Boku Wa Betsu No Isekai De Umarekawarimashita ( Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Lain)

Boku Wa Betsu No Isekai De Umarekawarimashita ( Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Lain)
CH. 28


__ADS_3

Setelah aku mengenakan salah satu tehnik rahasia pedang klan Reizaki yang bernama 'Kyujuukyu No desusurasshu'(sembilan puluh sembilan tebasan kematian) pun beban akan jurus itu pun mulai terasa.


Arrgghhh!!


teriakan histeris aku keluarkan dengan sangat lantang sambil membantingkan tubuhku ke tanah. tubuhku bagaikan terkoyak oleh ratusan pedang yang menancap pada badanku serta nadi nadi dalam tubuhku pun serasa tersayat-sayat oleh silet.


KAZURA!!


Latifa dan Christie bertriak panik akan kejadian yang baru saja aku alami.


sedikit samar-samar pandanganku terhadap wajah mereka berdua. Mereka terlihat seperti menunjukkan wajah cemas dan khawatir terhadap aku sekarang ini.


"Ada apa Kazura?! Bagian mana yang sakit Kazura?!"


begitu ucap mereka berdua. namun semakin kama tandanganku semakin kabur.


"Tunggu Kazura he... jang...- kau mati du...-Kazura."


Siapa yang kau bilang aku akan mati.


aku sedikit kesal akan ucapa entah dari siapa itu. karena saat ini badanku sudah lemah tak bisa ku gerakan lagi. pendengaranku sudah mulai tuli dan oandanganku semakin gelap. sampai akhirnya aku menutup mata.


...****************...


Kazura perlahan membuka matanya. Entah mengapa dia padahal membuka matanya, akan tetapi pandangannya begitu gelap tidak bisa melihat apa-apa. Dirinya terbaring seperti sedang mengapun di udara di ruangan serba hitam itu.


???


Kazura sangat kebingungan akan apa yang terjadi saat ini.


Tak lama sinar cahaya putih kecil bersinar tepat di hadapannya. Semakin lama sinar itu semakin besar dan juga seperti terus mendekatiku tidak lebih tepatnya seperti ingin melahapnya.


Kazura seketika membalikkan badan dan dengan sekuat tenaga berlari agar tidak terlahap oleh cahaya itu. Akan tetapi kecepatan cahaya yang membesar itu lebih cepat dari lari dan pada akhirnya dia terlahap oleh silaunya cahaya putih sambil memejamkan kedua mata dan juga melindungi matabdengan siku kiri.


Beberaa menit, ah tidak sampai semenit lebih tepatnya dia sesudah menurunkan siku yang melindungi matanya sambil membuka mata perlahan.


Dari situ hatinya sangat terkejutkan. Kazura berdiri tepat sebuah taman rumput hijau di halaman belakang rumah keluarganya.


"Betapa sangat nostalgia nya pemandangan ini."


Gumamnya setelah melihat pemandangan itu, seperti pemandangan lama yang dia rindukan.


Tunggu aku kakak!


Seorang anak kecil melintas dengan raut wajah hampir menangis menembus tubuh samar samarnya. Itu adalah dirinya saat sewaktu masih umur 4 tahun. Di depannya adalah kakak nya yang berumur 6 tahun. walaupun tubuhnya hampir sama seperti Kazura sewaktu kecil, namun dirinya nampak begitu lincah dan cepat.


Cepatlah Kazura, jika kau terlambat ke dojo untuk latihan, ayah pasti akan memarahimu.


Aku masih teringat, saat itu aku sedang terburu-buru untuk melakukan latihan di dojo keluarga kita.

__ADS_1


Dalam hatinya Kazura yang menyaksikan kenangannya bergumam.


srakk!


suara Kazura kecil terjatuh meluncur di tanah. Kakaknya yang sedang berlari pun terhenti setelah melihat Kazura kecil terjatuh.


Kazura kecil terdiam beberapa detik tak bergerak sama sekali, kemudian dia mencoba bangkit. Wajah Kazura kecil sedikit memerah, pakaiannya serta wajah dan tubuhnya kotor akibat gesekan itu.


Kazura kecil duduk, air matanya tertahan di ujung peliois mata dengan wajah yang menahan tangisan. Kakak nya bergegas berlari menghampiri Kazura kecil.


"Kamu tidak apa-apa Kazura."


Sambil mengulurkan tangannya mencoba membantuku Kazura kecil bangkit sengan senyuman kecil nampak di wajahnya.


"Ini menyakitkan kakak, whaaaa!!"


Kazura Kecil kemudian menangis keras setelah kakanya mencoba untuk membantu dia bangkit. Kakak Kazura mengelus-ngelus kepalanya dengan lembut.


"Yos-yos sudah jangan menangis, kaku kan anak lelaki, jadi kamu harus kuat akan hal ini. nanti kamu akan terbiasa dengan rasa sakit seperti ini."


Perkataan Kakak nya Kazura begitu lembut. Kazura menggangguk mengiyakan perkataan kakanya, sehingga dapat membuat Kazura kecik yang tadinya menangis cukup keras pun mereda dan terhenti.


"Betapa memalukannya waktu aku kecil seperti ini. akan tentapi kenangan saat itu memang begitu membekas dan juga begiu damai."


Kazura besar dengan lembutnya melihat kenangan dia saat itu.


Kazura pun seperti di tarik kembali oleh cahaya terang itu dan dalam sekejap dia tengah berpindah di sebuah tempat yang berbeda.


Di hadapannya ada sebuah aula bangunan olahraga. Wajah Kazura sedikit memucat seketika melihat bangunan itu. Nampaknya dia enggan melihat kenangan ini.


tidak jangan yang ini, kumohon... kumohooonnn....!!


...****************...


Di satu sisi di waktu yang sama Latifa dan Christie menamoakkan wajah sangat cemas dan takut.


"Hey Kazura kumohin bangunlah Kazura. Jangan dulu mati Kazura."


Christie menangis dengan linangan air mata yang cukup deras. mendengar rintihan itu membuat Latifa sedikit kesal akan ucapan Christie.


Takk~


"Aduhh!!"


Suara tengkorak kepala Christie terdengar cukuo nyaring setelah diketok oleh Latifa dengan serangka katana milik Kazura.


Christie seketika berbalik dengan wajah yang kesal.


"Apa-apaan kau cewek hutan barbar. Bukanwaktunya kita untuk ribut dan bercanda."

__ADS_1


begitulah ucap Christie.


"Apa-apaan? apa-apaan itu kau. kenaoa kau begitu sembarang berbicara seakan Kazura ini telah meninggal dasar cewek otot."


"Terus ini Kazura tidak bangun-bangun kenaoa dia."


"Menyingkirlah kau. lebih baik aku periksa keadaan Kazura dulu."


Latifa mendorong sedikit Christie agar menyinhkir dari sisi Kazura agar dia bisa memeriksa keadaan Kazura saat ini.


Pertama Latifa menempelkan jarinya ke arah depan hidung Kazura.


'Terasa masih ada nafas yang keluar dari hidung nya.'


dalam hati Latifa mengasumsikan begitu. Lalu Latifa memegang denyut nadi yang ada di tangan Kazura. Denyutan nadi Kazura terasa sedikit oleh jemari Latifa yang di tempelkannya.


'Nampaknya baik juga.'


Ujar hati Latifa kembali. dan setelah itu Latifa menempelkan telinga sebelah kanan nya ke dada Kazura atau lebih tepatnya dimana letak jantung Kazura berada.


"dug dug~."


"Suara jantungnya juga nampak aman. sepertinya dia hanya pingsan saja karena kehabisan stamina dan mana di dalam tubuhnya."


Ucap Latifa sambil menghembuskan nafas lega. Christie yang mendengarnya pun bernafas lega juga.


"Baiklah karena sudah selesai kau memeriksa Kazura, saat ini aku ingin mempertayakan akan tingkahmu barusan?"


Toh begitu ucap Christie.


"Apa maksudmu?"


Tanya balik Latifa.


"Memang benar yah kau mengajakku berantam. Sialan memang kau cewek hutan. Setelah berani mengetok kepalaku dengan serangka pedang bukannya minta maaf malah nyolot,sini maju kau."


Christie dengan sigap langsung memasang kuda kuda bertarung dengan tangan kosong. di sisi lain Latifa pun terpancing emosi dan memasang kuda-kuda bertarung pula, dia bersiap bertahan untuk menyerang balik Christie.


Namun Sesaat mereka berdua akan mulai bertarung. Aura mencekam dari dalam lubang gua terasa begitu sangat mencekam. Latifa dan Christie seketika merinding hanya dengan hawanya dari kejauhan itu.


"Aura hebat ini! Tidak salah lagi ini bos monster di dungeon ini!" Panik keduanya berbicara dari hati.


"Kita tunda dulu pertarungan ini dan mencari tempat yang aman agar kita serta Kazura bisa merawat luka Kazura serta memulihkan kembali stamina tempur kita."


Christie mengangguk, mengiyakan perkataan Latifa. Keduanya mengendurkan kuda kuda mereka. Niatan bertarung mereka tengah hilang dan mulai berdamai untuk sementara.


"Kali ini aku setuju denganmu cewek hutan."


Latifa dan Christie kemudian membopong badan Kazura yang terkapar dan berjalan menjauhi lokasi saat ini untuk mencari tempat aman.

__ADS_1


__ADS_2