
Rossa berlari kecil agar sampai dengan cepat untun masuk ke dalam ruangannya.
"kenapasih tadi dia harus ngeliat gue lagi ngelabrak si hannum.Kira-kira dia dengar ga ya waktu gue ngata-ngatain hannum dengan sebutan wanita murahan. Gimana kalo dia dengar? Kan tadi gue ngomong nya juga kencang banget. Aaaa kenapa bego banget si lo Rossa."gerutu batin rossa ,frustasi .
Rossa langsung masuk ke dalam ruangan walaupun sudah terlambat namun dia masih diperbolehkan masuk karena baru terlambat 5 menit saja.
Rossa segera duduk di kursinya dan langsung diam termenung.
Dia bahkan tidak menghiraukan kedua sahabatnya yang sedari tadi mengoceh menanyakan dari mana saja dirinya.
"eh ross..lo dari mana aja si.. ? Kenapa lo dateng-dateng langsung cemberut gitu muka nya?."Tiara.
"Gue tau nih.. pasti lo tadi abis dicuekin sama ilham kan? . Biasanya kan juga begitu. "Dinda.
Diam lo berdua. berisik banget dari tadi. Gue lagi males ngomong sama siapapun hari ini! . "Pekik Rossa melemparkan buku nya mengenai wajah Tiara.
"iii.. rossaa kenapa cuma gue doang yang ditimpuk pake buku!Si Dinda harus nya ditimpuk juga dong. "ujar tiara tak terima sambik melemparkan buku milik Rossa ke muka Dinda.
Dinda yang sedang menertawai tiara langsung terdiam karena ditimpuk oleh Tiara.
"hahaha rasain.. Emang enak ditimpuk. "Pekik tiara tertawa terbahak- bahak karena melihat ekspresi muka Dinda yang sudah cemberut.
Rossa juga ikut tertawa tanpa menyadari kalau didepan ada dosen yang sedang memperhatikan mereka.
"Rossa, Dinda, Tiara! kalau kalian ibu dengar ribut sekali lagi. ibu tidak akan segan mencoreng nama kalian dari daftar nilai saya ya!."
Ucap bu dosen dengan tegas. Dia sudah muak melihat kelakuan tiga sekawan yang duduk di bangku belakang karenatak pernah menghargai setiap dosen yang masuk.
Hening. Tidak ada satupun yang berani mengeluarkan sepatah kata pun sekarang.
Bu Dosen yang satu ini memang jarang sekali marah.
Jadi ketika Dia sudah marah. Berarti kesalahan orang tersebut sudah sangat fatal baginya.
"Kamu juga Rossa! Sudah tadi datang nya terlambat. Ketika sudah masuk kamu malah ribut di belakang.
Jangan karena papa kamu ketua yayasan ini.
kamu merasa sepele pada saya.Ingat.. Saya tidak takut pada siapapun. Apa kamu dengar!?." ucap Bu dosen memperingati Rossa untuk yang kesekian kali nya.
Rossa kali ini hanya diam
Bel iatirahat berbunyi.
__ADS_1
Semua orang bergegas keluar dari ruangan untuk segera menuju ke kantin.
Tak seperti biasanya. Hannum dan kedua sahabat nya masih berdiam diri di dalam ruangan.
Hannum sudah menceritakan semua kejadian di toilet tadi pada Adilah dan Andara.
"Yaampun hannum. Kan gue udah bilang sama lo. Gausah mau kalo didekatin sama ka ilham. Lo tau kan seberapa bahayanya seorang Rossa di Kampus kita ini. " ujar adilah setelah mendengar cerita hannum.
"ihh adilah.. Gue tadi juga terpaksa makanya mau ikut bareng ka ilham. Gue takut banget tadi telat datang ke kampus ini.
Padahal tadi kita di dalam juga ga ngapa-ngapain kok.
Ka ilham aja cuma diam menatap jalanan sampai kita nyampe ke kampus ini. "
jawab adilah polos berusaha meyakinkan kedua sahabatnya kalau tadi ilham tidak berusaha mendekati nya.
"iya kalo kita mah percaya num sama kata-kata lo. Disini kan permasalahan nya ka Rossa.
Emang dia bakal percaya kalo lo ngejelasin itu ke dia."Tanya Andara.
"Yang pasti ga bakal percaya si. Tadi kan dia juga udah ngatain gue wanita murahan.
"Aaa gue takut banget lo di apa-apa in sama dia."
"Sama gue jugaa."
"Bisa ga sih kalian berdua jangan nakut-nakutin guee. "jawab hannum yang semakin cemas.
Yaudah kita berdua mau ke kantin dulu .Lo mau ikut atau nunggu disini aja.?
"Ngga.. gue tunggu Disini aja,gue takut ka rossa nanti ngeliat gue lagi." ucap hannum.
"Hai hannum cantik?. "Terdengar suara pria yang tak asing ditelinganya dari arah pintu masuk.
Hannum terperanjak dari kursinya nya ketika mendengar suara yang dia kenali memanggilnya.
Dia fikir itu suara ilham. Ternyata Arya.
"kamu kenapa num sampe kaget begitu? Kaya lagi liat setan aja. "ujar Arya bingung melihat reaksi Hannum.
"ehe.. Gapapa kak aku cuma kaget aja tadi. "jawab hannum malu.
"Kenapa kaget? Emang kamu fikir tadi siapa yang manggil? Kepala yayasan?"pekik Arya ketawa renyah sambil berjalan ke arah hannum.
__ADS_1
Hannum tercengang mendengar kata Ketua ysayasan yang diucapkan Arya.
Dia fikir ketua yayasan sedang benar-benar memanggil nya.
"hahh gue dipanggil sama ketua yayasan? Yang bener nih kak?aaa mati deh gue!".tanya Hannum frustasi.
Dia berusaha mencari tempat persembunyian yang aman karena takut ketua yayasan datang dan memanggilnya.
Arya yang melihat hannum berlarian kesana kemari .
Merasa bingung sekaligus lucu.
Dirinya tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan hannum sampai perut nya sakit karena asik tertawa.
"Ihhh ka Aryaaa.Udah dong ketawanya aku jadi maluu sendiri. "
Hannum keluar dari bawah kolong meja sambil menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.
"Ya lagian kamu ini kenapa sih hannum, Aneh banget tingkah nya. Pake acara ngumpet segala lagi. emang kalo ketua yayasan datang nyariin kamu kenapa?.
Tanya arya bingung namun masih diiringi dengan tertawa renyah diakhir ucapannya.
"lagian kenapa gue sampe harus ngumpet juga ya Tadi? kan ka arya jadi ngetawain gue dari tadi. Apa karena tadi pas gue lagi panik Muka guejelek banget yah. makanya dia sampai tertawa terbahak bahak begitu. "guman batin hannum.
Wajah Hannum memerah menahan malu.mengingat dirinya ketika sedang panik dan berlarian mencari tempat persembunyian.
"Ehh ada ka arya ganteng nih disini!Ngapain kaka kesini?Mau ngegodain hannum pasti nya kan?. "
pekik Adilah histeris dari depan pintu ruangan ketika melihat Arya sedang berdiri menatap wajah hannum.
"Haha Adilah bisa aja deh. Ngga kok tadi gue ga sengaja lewat ruangan ini .trus liat Hannum lagi termenung sendirian disini. makanya gue masuk sekalian mau nanyain kondisi mamanya. "
ucal arya membela diri. Padahal tadi dirinya memang sengaja ingin datang menemui hannum dengan modus bertanya tentang kondisi mamanya.
"Hmm.. beneran ga sengaja nih? "saut Andara yang baru saja masuk .Karena sedari tadi dirinya sibuk sendiri dengan makanan-makanan yang dia beli dari kantin.
"Udah.. udah.. Mama udah mulai membaik kok kak kata Dokter. Udah boleh pulang juga hari ini.Ka arya nanti harus ikut juga ngejemput mama aku yaa"
ujar hannum agar kedua sahabat nya berhenti menggoda arya.
karena yang digoda wajahnya kini mulai memerah karena menahan malu sekaligus salah tingkah karena berada didekati Hannun.
"Iyaa Num..aku pasti bakalan ikut. oh iyaa kalo gitu gue cabut dulu ya.byee "ujar ilham meninggal kan ruangan dengan hati yang gembira karena di ajak oleh hannum untuk ikut menjemput mamanya nanti di rumah sakit.
"byeee ganteng".Adilah membalas ucapan Arya dengan genit.
__ADS_1
Adilah.. Adilah... .Hannum dan Andara hanya geleng-geleng kepala memaklumi kelakuan sahabat nya ini.
BERSAMBUNG....