BOSSKU Ternyata SUAMIKU

BOSSKU Ternyata SUAMIKU
Bab 21. Siapa intan?


__ADS_3

Ilham menarik tangan Rossa ke arah luar cafee.


"ilhamm pliss lo stop narik tangan gue .sakit banget tauu..".


Rossa berusaha melepaskan tangannya dari genggaman ilham.


"*Rossa, tolong berhenti. Drama yang lo buat untuk ngerayu kaka gue.


Lo mau apa dari dia? Dengar ya!Kami berdua ga pernah curhat kalau masalah tentang percintaan.


Jadi bakalan percuma juga kalo lo mau curhat sama ka Raffi*. "


Ilham menahan emosinya dan berbicara pelan pada Rossa tapi dengan suara yang terdengar masih kesal.


"Gue ga bermaksud mau curhat sama ka raffi ham.. Kita berdua tadi ga sengaja ketemuan disini.Ga bermaksud apa-apa kok."


Rossa berbicara terbata-bata tanpa melihat kearah ilham.


Ilham menyadari kegugupan wanita didepannya itu.


Ilham diam.tidak menjawab atau bertanya lagi. setelah Mendengar jawaban itu.


Padahal tanpa menanyakan alasan apa yang membawa Rossa datang kemari ilham sudah tau pasti.


Tapi dia hanya membutuhkan kejujuran dari mulut Rossa.


Dia menatap rossa dengan perasaan kesal sekaligus muak dengan semua kebohongan nya .


Sambil menahan geram ilham segera berjalan meninggalkan rossa yang masih tertunduk.


lalu segera pergi meninggalkan Rossa yang masih diam mematung.


ilham berjalan masuk kembali ke dalam caffee . Duduk lalu Meneguk minuman miliknya.


"Dia tadi ngomong apa aja ke lo kak?.


Ilham bertanya ketika selesai menghabiskan minuman miliknya.


Matanya masih menatap pintu masuk caffe memastikan apakah wanita itu masih berani masuk atau tidak.


"Dia cerita ,katanya cintanya sama lo bertepuk sebelah tangan. Dia juga mau minta tolong ke gue untuk bisa maksa lo suka sama dia, "


huftt...


"kenapa dia bisa se tidak tau malu itu".


Ilham menendang pelan kursi yang ada tepat di depan kakinya.


ilham menarik nafas panjang mendengar perkataan Raffi.


"Gue juga ga tau kenapa dia bisa langsung percaya diri mengatakan itu padaku. Tapi yang jelas dia adik kandung Intan. Mantan pertama gue dulu. ".


"Hah kak Intan!. Jadi rossa adik kandungnya ka intan? Pantas aja gue selalu merasa ga asing ketika pertama kali jumpa sama Rossa. ".


Ilham menyergitkan dahi nya bingung.


"ternyata dunia sesempit ini ya.".


Gumam Raffi pelan.


---------------


Rossa berfikir ini waktunya untuk pergi dari sini.


Dia takkan berani lagi untuk masuk ke dalam .bertemu dengan kedua kaka adik itu lagi.

__ADS_1


Rossa berlari kecil menuju arah parkiran.


Masuk ke dalm mobilnya lalu melaju meninggalkan area caffee.


Apa gue salah strategi ya.


kenapa sepertinya yang gue fikirkan sepanjang jalan tadi salah.


Kenapa kelihatannya ka Raffi Benar-benar telah melupakan ka Intan.


Jelas-jelas gue jadi saksi mata ketika ka ilham rela hujan-hujanan datang ke depan pintu gerbang rumah .


Hanya untuk menyatakan kalau dirinya masih belum bisa melupakan ka intan.


Siall, kenapa aku tidak merekamnya ya.


"ka raffi tolong jawab jujur. Kakak beneran sudah bisa moveon kan dari kak intan?."


Langsung bertanya saja lah fikir Rossa.


"He'em".


Ilham Menjawab cepat agar gadis didepannya ini yakin dirinya benar-benar sudah moveon dari kakaknya.


"Lalu, apa ka Raffi fikir ka intan sudah moveon juga?. "


Rossa menatap lekat Raffi .


Seperti tidak mau kelewatan sedetik pun perubahan air muka Raffi.


"Hahah. Aku sudah tidak peduli tentang itu. "


Raffi menjawab cuek dan tertawa renyah.


Padahal di dalam hatinya seperti melihat bola lampu yang menyala.


Matanya kembali beralih pada Rossa .


Wanita itu mengetuk meja pelan dengan jarinya beberapa kali .


Sepertinya sedang menyusun rencana yang lain.


"Ka Raffi bagaimana kau bisa hidup dengan tenang selama ini.?"


Lihat, Raffi memicingkan matanya .Dia kesal dengan pertanyaan rossa yang masih belum bisa dicernanya.


"Apa?. "


Raffi menjawab datar tanpa menunjukkan raut muka penasarannya.


"*Kakak dulu sangat mencintai ka intan.Dan tidak rela ketika melihatnya dengan pria lain.


Sekarang ka intan sudah melepaskannya .


Dan ka raffi malah menyia-nyiakan kesempatan ini*. "


Rossa pura-pura mendesah karena mencela kebodohan pria didepannya ini.


"Ka intan gadis yang baik kak. "


Timpalnya masih mencoba menggoda agar Raffi percaya dengan perkataannya.


"*Kalau begitu kau jodohkan saja dia dengan mantannya.


Dia bilang mantannya orang paling baik yang pernah ada didunia ini*.

__ADS_1


" Raffi menjawab dengan kalimat mematikan.


Telak menghujam Rossa .


Rossa kehabisan rencana yang dia susun di otaknya.


"huuuu.... Kak plisss tolongin gue ya. " .


Rossa akhirnya memakai senjata drama nya yang terakhir .Yaitu menangis.


Karena fikirnya hanya inilah yang akan mampu membuat raffi kasihan padanya.


Seperti ilham yang tidak ingin melihat siapapun menangis didepannya.


Namun Raffi berbeda.


Dia bisa membedakan mana air mata asli dan palsu yang keluar dari mata seseorang.


Apalagi wanita yang ada dihadapannya ini sama sekali tidak ada bedanya dengan kakaknya Intan. Sama-sama Ratu Drama batinnya.


Raffi jengah sendiri mendengar tangisan dan permohonan rossa .


Dengan wajah kesal tubuhnya bersandar di kursi sambil meraba hp nya yang ada didalam saku celananya.


lalu mengirimkan pesan pada seseorang .


Gadis itu memang sudah mulai memudar dihatinya.sejak hari itu. Sejak dia memutuskan untuk kembali bersama mantannya.


Walaupun sakit yang masih sangat membekas dihatinya.Tetapi hatinya tidak munafik. Dia masih akan menerima gadis itu untuk kembali kedalam pelukannya.


-------------


Setelah selesai membayar biaya Rumah sakit.


Dan menebus obat yang tadi di resep oleh dokter di apotik.


Mereka memasukkan semua barang -barang yang dibawa ke rumah sakit ke dalam mobil milik andara.


Adilah sebenarnya sengaja memasukkan semua barang.


Agar hannum tidak muat Dimobil andara.


Dan harus pulang bareng lagi bersama arya.


"lah guee sama ka arya lagi ya pulangnya?." Raut muka Hannum Kesal bertanya pada dua orang sahabatnya ini.


"Trus lo mau dimana hannum. Kan udah ga muat didalam. "Andara membuka pintu mobilnya.


memperlihatkan tumpukan barang yang ada di jok belakang.


"iya lo sama ka arya aja sana. " Adilah mendorong tubuh hannum untuk segera pergi.


"Hannum nak.. Kamu sama arya aja sayang pulangnya ya mama sekalian mau tiduran dulu disini."


Bu ririn masuk ke dalam mobil dan langsung berbaring di kursi tengah.


"Kenapa mama jadi belain dua orang ini sih. " Gerutu hannum pelan dan menoyor kepala dua sahabatnya pelan..


"Haha sana num.. sama calon suami lo.. "Adilah teriak cukup keras sambil tertawa.


Hannum berjalan kesal dan masuk ke dalam mobil milik arya.


"Hai cantik." Basa basi arya untuk mencairkan suasana.


Hannum hanya membalas sapaan arya dengan senyum seadanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2