Betsu No Isekai De Umarekawarimashita ( Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Lain)
Quest Pertamaku


__ADS_3

Setelah aku sudah keluar dari bangunan Guild, aku berangkat secara perlahan menyusuri Kita Elato sambil melihat pemandanan kota untuk menuju hutan yang berada di bukit sebelah selatan Kota Elato.


Hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore, akupun akhirnya sampai di perbatasan antara kaki bukit dengan jalan setapak jalan menuju arah Kota Elato.


"Baiklah. Mau baik atau buruk kita jalankan quest ini." Aku mengucapkan kata seperti itu untuk membulatkan tekadku sebelum masuk ke dalam hutan bukit ini.


Setelah itu aku masuk berjalan dengan santai, menjelajah lebih dalam bukit hutan untuk menjalankan Quest yang kuterima yaitu mengumpulkan 5 tanaman herbal lavender putih.


Aku memfokuskan mataku, melihat ke arah bawah, mencari tanaman lavender putih di dalam hutan secara perlahan. Dan sebelum itu aku pun telah dikasih tahu oleh Neila-san akan ciri-ciri tanaman lavender putih. Tanaman Lavender putih ini sama bentuknya seperti pada umunya di bumi. Akan tetapi yang membedakannya adalah warna bunganya yang putih semua begitu menurutku setelah mendapatkan penjelasan dari Neila-san.


Dan tak lama berjalan perjuanganku pun akhirnya terbayarkan. Aku menemukan dua tangkai tanaman lavender tumbuh di dekat pohon cemara yang sama persis rupanya dengan yang ada di gambar Quest milikku.


Aku bergegas berlari ke arah tumbuhan lavender putih , setelah itu aku memetiknya dan kumasukan kedalam 'Storage Room'ku.


Selepas itu, aku melanjutkan kembali pencarian untuk memenuhi sisa quest tanaman lavender putih.


'Gyuuutt~' irama suara perutku tiba-tiba terdengar keras, menandakan bahwa perutku sudah menagih akan jatah makanan kepadaku. Akan tetapi karena aku tidak mempunyai makanan sedikitpun atau uang satu peser pun.


Aku akhirnya menunda pencarian tanaman lavender putih dan seketika mengubah hakuanku untuk mencari buah atau pun tanaman apa saja yang bisa ku makan agar dapat mengenyakan perutku yang sudah lapar ini.


***


Setelah sekitar sepuluh menit berlalu, aku yang sesang mencari tanaman yang bisa aku makan, akhirnya terlaksanan sudah. Akhirnya aku menemukan sebuah pohon buah yang berbentuk bulatan kecil berwarna merah merempet atau biasa di panggil dengan nama buah berry yang berbuah lebat di tengah-tengah pencarianku.


Bentuknya sama seperti buah beri pada umumnya yang bisa ditemukan di daratan tinggi seperti di gunung dan bukit. Aku langsung memetik buah berry yang sudah matang sebanyak-banyaknya dan langsung memakannya di atas pohon saat itu juga.


Setelah kenyang oleh buah berry yang cukup mengganjal perutku yang lapar, aku melanjutkan kembali pencarian tanaman lavender putih.


Dan entah keberuntunganku sangat tinggi atau apa, tak jauh dari tempatku memetik buah berry, aku menemukan hamparan tanaman Lavender putih yang cukup luas, jika dihitung mungkin ada ratusan tangkai tanaman lavender putih.


Tanpa sungkan ku mencabut sevanyak-banyaknya yang aku ingin. Hingga ku sudah meraca cukup banya mendapatkan tanaman lavender putih, aku langsung memasukkannya ke 'Storage Room'ku.


Sehabis aku telah cukup banyak mengumpulkan tanaman Lavender Putih, akupun bergegas kembali menuju ke guild untuk melaporkan hasil Quest ku.


Akan tetapi saat di tengah perjalanan kembali, aku melihat ada seekor serigala yang cukup besar dengan bulu bewarna hitam panjang serta ekornya pun cukup panjang panjang.


Entah mengapa tanpa sadar aku bersembunyi di balik pohon yang cukup besar di dekatku.


"Sial kenapa ada hewan buas di saat seperti ini sih!" Keluhku dalam hati sambil mengintip Serigala yang kulihat itu menghalangi jalanku dari balik pohon.


Saat ini baru kali pertama aku merasakan rasa takut yang cukup takut seperti ini. Lalu secara tiba-tiba keringan dingin mulai muncul dari pori-pori kulit tanganku, jantungku berdegup kencang karena terbayang bagaimana jika serigala yang saat ini kulihat menggigit hingga tewas.


Akan tetapi disisi lain aku tidak ingin berlama-lama ada di hutan yang tingkat kebahayaannya cukup tinggi. Kemudian aku menarik dan menghela nafas secara perlahan mencoba menenangkan diriku sendiri.


Setelah beberapa saat, diriku mulai tenang. Aku mencoba mengintip serigala itu kembali dan ternyata serigala itu masih diam di tempat yang tanpa bergerak sedikitpun sambil terus melihat ke kiri dan ke kanan.


Namun entah mengapa sekarang aku sidah cukup tenang dan bisa berpikir secara perlahan.


"Baiklah untuk sekarang aku akan perlahan keluar dari sini dan menyerangnya denan sihirku." Gumamku seperti itu dengan nada suara yang pelan.


Aku langsung menyerang serigala hitam itu dengan sihir, "'Wind Cutter'". Namun sangat di sayangkan, ternyata serigala itu lebih pintar dari yang kuduga, serigalanya dapat menghindari serangan sihirku dengan mudahnya dan kemudian dia langsung berbalik mencoba menermamku dengan gigi nya yang tajam.


Namun terkamannya gagal, dikarenakan aku dwngan tenang melompat menghindar ke samping sehingga ia hanya bisa menggigitku dan hanya bisa menggigit angin kosong.


Aku yang tidak ingin menghabiskan waktu lama untuk bertarung dengan serigala hitam ini. Setelah menghindarinya, aku langsung merentangkan tanganku ke arah serigala hitam yang melotot ke arahku, kemudian tanpa belas kasihan menyerangnya memakai sihir "'Fire Ball'".


Akan tetapi sihir berbentuk bola api yang ku tembakkan dari tanganku ke arah serigala hitam itupun sekali lagi dapat dihindari dengan mudah oleh serigala hitam yang mencoba menyerangku kembali.


Aku terus menghindarinya kembali, akan tetapi saat menghindari terkamannya, hampir saja tangan kananku terkena, akan tetapi keberuntungan masih ada di pihakku, dia pun hanya bisa mengenai ujung lengan baju sebelah kiriku dan lengan bajuku seketika robek terkoyak gigitannya.


"Ahh dasar serigala hitam sialan! kenapa susah sekali aku menyerangnya."

__ADS_1


Keluhku menggerutu kesal kepada serigala hitam itu. Namun sang serigala hitam tidak mungkin mengerti perkataanku dan dia hanya terus menggeram setiap ku berhenti melontarkan sihir bola api milikku.


Jantungku sekarang detakkanya bertambah kencang seperti akan meledak, dari situ juga aku mulai berpikir keras untuk bisa mengalahkannya dengan sihirku.


Kemudian aku teringat tentang suatu sihir yang ampuh saat aku bermain game dulu saat bisa mngalahkan kawanan serigala.


"Baiklah aku akan mencoba menyerangnya dengan sihir ini."


Akumengangkat tangan kananku tinggi-tinggi dan mulai membayangkan sebuah petir ada di tanganku.


Dan dalam sekejap dari telapak tanganku pun muncul petir cukup berwarna biru.


"Baiklah rasakan ini serigala sialan. 'Thunder Bolt!'." Teriakku dengan lantang menyebut nama sihir yang sedang ku lemparkan dengan cepat ke arah serigala hitam yang saat ini menjadi musuhku.


Namun reaksi cepat dari serigala hitam itu dapat menghindari sihir ku ini juga. Petir pun melesat melewatinya.


Setelah itu serigala hitam itu berlari mencoba menerkamku kembali. Akan tetaoi kejadian ini berbeda dari sebelumnya. Aku tak menghindar ataupun bergerak sedikitpun seperti orang yang sudah pasrah saat serigala hitam berlari akan menerkamku.


Lalu saat dia sudah melompat beberapa puluh sentimeter lagi akan menerkam tenggorokkanku, sihir petir yang ku lemparkan sebelumnya melesat dengan sangat cepat dari belakang serigala hitam dan seketika menusuk belakang badannya dan tertancap dengan sangat dalam.


"Auuu!!!" Suara auman keras dari serigala hitam yang kesakitan terkena serangan sihir petir ku dan tergeletak di atas tanah dan tak wantu lama si serigala hitam itupun mati.


Lalu aku menjatuhkan badanku seketika dan duduk di atas tanah dan mencoba menarik nafas panjang-panjang untuk meredakan rasa lelahku.


"....ahh, Akhirnya selesai juga pertarungan ini, cukup melelahkan buatku jika terus menyerang mengguunakan sihir."


Aku yang mengoceh sendiri karena kelelahan dari pertarunganku dengan serigala hitam yang berlangsung sengit.


"Ternyata benar aku bisa menggunakan sihir seperti apa yang ku bayangkan dalam pikiranku dan juga aku tak mengira kekuatan ledakan sihir petir yang ku keluarkan reaksinya sangat kuat ternyata."


Begitu ucapku yang bergumam sendiri. Setelah itu Aku berdiri lalu berjalan ke bangkai serigaka hitam yang baru saja kubunuh. Kemudian aku memasukkan bangkainya ke dalam 'Storage Room' ku dan melanjutkan perjalannku kembalii menuju guild.


***


Salah satu dari mereka memberhentikanku.


"Permisi, bolehkah saya melihat tanda pengenalmu?"


"...hmmp baiklah."


Kemudian aku mengeluarkan kartu petualangku dan menyerahkannya. Kemudian dia memeriksa dengan detail.


"Nih..., baiklah silahkan masuk."


Ucap prajurit itu bersamaan dengan menyerahkan kartu petualangku, kemudian aku melanjutkan kembali perjalananku.


Terlihat malam itu suasana sangat ramai dijalanan, lentera-lentera kaca cukup besar dengan dekorasi unik yang menggantung di setiap rumah dan juga kios. para pedagang yang membuka kios mereka masing-masing berjejer rapi di sisi-sisi jalan sambil berteriak menjajalkan dagangannya, dan orang-orang yang berkumpul juga berlalu lalang menambah ramainya suasana malam di Kota Elato ini.


Namun tidak bagiku, saat melihat para pedagang makanan membuat perutku keroncongan, hingga mengeluarkan suara "gyuuut~~". Secara reflek aku memegang perurku dengan kedua tangan sambil berjalan dengan cepat agar sampai tiba di guild secepatnya.


Tak terasa aku melangkah sudah sampai di depan bangunan guild. Aku lekas masuk kedalam. Di dalam guild terlihat nampak suasana cukup sepi yang terlihat hanya ada para petugas resepsionis saja serta para petualang yang baru saja pulang dan beristirahat selepas menyelsaikan misi mereka termasuk aku sendiri.


Kemudian aku langsung berjalan ke meja resepsionis untuk melaporkan hasil Questku.


"Selamat datang Kazura-san, ada yang bisa ku bantu?"


Seperti biasa dengan senyumnya Neila-san bertanya padaku.


"Aku ingin melaporkan tentang Quest yang aku jalani hari ini."


Ucapku sambil mengambil 5 bunga lavender putih dari 'Storage Room' ku.

__ADS_1


"Ehhh...!" Neila dengan ekspresi terkejut saat melihatku yang mengambil bunga lavender putih dari lubang berwarna hitam dari 'Storage Room' ku.


"Kenapa Neila, apakah ada yang aneh?" Ucapku sambil melihat wajah Neila yang nampak terkejut melihatku.


"Tentu saja ada yang anehdan juga aku sangat terkejut Kazura-san!"


"Ehhh?" Aku terheran akan perkataannya itu. Kemudian aku berkata kembali, "Jadi apanya yang membuatmu terkejut?"


"Bukankah tadi kamu mengambil tanaman lavender putih ini dari sihir ruang penyimpanan!"


Jawabnya dengan nada nyaring kepadaku bersamaan dengan menggebrakkan meja dan juga wajahnya yang sangat dekat dengan wajahku sampai-sampai hidung kami sekitar beberapa senti lagi hampir bersentuhan.


Aku pun seketika mundur beberapa langkah menjaga jarak dengan wajahnya Neila karena takut ia nanti tercium olehku dan malah membuat kekacauan.


" Ohh maksudmu Sirih ruang penyimpanan itu Storage Room ku yah. Me... memangnya itu sangat aneh yah?"


"Ahh maksudku itu. Apa kau tidak tahu bahwa sihir ruang penyimpanan adalah sihir yang sangat spesial dan juga sudah langka pada zaman sekarang, saat ini hanya beberapa petualang tingkat S, serta beberapa petinggi negara yang mempunyainya. Karena saat ini orang-orang hanya bisa memakai kantung sihir, walaupun harganya cukup mahal."


"Ohh begitukah." Dengan singkat aku menjawab perkataan Neila.


"Sudahlah jangan membahas ini, aku sekarang ingin tau berapa imbalanku Neila-san!"


"Ohh iya aku lupa, baiklah ini imbalanmu 5 koin perak yang telah menyelesaikan Quest,"


"Baiklah, terima kasih Neila-san."


Namun sebelum aku melangkah akan meninggalkan Neila-san. Aku teringat akan sesuatu.


"Oh iya aku lupa, tadi aku mengalahkan seekor Serigala bulunya berwarna hitam. Aku harus menjualnya dimana kira-kira Neila-san?"


"Ohh kalau itu kau bisa menjualnya di guild juga, boleh aku melihatnya."


Aku berjalan beberapa langkah kebelakang, kemudian mengeluarkan Serigala Hitam yang kubunuh tadi di sihir ruang penyimpanan.


Serigala hitam kusimpan di bawah dan Neila pun langsung memeriksanya. Lalu Neila secara tiba-tiba terkejut dan berkata.


"I.., ini kan.... Kazura-san, ini adalah Black Wolf (Serigala Hitam) ini bukanlah serigala hitam biasa tetapi ini adalah monster iblis peringkat D! Bagaimana kau bisa mengalahkannya?!"


Neila-san dia terkejut kembali akan serigala hitam yang baru saja aku perlihatkan kepadanya. Namun aku merespon dengan biasa.


"Ehh begitukah, jadi ini adalah hewan iblis kah, tidak terlalu kuat ternyata. Untuk itu aku mengalahkannya dengan kemampuan sihirku, Neila-san." Begitu ucapku dengan cara yang sedikit sombong.


"Ohh begitu kah." Neila-san menaggapi perkataanku dengan senyuman yang sedikit canggung.


" Baiklah kalau begitu Kazura-san, guild akan membayarnya besok. Karena untuk urusan ini aku harus melaporkannya dulu kepada ketua guild tentang harga untuk hewan ini."


"Yasudah tidak apa-apa kalau begitu, ada satu lagi yang ingin ku tanyakan kepadamu Neila-san?"


"Bertanya apa yah Kazura-san?"


"Aku ingin tau dimana penginapan yang murah dan makanan yang enak?"


"Hmmmp..., ahhh kalau penginapan ada satu yang murah dan nyaman. Nama penginapannya adalah Pèfko dan didepannya ada ukiran buah pinus dan tempanya tidak jauh dari sini."


"Ohh begitukah, baiklah kalai begitu aku aman kesana. Terima kasih informasinya Neila."


"Ahh iya."


Kemudian aku berjalan keluar dari bangunan guild menuju penginapan yang diberi tahu oleh Neila-san.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2