BOSSKU Ternyata SUAMIKU

BOSSKU Ternyata SUAMIKU
Bab 22 kedatangan adik tiri part ¹


__ADS_3

Sepertinya sudah lama ya.


Aku terakhir kali datang kerumah ini lima tahun yang lalu .


Reyhan berjalan mendekat ke arah  rumah milik ibu tirinya.


Melihat pagarnya ternyata digembok dari luar.


Yang menandakan bahwa tidak ada orang didalam.


... *flashback on*...


Suatu hari ketika mamanya reyhan melahirkan adiknya Alya.


Kondisi  mamanya sangat kritis karena  sangat kelelahan setelah melahirkan.


Dia masih dirawat dirumah sakit tempatnya melahirkan.


Tidak ada yang menemaninya.


Hanya anak pertamanya Reyhan yang saat itu masih berumur 6 tahun.


Bahkan suaminya Iwan juga sangat sibuk dengan urusan pekerjaannya .


Karena mendapatkan borongan pekerjaan baru yang untung nya sampai ratus jutaan.


Ya, begitulah papanya hannum. Dirinya pasti selalu mementingkan urusan pekerjaannya.


Walaupun Ririn masih sangat sakit hati pada Iwan yang telah menyelingkuhinya dan menikah dengan wanita itu.


Namun Hati kecil ririn tidak tega melihat seorang anak kecil Itu menangis keluar dari mobil.


Wajahnya penuh dengan cucuran air mata.


"Hei kenapa kamu menangis sayang?. "


Ririn mengusap punggung belakang Reyhan Agar membuat anak itu sedikit lebih tenang.


"Kamu apain anak ini mas? Kemana mamanya kenapa dia bisa nangis sampai segugukan begini?.”


Ririn bertanya dengan nada geram.


Berjalan ke arah Iwan yang  terlihat sangat lelah dari raut mukanya.


"Aku tadi ga sengaja ngebentak dia di dalam mobl karena tidak berhenti bermain.


 Kami hampir saja menabrak mobil,Karena nya.


Aku refleks membentak dan hampir ingin memukulnya."


Raut muka Iwan menyesal.


Dia mengusap dahinya beberapa kali untuk menghilangkan suntuk dikepalanya.


"Mamanya masih dirumah sakit. Kondisinya sedang kritis karena kelelahan melahirkan adiknya Reyhan. " Timpalnya.


"Aku akan menitipkan Reyhan padamu untuk tiga hari kedepan. Setelah aku selesai dengan pekerjaanku diluar kota. aku akan menjemputnya kembali. "


Iwan menatap ririn memelas agar dia mau merawat anaknya untuk beberapa hari kedepan setelah urusan pekerjaannya selesai


Ririn dengan lapang hati  menerima reyhan dan akan mengurusnya beberapa hari ini.


Walaupun reyhan anak dari suami dan wanita penghancur rumah tangganya.


 Tetapi dia tidak tega kalau harus membenci anak yang masih polos dan tak tau apa-apa.


Reyhan tersenyum ketika ririn menghapus air matanya.


Matanya yang sangat indah percis seperti milik papanya hannum.


 Tanpa disadari Air mata ririn  perlahan menetes membasahi wajahnya. Dia sedari dulu sangat ingin mempunyai anak laki-laki.


“Kamu jangan khawatir mas, aku akan mencintai putra kalian ini seperti aku mencintai kedua putriku. “


Ririn menggenggam dan menuntun tangan Reyhan untuk masuk ke dalam rumah.


“Reyhan...sayang..Kamu akan tinggal sama tante dulu untuk beberapa hari ini. “

__ADS_1


Ririn membuka pintu rumah.


Terkejut karena melihat ternyata hannum berdiri di depan jendela.


“sayang.. Kenapa kamu Disini?. “ Ririn bertanya dengan nada bingung


“Mama ngapain masih ketemuan sama papa sih. Ini juga kenapa Mama mau sih bawa anak ini masuk kerumah. “


Hannum menjawab kesal karena mamanya masih saja berbaik hati pada papanya yang jelas jelas sudah sangat sering melukai hatinya.


Apalagi karena hannum melihat mamanya menggandeng anak kecil yang sedang menangis itu masuk kedalam rumah. Dia tau kalau anak itu sudah pasti adik tirinya.


Hannum pergi meninggalkan mamanya untuk masuk ke dalam kamar .


Membanting pintu kamar dengan keras.


“Astagfirullah hannum... “


Ririn terpelonjak kaget mendengar suara dobaran pintu.


“Tante kenapa kakak itu kelihatannya benci sama aku dan papa ya?. “


Reyhan bertanya polos pada Ririn .


karena heran melihat tingkah hannum yang sedari tadi marah-marah.


“Hehe ka hannum memang begitu orangnya nak.. Nanti ketika kamu sudah dewasa pasti bakalan tau kok, kenapa kak hannum bersikap seperti itu sekarang ini. “


Ririn menjelaskan pada Reyhan dengan sangat lembut.


 -------------


Reyhan masih mematung didepan pagar.


Dirinya masih mengingat bayangan masa lalu.


kejadian 12 tahun yang lalu.


Dirumah inilah dia mendapatkan kasih sayang seorang ibu dengan tulus.


Dia hanya mencintai suaminya.


Anak-anak nya hanya diurus bersama mbak nya masing-masing.


“Reyhan ada apa? Kenapa kamu disini? Apa terjadi sesuatu pada papa? ".


Hannum segera turun dari dalam mobil .


melihat seseorang yang tak asing baginya berdiri didepan pinru pagar rumahnya.


Tahun demi tahun berjalan .


Setiap Hari minggu Reyhan selalu datang berkunjung ke rumah Ririn diantar dengan supir pribadinya.


Ririn sangat berusaha menjelaskan agar hannum bisa menganggap Reyhan dengan tulus seperti adik kandungnya sendiri.


Setelah sekian lama.


Akhirnya Hannum mulai bisa menerima Reyhan walau sebatas untuk menyapa Reyhan ketika dia datang berkunjung kerumah.


Dirinya sangat dibuat kagum oleh reyhan.


kesabarannya menghadapi kejutek an dan ketidak sukaan sifat hannum padanya.


---------


Siapa yang berdiri didepan pagar itu? “.batin arya.


Mobil telah sampai didepan rumah hannum.


Reyhan menoleh kebelakang karena mendengar suara mobil datang.


“eh k hannum. Ngga.. Papa baik -baik aja kok ka. Oh iya mama mana kak? Aku kangen banget sama mama. “ .


Reyhan menundukkan tubuhnya sopan dan mengulurkan tangannya Untuk menyalam Hannum.


“Itu ada didalam mobil. Kita baru pulang dari rumah sakit. Mama kemarin sempat.... .” Hannum menunjuk mobil  yang ada dibelakang tubuhnya .

__ADS_1


Hannum belum menyelesaikan kalimatnya .


Reyhan segera berlari ke arah mobil yang ditunjuk oleh hannum.


“ Ada apa ya? “.


Andara membuka jendela mobil nya melihat seorang pria berjalan ke arah mobilnya.


Wajah cuek Andara  tiba-tiba memudar karena melihat dengan jelas wajah pria tampan yang ada dihadapannya .


“Mama saya ada didalam kan?. “ Tanya Reyhan .


Dari jok bangku belakang ,mamanya hannum langsung Bangkit untuk duduk Karena mendengar suara yang dikenalinya.


“Reyhan apakah itu kamu kan nak?.”


Perasaan bu ririn sangat bahagia mendengar suara yang selama ini dia rindukan.


Nadya bertanya dalam hati siapa pria itu.


Poster tubuh Reyhan yang tinggi dan sedikit berisi membuat orang tidak percaya bahwa ilham masih kelas satu SMA.


Bu ririn segera keluar dari dalam mobil untuk memeluk Reyhan.


Dengan pelukan hangat dan erat. Karena sudah lama tidak bertemu dengan anak laki-laki kesayangannya ini.


Air mata Bu Ririn dan Reyhan menetes sendu. Sebenarnya hanya Ririn lah yang paling dirindukan oleh Reyhan.


“Mama.. Maaf ya reyhan jarang datang keruma ini.. Mama Gimana kabarnya.. Kenapa bisa kambuh lagi ma penyakitnya?. “


Reyhan melepas pelukan dan menciumi tangan Bu Ririn dengan sopan.


Dan menghujam Ririn dengan banyak sekali pertanyaan yang dia simpan beberapa tahun ini.


“Siapa dia?. “ Adilah menyenggol tangan andara.


“*Mana gue tau.Eh tapi tadi dia manggil tante ririn mama kan?.


Atau jangan-jangan dIa adik tirinya hannum yang dulu pernah dia ceritakan ke kita*.”


Andara berbicara pelan di telinga hannum.


Nadya merasa sangat heran dengan pemandangan didepannya ini.


Bagaimana pria itu bisa seenaknya berpelukan dengan mamanya.


Dan dia juga mendengar dwngan jelas pria itu memanggil mama juga.


Wajah nadya tercengang melihat kejadian yang ada didepan matanya.


-------


Reyhan menyergitkan dahi nya.


"Siapa dia? Apa itu pacarnya hannum? kenapa dia bisa sangat akrab dengan tante Ririn. " Gerutu Arya kesal dari dalam mobil.


Dia bisa meihat dengan sangat jelas dari kaca spion mobilnya.


Namun arya sama sekali tidak Mendengar percakapan mereka.


Arya melihat yang lain. Ekspresi mereka tidak jauh berbeda .


kecuali Hannum.


Ya,Hannun terlihat biasa saja dengan apa yang dilihatnya itu.


Seperti sudah sering melihatnya .


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2