
Raffi dan Ilham kini telah sampai di depan rumah mereka. Rumah nya terlihat sangat megah dan mewah.pak satpam yang mengenali plat mobil ilham langsung membuka kan pagar tanpa perlu bertanya lagi.
Ilham dan raffi keluar dari mobil. Ilham segera memberikan kuncinya pad pak satpam agar memasukkan mobilnya ke dalam.
"pak saya titip kunci dulu ya gausah di masukin ke garasi,saya masi mau keluar soalnya."ujar ilham sopan pada pak satpam.
"Okee siap den ilham... "jawab pak satpam ramah.
Raffi kemudian membuka masker dan topinya untuk menyapa pak satpam.
"eh den raffi ya ternyata.. Maaf ya den bapaj ga kenal tadi.. Ya kamu lagian make masker jadi bapak gak tau kalo kamu den raffi... "ujar pak satpam yang kaget dan spontan menundukkan badannya untuk menghargai kedatangan raffi.
"eh bapak kenapa nunduk saya jadi ga enak nih,hehe iya tadi saya juga mau nge tes bapak masi kenal ga ya kalo saya make masker begini"jawab raffi sambil mengangkat badan pak satpam agar tidak menunduk lagi.
"mama lagi dirumah ga pak?."tanya Raffi pada pak satpam.
Raffi memang sengaja tidak memberitahu kedatangan nya hari ini pada mamanya. Karena kalau diberi tau bu sinar pasti akan merepotkan para art untuk memasak makanan sebanyak-banyak nya dan belum tentu semuanya dimakan habis oleh mereka .
Raffi memang tidak suka menyusahkan orang lain sekalipun para art nya.
"ada kok den di dalam baru pulang meeting dari kantor."jawab pak satpam sopan.
Ilham dan raffi berjalan memasuki pintu rumah
.ilham langsung naik ke lantai atas karena kamarnya ada di sana.sedangkan Raffi berjalan menuju mamanya yang sedang berkumpul di ruang tamu bersama teman-teman arisannya.
"assalamualaikum ."ucap raffi sopan.
"walaikumsalam anakku.raffi sayang kenapa kamu ga bilang kalau mau pulang nak?. "jawab bu sinar yang langsung berdiri memeluk raffi sambil menciumi wajah putra kesayangannya,yang baru pulang setelah sekian lama rasanya.
"hehehe iya raffi emang sengaja ga beritahu mama dulu, soalnya raffi mau suprise in mama, taraa anakmu sudah pulang! "seru raffi menenangkan mamanya karena muka bu sinar yang berubah menjadi cemberut karena tidak diberikan kabar kepulangan nya.
"ya ampun raffi makin ganteng aja deh, eh jeng ini anak kamu yang punya rumah sakit itu kan? "tanya bu dewi,teman arisan bu sinar sekaligus mama tiri nya hannum.
__ADS_1
"ahh iya.. Ini dia baru pulang dari jepang untuk meluluskan s2 kesokterannya disana"jawab bu sinar bangga mengenalkan anaknya.
"mah raffi mau ke kamar dulu yah, mau bersih-bersih sekalian istirahat dulu cape banget soalnya 16 jam di pesawat tadi, maaf ya bu saya permisi dulu . "ujar raffi yang merasa sudah sangat lelah karena perjalanannya,sambil permisi kepada teman-teman mamanya dengan sopan.
Raffi juga memiliki sifat yang sangat sopan kepada siapa pun.dia selalu di sukai semua orang karena tutur bicara nya yang kalem dan sangat dewasa, tak heran umurnya juga sudah 26 tahun.
Teman-teman arisan mamanya juga semua nya kagum melihat raffi, karen disik dan rupa yang tampan, pekerjaan yang mapan, serta sopan santunnya yang menjadikannya calon menantu idaman para mertua.
"eh jeng gimana kalo kita jodohin si hannum sama si raffi aja, kata papanya hannum dulu kalian pernah menjodohkan hannum dengan anak kalian kan?".ujar bu dewi mama tirinya hannum pada bu sinar.
"iya sih pernah dulu waktu kecil, tapi saya lupa jeng antara raffi atau ilham ya yang dijodohkan sama hannum, tapi lebih baik raffi sih, karena kan ilham masih kuliah juga."jawab bu Sinar setuju dengan usulan bu dewi tentang perjodohan raffi dan hannum.
Raffi memang memberikan keputusan perihal calon istrinya kepada mamanya. karena dia yakin pilihan mamanya pasti yang terbaik untuknya.
"tapi apa mereka dua mau ya jeng?" ucap bu dewi bingung.
"saya juga belum tau jeng..nanti saya bicarakan dulu dengan Raffi ya,jeng dewi juga bicarakan dengan hannum baik-baik ya."jawab bu sinar memberikan solusinya.
------
Ilham masuk ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk memberisihkan dirinya.Setelah selesai mandi ilham memakai baju tidur piyama nya dan langsung menaiki tempat tidur.karena hari ini dia tidak ingin pergi keluar dulu, dan akan menghabiskan waktunya di kamar untuk bermain game.
Setelah setengah jam bermain game.
pintu kamarnya ada yang mengetok.
Tok tok tok..
"dek ..ilham.. Buka dulu"terdengar teriakan dari luar pintu .
Iya iya bentar jawab nya sambil berjalan membuka pintunya.
__ADS_1
"Yelah masa anak cowo ngurung diri di kamar"ledek raffi karena melihat ilham yang sudah bersiap untuk tidur.
"engga..gue hari ini lagi males aja keluar makanya milih di kamar aja malem Ini"jawab ilham membela diri.
"yaudah temenin gue keluar nongkrong dong , lo tau kan teman-teman gue pada sibuk sama kerjaannya semua. Gue juga hari ini karena baru nyampe makanya bisa keluar gini."ujar raffi merayu adiknya untuk ikut pergi bersamanya.
"yaudah lo keluar dulu sana gue mau ganti baju"jawab ilham sambil mendorong raffi untuk keluar dari kamarnya.
"buruan,gue tunggu lo dibawah."jawab raffi meninggalkan ilham dan menutup kembali pintu kamar.
Ilham menuruni anak tangga untuk menemui raffi yang telah menunggunya di ruang tamu.
Ternyata raffi sedang berbicara dengan mamanya. Ilham yang masih merasa kesal dengan ibunya memilih langsung pergi keluar tanpa sepatah katapun.
Raffi yang melihat ilham keluar bertanya pada ibunya.
"kenapa lagi sih kalian mah? udah dong, mama juga jangan bikin si ilham kesal mulu, biarin aja dia hidup terserah dia, lagian kan dia juga udah dewasa, pasti udah mikir mana yang baik dan engga untuk dirinya, mama cukup liatin aja,kalau nanti dia udah dijalan yang ngga baik baru deh di tegur"ucap raffi memberikan nasehat pada mamanya agar jangan sering bertengkar dengan adiknya ilham.
Hanya raffi lah yang bisa membuat mamanya tenang dalam keadaan emosi sekali pun ,karena sifat raffi yang sabar dan sangat perhatian yang bertolak belakang dengan sifat bu sinar dan iham yang bisa membuat mereka berdua luluh dengan perkataannya.
Raffi kemudian izin pamit pada ibunya, karena dia dan ilham akan keluar sebentar.
Raffi segera keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil.
"mati deh gue,yang mulia ilham kaya nya udah kelamaan menunggu sampai raut mukanya keliatan cemberut gitu"gumam batin raffi.
Selain keras kepala ilham orangnya juga tidak sabaran.andaikan Raffi terlambat satu menit lagi masuk ke dalam mobil.ilham sudah berniat untuk keluar dari dalam mobil dan tidak jadi ikut menemani raffi nongkrong.
akhirnya mobil mewah milik Raffi sekarang sudah keluar melewati gerbang rumah mewah itu.
Mereka mau Kemana ya?
BERSAMBUNG....
__ADS_1