BOSSKU Ternyata SUAMIKU

BOSSKU Ternyata SUAMIKU
Bab 23. Kedatangan adik tiri part²


__ADS_3

Hannum membukakan kunci pagar rumahnya agar mobil bisa parkir di halaman depan rumahnya.


“Hannum ajak yang lainnya masuk ya nak.. “


Teriak bu Ririn pada hannum.


Lali Berjalan menggandeng Reyhan masuk ke dalam rumah.


Sangkin Rindunya pada Reyhan. 


Mama hannum  sampai tidak ingat pada putri bungsunya, Nadya.


Nadya masih mematung ditempatnya beridiri,


mencoba mencerna apa yang dilihatnya.


Raut muka nya terlihat  sangat cemburu dan kesal.


Tak lama akhirnya Nadya mengingat bahwa pria yang sedang bersama mamanya itu adalah kakak tirinya.


Waktu itu Nadya masih sangat kecil .


ingatannya juga belum seberapa jadi dia tidak mengenali siapa pria itu tadi.


 


Arya akhirnya turun dari dalam mobilnya ketika selesai memarkirkannya dihalaman.


“Hannum cowo itu siapa? Kamu udah punya pacar ya ternyata?. “


suara Arya terdengar antusias karena penasaran.


“ih kak arya ada-ada aja, dia itu Reyhan adik tiri aku. “


Hannum berteriak dengan suara pelan karena takut Nadya mendengar.


Karena dia fikir Nadya tidak mengenal siapa pria itu.


Hannum memang tidak pernah bercerita tentang Reyhan pada Nadya.


Karena baginya itu tidak terlalu penting untuk mereka bahas.


Lagi pula selama lima tahun belakangan ini Reyhan tidak pernah datang sama sekali ke rumah ini.


Jadi hannum juga sudah sedikit lupa pada Reyhan.


 


“Hannum, jadi itu adik tiri lo.. Ishh kenapa sih lo ga pernah ngenalin gue ke dia padahal ganteng banget lho. “.


Adilah datang dengan raut muka kesal nya pada hannum.


“Adilah lo bisa diam dulu ga sih... Ini bukan waktu yang tepat untuk ngebahas kegantengan adik tirinya hannum. “


Plak! Andara menyentil dahi Adilah cukup keras.


karena menyadari raut muka Nadya yang semakin kesal mendengar ucapan Adilah.


Hannum cuek tidak memperdulikan Adilah dan andara yang sedang


bertengkar kecil dihadapannya.


Dia pergi mengambil tas kresek belanjaan dari dalam mobil yang berisi banyak makanan dan minuman yang dibawa oleh mereka tadi.


“Hei.. Lo berdua dari pada berantem mulu dari tadi mending nih ambil satu...”


Hannum berjalan ke arah kedua sahabatnya dan memberikan tas belanjaan ke genggaman Adilah dan andara.


 


 


 


 

__ADS_1


Bu ririn berjalan kedapur  membuatkan teh manis untuk Reyhan.


Walaupun Sempat beberapa kali ditolak oleh Reyhan karena dia tidak ingin melihat wanita itu kelelahan karena dia baru saja pulang dari rumah sakit.


Bu ririn datang dengan dua cangkir teh digenggamannya.


Senyum nya terlihat sangat tulus.


Meskipun mukanya sudah mulai berkeriput tetapi kecantikan dari senyumnya itu tidak memudar.


Reyhan membalas senyuman mamanya dengan senyum yang sangat tulus juga.


Dia segera berdiri untuk menerima teh yang telah disiapkan oleh mamanya.


“Maaf ya nak. Mama Cuma bisa bikinin kamu teh hari ini. Tapi mama janji ketika kamu datang lagi minggu depan. Mama bakal bikinin soto kesukaan kamu dari kecil. “ujar bu Ririn.


"Kenapa mama harus minta maaf, aku selalu suka dengan apapun yang mama buat,”


Reyhan menyeruput teh nya.


Walaupun ini hanya teh manis biasa tetapi Rasanya sangat berbeda karena yang membuatnya penuh dengan cinta dan kasih sayang.


semakin terasa levihnikmat. Teh nya yang hangat akan ikut menghangatkan hatimu.


“kenapa kamu tidak pernah datang lagi nak sejak saat itu. “


Ririn mengingat terakhir kali dia mengantar Reyhan pulang kerumahnya.


Dan mulai dari hari itu ,Reyhan tidak pernah lagi datang berkunjung kerumahnya.


“*hmm. . Waktu itu Mama dewi sangat marah pada papa ma karena mama dewi tau aku sering dititipkan dirumah mama ririn.


Aku sampai tidak dibolehkan keluar bareng papa selama satu bulan lebih.


Mama tau..? aku sangat merindukan mama waktu itu.


Aku juga sudah berniat keluar dari jendela untuk bisa keluar dan datang ke sini*“


Reyhan tergelak menceritakan kejadian itu pada ibu tirinya.


“*hmm.. Mama paham sayang.. mama Dewi pasti takut anaknya kenapa-napa ketika bersama mama.


Jadi mama ga ada hak untuk memaksa mama Dewi membolehkan kamu datang kesini*“


Bu ririn menatap sendu


wajah reyhan yang tertunduk lesu karena mendengar jawaban dari mama Ririn.


“Tapi sekarang udah ga dimarahin lagi kok sama mama dewi. . Mama ga keberatan kan kalo Reyhan datang lagi setiap minggu ke sini? “ Reyhan Bertanya ragu.


“Ngga dong sayang.. Mama ga akan keberatan. Mama malah makin senang kalau kamu disini setiap hari. “


Wajah Reyhan kembali sumringah mendengar jawaban mama Ririn.


“Kamu harus sekolah yang benar dan sungguh-sungguh ya nak supaya bisa sesukses seperti Papa Iwan.”


“nggak...Aku ga bercita-cita seperti pekerjaan papa sekarang. Aku tidak akan sesibuk dirinya nanti setelah bekerja. Aku akan selalu bisa meluangkan waktu untuk keluargaku. “


Bu ririn belum menjawab ,Dia meneguk pelan minumannya.


“kenapa mas iwan seperti itu pada mereka, apakah karena bisnis nya yang semakin jaya? Tidak seperti ketika bersama kami. Dirinya pasti selalu ada untuk anak-anak nya.”


Gumam Batin Ririn.


“Aku hanya ingin menjadi seorang dokter. Agar bisa merawat orang-orang yang ku sayang selalu sehat.”


Reyhan mengucapkannya dengan penuh percaya diri kalau dia akan benar-benar menjadi seorang dokter.


“lYa, ibu tau nak.. Sewaktu kecil kamu juga selalu mengatakan ingin menjadi dokter ketika besar kelak, “


Ririn membayangkan Reyhan kecil yang selalu bermain dokter-dokte an di dalam rumahnya.


Dirinya tidak seperti anak-anak pada umumnya yang sedang aktif bermain di luar rumah.


Reyhan malah mengurung dirinya di dalam dan bermain sendiri an.

__ADS_1


Lamunan mereka buyar ketika mendengar suara pintu kamar milik Nadya tertutup kuat.


Saat nadya masuk kedalam rumah .


Dia melihat mamanya duduk di bangku ruang tamu dengan kakak tirinya itu.


Dia berdiri menatap kedua orang itu dari jauh tanpa berbicara Apapun.


"Lihatlah mama bahkan tidak melihat keberadaan ku disini”. Mama  tidak lagi memperdulikan ku ketika dia datang.”


Huuuu...


Tangis nya pecah.


Nadya berlari ke dalam kamarnya dan membanting pintu kamar dengan keras.


Mamanya yang menyadari sikap Nadya.


Teringat sedari tadi dia tidak memperdulikan putrinya itu.


“Sayang.. Nadya.. Kenapa nak.. Kenapa pintu kamarnya di banting seperti itu? “


Bu ririn berjalan ke arah kamar bertanya dengan nada sedih.


“Ngapain mama perduli samaku. Perdulikan saja anak tirimu ituh! “


Teriak Nadya kuat dan masih terrdengar isak tangis di suaranya.


"Ma**af ya nak. Kamu harus maklum sama adikmu nadya ya. Soalnya dia masih sangat labil.” Bu ririn kembali berjalan ke tempat duduk reyhan.


Mengusap punggung belakang Reyhan itu untuk sabar menghadapi sifat kedua saudaranya tirinya itu.


“Tenang aja mah.. Aku pasti bisa membuktikan pada ka hannum dan Nadya kalau aku pantas untuk menjadi saudara mereka. “


Reyhan menggenggam tangan mama Ririn dan menyalam nya.


“Oiya mah. .aku pamit pulang dulu ya. Mama jangan lupa istirahat dan minum obatnya ya mah.. Mama Ririn pasti bisa sembuh. Ayo semangat!. “


Reyhan memberikan semangat dengan senyum cerianya.


Lalu beranjak dari tempat duduk nya untuk berjalan keluar rumah.


“Hati-hati ya nak. Kamu juga harus jaga kesehatan. Jangan sering begadang ya nak.. Harus dijaga juga pola makannya. “


Mama Ririn menghantar Ilham sampai kedepan pintu rumahnya.


Masih Menatap punggung belakang anak tirinya itu berjalan menjauh untuk pulang.


BERSAMBUNG..


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2