
Kami sudah berada di depan bangunan guild. Saat aku dan Latifa masuk kedalam bangunan guild, pertama kali suasana yang kulihat adalah terjadinya keramaian pesta di dalam guild, Aku serta Latifa pun disambut dengan meriah.
"Hey..., hei..., lihatlah siapa ini! Pahlawan kita telah bangkit kembali dari tidurnya. yay...!"
Begitu ucap salah satu petualang yang berada di dekatku. Saat orang berkata seperti itu kepadaku, rasanya itu sabgat memalukan.
Aku hanya bisa menunjukkan senyuman canggung kepada setiap petualang yang matanya saling bertrmu denganku.
Aku dan Latifa kemudian berjalan menerobos kerumunan itu, menuju meja resepsionis sambil menyapa semuanya yang berada di dalam sini.
Lalu Christie dan David menghampiriku dan secara tiba-tiba David merangkul bahuku dan berkata, "Aku tidak percaya bahwa kekuatanmu lebih hebat dari yang aku kira sampai-sampai aku tidak mempercayai ini."
Aku tertawa canggung kembali mendengar ucapannya itu entah sebuah pujian atau ejekan yang David lemparkannya kepadaku. Lalu dia melanjutkan kembali.
"Dan juga bagaiamana kau bisa mempunyai pacar Elf yang cantik. Aku aagat iri dengan kehidupanmu itu sialan!"
Ia melihat ke arah Latifa yang sangkaannya Latifa adalah pacarku. Aku melambaikan kedua tanganku menyangkal perkataannya.
"Ahh ti-tidak David-san, Latifa itu bukan pacarku, dia adalah temanku David!"
"Ehh benarkah itu?"
"Y-yah seperti itu kenyataanya."
Latifa yang mendengar percakapan kami tertawa kecil.
"Hooo... jadi inikah pahlawan kita yang telah mengusir jenderal iblis Tokage."
Dengan repleks aku pandanganku dari David teralihan kearah siara itu berasal. Tepad di samping meja counter guild ada seorang pria bertubuh tinggi besar terlihat macho seperti seorang binaragawan datang dari pintu yang berada di balik meja counter guild dengan eksperi wajah seram serta memakai penutup mata bewarna hitam di mata sebelah kanannya.
Aku memiringkan kepalaku sambil terus melihat kearahnya.
"Ahh... tampaknya kau sangat kebingungan yah Kazura, akan kehadiran Brexvas-san."
"Maafkan aku yah David dan semuanya, aku tidak bisa ikut dalm pertempuran karena aku ada urusan di guild pusat. Sekali lagi aku minta maaf."
Dia membungkukkan badannya meminta maaf kepada semua yang hadir disana. Namun orang ini aku masih tidak mengenalnya, siapa orang ini sebenarnya.
"Kau tidak perlu meminta maaf guild master, ini adalah situasi tidak terduga."
"Iya guild master."
"Itu benar sekali guild master."
Teriak-teriak dari para petuaang gild disana memaafkan atas guild master yang tidak ikut bertempur.
Saat itu aku hatiku sangat terkejut akan kenyataan yang luar biasa ini, karena orang ang baru saja berbicara kepadaku adalah seorang guild master yanv memimpin guild di kota Elato ini.
"Ia guild master kau tidak perlu meminta maaf seperti itu, karena kau pun pasti selalu kerepotan akan apa yang selalu terjadi disini dan harus melaporkannya ke kantor guild pusat."
Wistler yang baru saja datang menepuk pundaknya Brexvas-san.
Aku hana bisa melamun saat mihat mereka berdua tampak akrab. Setelah itu Breaxvas-san mengangkat kembali badannya dengan tegap, lalu melihat kembali kearahku.
"Kazura-san, saya benar-benar terima kasih atas pertolonganmu melindungi kota ini."
"Ahh... ahh guild master kau tidak perlu sampai membungkuk berterima kasih kepadaku seperti itu. Lagian ini susah menjadi tugas para petualang disini untuk melindungi kota ini."
"Akupun berterima kasih kepadamu Kazura-san atas bantuannya kemarin. Mungkin jika kau tidak membantu kami, kami semua pasti sudah mati ditangan jenderal iblis Tokage."
Petualang peringkat A yang bernama Wistler pun berterima kasih kepadaku akan hal iti juga.
"Maaf semuanya bisa harap tenang sebentar, aku ingin mengumumkan sesuatu yang penting."
Begitu ucap Breaxvas-san sambil mengangkatkan tangannya, semua yang hadir disana pun terdiam tak ada yang berbicara. Setelah itu ia menurunkan tangannya dan berkata.
__ADS_1
"Aku punya pengumuman, bahwa mulai hari ini Kazura akan mendapatkan promosi penaikan peringkat menjadi petualang ranking B yuang tadinya Ranking F. Apakah kalian tidak keberatan akan hal ini."
Semua orang yang berada di dalam guild tersenyum, menandakan tidak ada yang menolak satupun ulasannya.
"Tentu saja kami semua yang ada disini tidak keberatan. Malahan lebih bagus dia langsung di tingkatkan menuju peringkat S saja."
"Yahhh kalau urusan itu, aku tidak bisa seenaknya. Jika aku langsung menaikkannya ke peringkat S, itu akan menjadi berita yang sangat menggemparkan karena seorang pemula seketika naik ke peringkat S ataupun A."
"Baiklah demi menyambut perayaan karena berhasilnya mengusir jenderal iblis dari kota ini dan Kazura naik ke peringkat B. Mari kita bersulang!"
Teriak David sambil mengangkat gelas bir yang dia pegang.
"Bersulang!"
Orang-orang setuju dan mengangkat gelas yang berisikan minuman mereka masing-masing.
"Terima kasih, terima kasih semuanya."
Aku tertunduk sambil membungkukan badanku memberi hormat kepada semuanya atas pujian mereka semua terhadapku.
Mereka sekarang pun mulai tenggelam akan perayaan ini. Selagi mereka bersenang-senang, aku mendekati Breaxvas-san.
"Breaxvas-san maaf sebelumnya. Akan tetapi adah hal ang aus aku bicarakan denganmu."
"Ohh apakah itu Kazura-san?"
"Ahh jika tidak keberatan, aku ingin kita mengobrol di tempat yang agak sepi."
"Baiklah kalau itu keinginanmu, bagaimana kalau kita ke kantorku saja."
Aku mengangguk mengiyakan jawabannya. Dan kami berdua pun berjalan memasuki puntu yang berada di balik meja counter guild.
Saat sesuadah melewati pintu dan pintu itu telah tertutup kembali, di dalam sini bisa terdengar suara samar-samar keramaian di aula guild.
"Baiklah ikuti aku."
Terlihatlah di pojok ruangan ini ada sebuah pintu dua tertutup rapat. Breaxsvas-san membuka pintu dua itu dengan kedua tanganya.
Yang terlihat pertama kali seadalah cahaya kilauan dari sinar matahari yang terpancar dari jendela kaca.
Aku secara repleks menyipitkan mataku, karena mataku langsung terkena silauannya, walaupun pada kenyataan agak sedikit terhalang sih oleh bayangan tubuh Breaxvas-san.
Breaxvas-san berjalan masuk kedalam dan duduk di kursi meja kerjanya.
"Sialhkan duduk disini Kazura-san."
Breaxvas-san merujuk ke sebuah kursi kosong yanga ada di depan meja kerjanya. Aku berjalan masuk dan menutup pintu lalu duduk di kursi tepat dimana yang ditunjuk Breaxvas-san.
Ruangan ini tampak begitu sederhana, akan tetapi disini sangat nyaman serta peraboranna tertata rapi.
Ada beberapa rak-rak buku serta dokumen di pojok ruangan sebelah kiri, lalu di sebelah kanan ada beberapa meja kerja yabg ukurannya sedikit kecil debgan meja kerja yang dipakai oleh Breaxvas-san saat ini. Kemudian ada satu set meja untuk para tamu juga.
"Jadi ada hal apa yang ingin kau bicarakan denganku sebelumnya?"
"Baiklah begini Breaxvas-san. Sebenarnya aku berencana akan mulai berpetualang menuju ke tempat lain sambil mengantar Latifa pulang ke kampung halamannya."
"Hmmm jadi begitu yah. Lalu kenapa alasanmu ingin berpetualang?"
Dia menjawab dengan tenang perkataanku dan melontarkan pertanyaan kembali kepadaku. Aku untuk beberapa detik terdiam berpikir, bagaimana caranya agar aku dapat menjawabnya pertanyaannya dengan jawaban yang bagus.
Dan aku terpikir akan sesuatu hal yang menurutku cukup bagus sebagai jawaban.
"Jadi begini Breaxvas-san, tidak guild master. Aku adalah seorang pengembara yang tinggal jauh dari benua ini dan baru saja datang ke benua ini. Karena prinsipku adalah menikmati kehidupan, jadi aki tidak mau menyia-nyiakan kenikmatan hidup ini hanya degan menetap di satu tempat."
Setelah menjawab perkataannya, Breaxvas-san terdiam sesaat tak langsung menjawabku. Dia meletakkan kedua tangannya dan menggenggam kedua tanganya.
__ADS_1
"Dan satu hal lagi, aku sudah berjanji, akan mengantar Latifa pulang ke kediamannya degan selamat. Kau tahu kan sekali lelaki mengucapan sebuah janji kepada seorang wanita, mangka itu harus di tepati."
Tampaknya ucapanku membuat Breaxvas-san menghela nafas panjang.
"Ahh ucapanmu itu benar sekali, yasudahlah. Lagi pula aku sebagai guild master tak berhak menghalangi perjalanan hidupmu ini. Kalau begitu mana kartu petualangmu. Aku akan mengubah status peringkatmu di kartu petualangmu itu."
Aku mengabil kartu petualangku yang kutaruh di kantung celanaku. Karena jika ku taruh di sihir ruang penyimpananku, aku takut nanti semua orang di guild ini terkejut akan sihir ruang penyimpanan yang termasuk sihir langka.
Breaxvas-san pun mengambil kartu petualang dari tanganku dan berjalan menuju ke sebuah meja di ujung sebelah kana ruangan ini.
"Tunggu sebentar ok. Ini tidak akan lama."
Dia duduk di meja itu, lalu mengeluarkan sebuah benda berbentuk kotak berwarna hitam dari sana, aku tidak tahu benda apa itu.
Lalu benda hitamnya dia lerakkan diatas meja dan meletakkan kartu petualangku diatas kotak itu.
Cahaya purih agak kebiru-biruan muncul dari kotak itu menyelimuti kartu petualang milikku. Tak lama cahaya itu redup kembali dan kemudian menghilang.
Breaxvas-san mengambil kartu petualangku kembali dari aas kotak itu dan si kotak hitam itu dia taruh kembali di tempat asalnya, kemudian dia berjala kearahku.
"Ini kartu petualangmu, sekarang kau sudah resmi menjadi petualang peringkat B."
Aku mengambilnya dari tangan Breaxvas-san dengan sopan dan melihat kartu guildku.
Terlihat sekarang logo yang tadinya huruf F telah berganti dengan B.
"Terima kasih guild master."
"Yahh sama-sama."
Aku kemudian memasukkan kembali kartu petualangku ke saku celana, beranjak dari dudukku dan berjalan kembali bersama Breaxvas-san.
Setelah kembali ke aula guild, tiba-tiba Christie menghampiriku dan berdiri diam tepat di depanku. Wajahnya terlihat cemas menatap kepadaku.
Aku bingung akan tingkanya itu, namun aku tidak berani bertanya dan yang kulakukan hanya diam tak berkata apa-apa.
"Apakah kau akan pergi dari kota ini Kazura?"
Entah kenapa Christie bertanyabkepadaku begitu, akanbtetapi nampaknya dia tahu akan niatku.
"Umm... etto... yah aku berencana begitu."
Wajah tampak sedih ditunjukkan oleh Christie setelah ku berucap begitu.
Christie membuka mulutnya seperti ingin mengucapkan sesuatu padaku, namun kata-kata itu tampaknya tertahan tak bisa dia ucapkan, dia menutup kembali mulutnya
Karena sikapnya, aku mencoba menanyakan sesuatu kepadanya.
"Jadi bagaimana kalau kamu ikut saja bersamaku mengantar Latifa dan berpetualang mengelilingi dunia ini?"
Mendengar ucapanku, wajah murung Christie berubah menjadi gembira, ia tersenyum dengan sangat menawan kepadaku, hingga aku ingin sekali menciumnya.
Namun niat itu hanya kupendam dalam hati, karena jika kulakukan sekarang, sudah pasti David akan menebasku dengan pedangnya yang selalu ia bawa tergantung di punggungnya itu.
"Baiklah tuan-tuan dan nyonya temanku sekalian, mulai dari sini aku undur diri untuk mengantar puteri Latifa menuju ke kediamannya."
"Ahh silahkan, hati-hati dijalan yah jangan sampai lecet puteri Latifa nya."
"Hahaha... bisa saja kau David. Dan David saudaramu akan ikut berpetualang denganku apa tidak apa-apa?"
"Ahh tidak apa-apa, dia kan sudah dewasa ini. Namun jika kau menyakitinya aku akan memburumu sampai ke ujung dunia ini dan juga sampai ke liang semut sekalipun paham!"
David menunjukan wajah yang menyeramkan saat berkata padaku, dan itupun membuatku harus berhati-hati akan sikapku pada Christie.
Kemudian kami bertiga berpamitan keluar dari bangunan guild dan mencari penjual kereta kuda untuk perjalanan kami menuju ke tempat daerah Latifa tinggal yang berada di hutan besar Banyan yang jaraknya ratusan kilometer dari Kota Elato ini.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)