
Para tamu yang berada satu ruangan dengan mereka. semua mata masih tertuju pada angel dan raffi.karena drama merintih kesakitan yang dibuat-dibuat oleh angel.
sebagian orang malah merasa empati pada nya. dan berbisik yang bisikannya tentang menjelekkan raffi,namun itu tidak terdengar seperti bisikan karena raffi juga bisa mendengarnya.
merasa sudah tidak nyaman dengan situasi seperti ini.Raffi memutuskan untuk pergi keluar dari club.dan memberi tahu ilham bahwa dia akan menunggu di dalam mobil saja.
Raffi memanggil pelayan untuk meminta bill dan membayar semua yang tadi mereka pesan.dia berjalan menuju pintu keluar club. dan segera masuk kedalam mobil.untuk menunggu ilham datang.
sedangkan Ilham masih terdiam dan menatap belakang punggung angel dengan tatapan menjijikan.
Dia sangat mengenali bagaimana sifat gadis ini. Dia gadis yang pendendam dan pasti akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau. Begitu cerita teman-temannya yang ilham dengar.
Angel sekarang sedang duduk di kursi depan meja ilham. Dibantu bersama teman-teman nya untuk memebersihkan luka yang tadi terjatuh karena didorong raffi.
Ilham juga merasa apa yang dilakukan kakaknya tadi memang keterlaluan.karena luka angel juga sedikit parah di bagian lutut dan sikunya.
Ilham berjalan menuju meja angel tanpa basa basi. dia segera mengeluar kan uang dari dompetnya dan meletakkan diatas meja hadapan angel.
Angel dan teman-temannya mengerjapkan mata melihat uang sebanyak itu di atas mejanya.karena sebagian temannya belum pernah melihat uang sebanyak itu.
Angel menatap orang yang berdiri di samping nya ini. dia menelan ludah nya ketika melihat siapa ternyata yang memberikan uang itu.
"ku harap uang itu cukup untuk mengobati luka mu dan menghapuskan niatan dendam mu pada kakakku.dan ingat jangan pernah bermain main dengan keluarga ku. jangan fikir aku tidak mengenali siapa dirimu di balik topeng ini aku bisa saja melakukan apa pun terhadap keluarga mu. apa kau mengerti dasar wanita pel***r! "pekik ilham berbisik di telinga angel dengan nada yang mengancam.
Tubuh angel merinding mendengar bisikan ilham ditelinga nya.
dirinya tidak menyangka ilham yang dianggap nya bocah ingusan itu ternyata se menakutkan ini.
namun angel masih tetap berusaha tenang dihadapan ilham dan menantangnya kembali.
"aku tak ingin uangmu ! aku hanya ingin kakak mu. "
pekik angel ragu karena dia juga takut uangnya di ambil kembali oleh ilham.baginya uang segitu banyak bisa cukup untuk biaya dirinya satu bulan ini.
Ilham mencengkram dagunya yang membuat gadis itu mendongak.
"jangan mencoba pura-pura tenang gadis cantik.lihatlah..matamu ini tidak dapat berbohong kalau kau sangat haus pada uang itu.
Tapi tenang saja.uang itu tidak akan ku ambil kembali, aku bahkan bisa memberikanmu sepuluh kali lipat kalau saja tadi kau tidak mencari masalah dengan kakakku."lirih ilham .bibirnya tersenyum sinis sebelum dia berbalik menuju pintu keluar club.
Angel tersedak karena nyeri di bagian lehernya yang dicengkram kuat oleh ilham tadi. Namun bibirnya kembali tersenyum melihat uang yang berserakan di atas mejanya.
__ADS_1
-----
hannum mengerjap kan matanya.
Tersentak. Dia seperti bermimpi mendengar suara teriakan yang memanggil namanya.
Rasa ngantuk masih menggantung di pelupuk matanya. Hoaam menguap lebar.
"kak.. Kak hannum.. "teriak nadya berulang kali disusul dengan ketukan pintu.
Hannum kaget mendengar suara nadya yang berteriak memanggil namanya.hannum langsung turun dari tempat tidur nya untuk membuka kunci pintu.
"kenapa si dek teriak-teriak begini tengah malam?." Tanyanya yang masih sedikit mengantuk.
" Ma..ma..ma.. pingsan dikamar kak."jawab nadya ter bata-bata.
"hah..mama pingsan, kok bisaa dekk?. "pekik hannum kaget .ngantuknya buyar .dan segera berlari masuk ke kamar mamanya.
Dia melihat mamanya terbaring lemas di lantai samping kasur.hannum langsung berlari dan duduk sambil menggoyang-goyangkan tubuh dan wajah mamanya.
nadya juga sempat mengolesi minyak kayu putih dan balsem di sekitaran telapak kaki,tangan dan juga leher mamanya tadi .namun mamanya masih belum sadarkan diri.
Hannum panik.dia harus membawa mamanya ke rumah sakit.tapi bagaimana caranya?.dengan kondisi mamanya yang pingsan. tidak mungkin dia bisa membawanya menggunakan sepeda motornya.
Akhirnya dia teringat arya. Ya arya! kaka kelas di kampusnya. Rumah hannum memang tidak terlalu jauh dengan rumah nya arya.
Ntah kenapa fikirannya langsung teringat pada arya.
sebenarnya dia ingin menghubungi kedua sahabatnya yang pasti akan segera datang ketika hannum membutuhkan mereka.
namun karena mereka perempuan hannum mengurungkan niatnya,dia takut sahabatnya itu kenapa-napa dijalan nanti.
Drtt.. Drt...
Suara telfon ber dering.
...HANNUM CANTIK...
...Memanggil.....
__ADS_1
Begitu lah tampak di layar hp nya ketika hannum menelfonnya.
Arya yang baru selesai dari kamar mandi langsung bergegas karena mendengar hp nya berdering.
Siapa yang nelfon ya malam-malam begini, iseng banget deh jadi orang. Gumam nya dalam hati.
Ketika arya melihat ternyata yang menelfonnya adalah hannum arya langsung mengangkat telfonnya.
"hallo Assalamualaikum kak, ini aku hannum .kak arya aku mau minta tolong boleh ga? "ucap hannum yang terdengar sedikit terburu-buru dari seberang telfon.
"hah iya kenapa dek? "tanya arya tanpa basa-basi.
ini pasti sangat penting fikirnya mana pernah juga andara iseng nelfon gue tengah malem begini batinnya.
"iya ini kak mama aku pingsan, trus aku mau bawa ke rumah sakit, tapi aku ga tau mau bawanya gimana soalnya kan aku cuma punya motor, mau pesan taksi online juga ga bakal ada yang mau jam segini. Kakak mau ga tolongin aku bawa mama ke rumah sakit?".
"ooh iyaa mau kok num.. Tunggu di rumah ya! aku siap siap dulu. 10 menit nyampe kok ini. "jawab arya meng iya kan.
dia segera memakai jaket nya sambil berjalan keluar kamar.
"makasih banget ya kak.. Maaf ngerepotin malam-malam begini. Oke hannum tunggu disini ya kak".jawab andara mematikan telfonnya.
arya keluar rumah dan segera mengeluarkan mobilnya dari garasi. Dia hanya pamit pada satpam nya untuk keluar sebentar .karena mama dan papa nya pasti sekarang sudah tidur.jadi arya enggan membangunkannya.
Arya melajukan mobilnya keluar dari rumah dan segera menuju ke rumah hannum.
------
Panik dan kecemasan nya sekarang sedikit berkurang setelah menelfon arya dan berhasil meminta bantuan.
Hannum segera menyiapkan apa yang perlu di bawa nya untuk ke rumah sakit .termasuk kartu atm mamanya.
Tidak lupa dia memakai jaket agar tidak kedinginan terkena angin malam nanti.
Nadya masih menangis melihat kondisi mamanya yang terlihat sangat pucat. didalam batinnya dia takut mamanya meninggal.
Tak lama kemudian suara klakson mobil berbunyi dari luar rumah.
hannum yakin itu pasti arya.dan ternyata Benar.
hannum langsung keluar untuk membukakan pagar dan pintunya.
__ADS_1
Mereka berdua telah mengangkat mamanya masuk ke dalam mobil untuk segera di bawa ke rumah sakit.