BOSSKU Ternyata SUAMIKU

BOSSKU Ternyata SUAMIKU
Bab 18.Masa Lalu Raffi


__ADS_3

Ilham memutarkan kemudinya berncana untuk mengikuti kemana arah perginya mobil milik Arya.


Dia menatap dengan fokus mobil hitam itu. Takut kehilangan jejak.


"Mau kemana sih mereka? Jalan pulang ke rumah hannum kan bukan lewat sini. "


Ditengah perjalanan hp milik ilham berdering.


Drt.. Drt..


Ternyata ada pesan masuk.


"Ilham lo buruan deh kesini.Gue lagi sama Rossa di Cafe xxx .dia curhat sambil nangis ke gue. "


Ilham membaca pesan dari Raffi.


"Emang udah gila ya si Rossa ini. Ngapain dia pake acara ngadu ke ka Raffi. "


Ilham terpaksa memutar kembali mobil ke Arah Cafe yang ada di dekat kampus nya.


Dirinya masih penasaran kemana Arya akan membawa hannum. Namun karena ini masalah tentang dia dan Rossa dia tidak ingin kaka nya harus ikut campur untuk urusan pribadinya.


 


Rossa menceritakan semuanya pada Raffi.


Bercerita tentang kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan dengan Ilham.


"Nyonya kenapa anda menceritakan semuanya pada saya yang baru anda kenal. Aku dan ilham memang saudara kandung tetapi kami tidak seakrab itu kalau soal permasalahan cinta masing-masing. Dia bahkan tidak pernah Memberitahuku siapa pacarnya."


Raffi hanya merasa aneh,bagaimana dia bisa menceritakan hal ini kepada orang asing.


"Karena gue harap ka Raffi bisa membantu masalah ini. Kakak ga pengen kan kalo papa aku memutuskan hubungan bisnis dengan perusahaan kalian."


Rossa mengerjapkan kedua matanya agar raffi merasa kasihan dan akan membantunya.


Dia mencoba mengancam Raffi dengan kekuasaan Papanya yang sangat berpengaruh pada bisnis keluarga Raffi.


"Tetapi ini bukan masalah perusahaan. Ini masalah pribadi anda dengan ilham. Jadi saya mohon jangan menyangkut paut kan masalah kalian pada saya dan perusahaan."


Raffi menarik nafas panjang. Karena merasa gadis yang ada dihadapannya ini tidak bercanda dengan kata-katanya.


"Bukankah ka Raffi juga pernah suka pada ka Intan. Saya bisa menolong anda agar bisa dekat dengan nya lagi. "Rossa memasang umpan terakhirnya.


...*flashback on*...


Dipinggir jalan dekat danau cemara yang terkenal sebagai taman rekreasi di kawasan jakarta.


"Maaf mas saya turun disini saja. " Intan menepuk bahu driver ojol agar memberhentikan motornya.


"Tapi mba titik pemberhentiannya masih jauh didepan sana. " ujarnya menjawab sambil menepikan motornya di pinggir.


"Gapapa mas saya turun di sini .selesaikan aja orderannya. nanti saya kasih bintang lima kok."


Turun membuka helm nya dan memberikan kepada driver.


Intan selau sengaja membayar ongkos nya lebih pada para driver agar mendapatkan tips.


"semoga hari ini lancar ya mas".Intan tersenyum tulus.

__ADS_1


"Eh ia mbak.. Trimakasih banget loh mbak. Tipsnya juga banyak banget. "Driver menundukkan kepala sopan pada intan.


"hehe rezeki mas nya. Makasih ya mas. "intan


"iya mbak saya yang ber trimakasih.. "Driver ojek meninggalkan Intan.


Intan berjalan dan menyebrangi jalanan agar sampai di tepi danau yang masih sangat asri.


karena dikelilingi pohon-pohon hijau.


Gadis itu berjalan menelusuri trotoar dan jalan setapak agar bisa sampai dan masuk ke danau itu.


Tempat ini biasanya selalu ramai di akhir pekan.


Tetapi karena hari ini masih terlalu pagi dan jam-jam sibuk bekerja.


Nyaris tidak ada seorang pun yang berkunjung ke tempat ini.


Intan mengedarkan pandangannya mengelilingi danau ini yang sangat bersih dan alami.


Pemandangan nya membuat mata sangat sejuk memandangnya.


Intan menarik nafas dalam. Sambil menikmati ketenangan ini.


Berbeda dengan adiknya Rossa .Intan lebih menyukai ketenangan dari pada keramaian kota ini.


Dia terduduk dan terlamun pada lamunan yang panjang. Perlahan air matanya menetes dan mulai membasahi pipinya.Dadanya mulai sesak dan terdengat isak tangis yang mulai segugukan.


"Laki-Laki sialan! , Kamu fikir karena aku begitu mencintaimu jadi kau bisa seenaknya padaku."


Intan berteriak keras pada danau yang tenang.


"Bisa-bisanya dirimu menduakan ku dengan sahabat ku sendiri.Apa sebenarnya salah ku padamu."


Huuuuu...


tangisnya semakin melemah.


"Kau tau aku akan melakukan apapun demi dirimu. Tapi kau Tidak pernah menghargai perjuangan ku. "


"Kau jahat sekali.."


semoga penghuni langit dan bumi mengutukmuu .


Aku membencimu sampai urat nadiku ARYA.."


Teriaknya sekali lagi sampai Perasaannya mulai lega. Dia mengelus elus dadanya yang masih bernafas terengah-engah.


"Hai.." Terdengar suara seorang pria yang tak tau berasal dari mana.


Tubuh Intan refleks membeku.


."Ada yang memanggilku" Intan beranjak dari duduk nya mencoba mencari dari mana suara itu berasal.


Intan terduduk kembali. sangkin kaget nya melihat seorang pria tampan yang berjalan menuju arahnya.


"Anda siapa ya? "tanyanya terbata.


"Eh jangan takut. aku hanya kebetulan lewat dari sini. Dan tak sengaja mendengar teriakan mu yang menyelekit di telingaku. Saya kira anda ingin bunuh diri makanya saya bergegas datang kemari. " Raffi berjalan ke arah intan.

__ADS_1


"kenapa anda berjalan mendekat sekarang?" Dengan raut muka curiga. Takut pria di depannya itu ingin mencelakainya.


"Aku hanya ingin duduk disebelah mu"Raffi menjawab dengan muka cuek.


Intan ingin berjalan menghindar .


Tetapi langkahnya terhenti karena pria itu sudah berada didepannya.


Dia terkepung dan tak bisa menghindar. Akhirnya intan duduk kembali ke tempatnya tadi.


"Nah begitukan manis. Duduk lah sebentar. Aku hanya ingin berkenalan dengan mu.kenapa gadis secantik dirimu ini bisa frustasi begitu."Raffi bergumam pelan.


"Maaf ya saya sudah mengganggu curhatan anda pada danau ini. "Raffi tertawa renyah.


"hmm maf tapi anda tidak mendengar semuanya kan?."Rossa menyipitkan matanya menatap Raffi.


"Hahaha maaf ya tapi aku mendengar semuanya. "ujarnya tersenyum kecil.


Intan merinding melihat senyum pria itu.


Walaupun Raffi tersenyum ceria namun Intan merasa senyum itu licik sekali.


 


raffi tergelak mengingat kejadian itu.


Dirinya menertawai gadis didepannya yang sangat percaya diri karena menganggap Raffi akan tergiur pada rencananya.


"Dengar nyonya Rossa cantik. Ajakanmu tidak akan membuatku memaksa adikku untuk mencintai gadis licik sepertimu. Kau dan kakakmu,kalian berdua ternyata sangat Mirip.Sama-sama egois, yang hanya mementingkan diri kalian sendiri ."Raffi menyergitkan dahinya menatap Rossa.


Pias. Wajah Rossa yang tadinya tersenyum ceria berubah seketika mendengar ucapan Raffi.


"Tolongin guee plisss kak.. Gue cinta banget sama ilham. "


Terdengar suara isak dari mulutnya."Drama dimulai". Batinnya.


Pembicaraan terhenti saat seseorang muncul mendekati mereka.


"Maaf mengganggu kalian berdua. "


Terdengar suara pria .Dia terlihat berjalan santai dengan membawa secangkir coffee di genggamannya.


Dan duduk di kursi yang kosong disebelah Raffi.


"Ilham! Rossa memekik cemas.Kamu ngapain datang kemari? ".


Rosaa menutup wajahnya dengan gelas minuman nya.


"seharus nya aku yang bertanya padamu.Kenapa kalian berdua bisa kenal dan berada disini?," ilham menatap tajam pada Rossa.


Apa gue bisa lari aja sekarang. Kenapa ilham bisa menemukan kami disini.


Atau jangan-jangan ka Raffi ya yang udah memberitahu ilham. batin Rossa.


Rossa merasa nyali nya menciut.


Diantara kedua orang ini Raffi hanya diam dan tak berniat untuk menimpali.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2