BOSSKU Ternyata SUAMIKU

BOSSKU Ternyata SUAMIKU
Bab 24. Modus Dokter


__ADS_3

Kakak beradik itu masih santai duduk di atas kursi cafee Yang mulai sepi karena namun masih tetap fokus dengan hp nya masing -masing.


sesekali mereka membahas tentang yang artikel-Artikel yang tak berfaedah kemudian tertawa terbahak bahak bersama.


Drt.. Drt..


Raffi bergegas meninggalkan cafee karena mendapatkan panggilan telfon darurat dari rumah sakit.


“Ham gue mau ke rumah sakit dulu. Lo nunggu disini atau mau pulang? “.


 Raffi sempat bertanya pada adiknya.


“Gue masih mau Disini sebentar .”


Ilham memanggil  barista untuk memesan makanannya kembali .


Menyenderkan kepalanya pada ujung kursi.


Menghayal bagaimana kondisi hannum sekarang.


“Apa mulai sekarang gue Gausah ganggu Hannum lagi yaa? “.


Gue takut dia malah benci sama gue karena Rossa.


 


Sementara itu Raffi sudah masuk kedalam mobilnya untuk segera berangkat.


“Aku sampai lupa kalau hari ini Bu Ririn sudah boleh pulang. Sial.. Aku ga jadi kenalan sama anaknya yang cantik itu. “


Raffi menyalakan mobilnya.


 Bergumam dalam hati .


Tak cukup lama dirinya sudah sampai didepan rumah sakit .


 Memarkirkan mobilnya didepan pintu masuk rumah sakit.


 Dia mengerjap kan mata kaget melihat hannum berdiri didepan meja administrasi.


Baru saja ingin melangkah maju. Tangan Raffi ditarik oleh salah satu Suster dari belakangnya.


“Akhirnya dokter datang juga. Dok kita harus segera menangani pasien yang ada di ruangan  IGD. Karena kondisinya yang sangat kritis. “


Mau tidak mau. Raffi berjalan cepat mengikuti langkah suster didepannya.


“Tolong segera urus BPJS online untuk pasien atas nama RIRIN yang ada di ruangan anggrek secepatnya!. “


Begitulah isi pesan yang dikirimkan Raffi pada staff administrasi nya.


--


Setelah satu jam lebih menangani pasiennya dibantu oleh tenaga medis yang lain.


Akhirnya Raffi keluar dari ruangan dan berjalan kembali ke lobby rumah sakit.


Raffi berjalan ke arah hannum .Yang masih duduk termenung menunggu antriannya untuk membayar administrasi ruangan rawat mamanya.


Raffi masih memandangi Hannum.


Gadis itu menyadari dan melihat siapa pria yang berdiri tidak jauh darinya itu.


“Seperti ga asing deh mukanya..Tapi siapa ya?” Tanya batinnya.


Hannum sama sekali tidak mengenal Raffi yang hari ini datang ke Rumah sakit memakai  pakaian yang cukup santai Tanpa stelan jas putih biasanya milik seorang Dokter.


“Kamu yang namanya Hannum kan?.”


Tanya Raffi pura-pura tidak mengenal gadis yang ada didepannya ini.


“Ehh..iyaa kenapa yaa Dok..?.”


Hannum ingat.


 Ternyata pria yang sedari tadi memandangi dirinya adalah dokter Raffi.


“Saya hanya ingin memastikan bahwa kamu yang namanya Hannum hehe.”


“Iya benar..saya yang namanya Hannum.”


“Saya hanya ingin menceritakan tenteng kondisi ibu anda . Bisakah ikut denganku sebentar?.”


Hannum berjalan mengikuti langlah kaki dokter didepannya itu.

__ADS_1


Sesampainya di taman halaman belakang rumah sakit.


“Sebaiknya ibumu tidak diperbolehkan lagi untuk berkerja. Karena jantungnya yang semakin lama bertambah lemah.”


Raffi memulai pembicaraan dan duduk di salah satu bangku di area taman.


Hannum terdiam mendengar ucapan dokter itu. Berfikir bagaimana kehidupan mereka kalau ibu tidak bekerja lagi. .


Bahkan sekarang ketika ibunya masih bekerja saja kehidupannya hanya cukup untuk keperluan makan dan uang sekolah.


Raffi menyadari raut muka Hannum yang sedang berfikir. Dia mencoba memberi solusi .


“Apakah kamu Sudah bekerja? “ Raffi bertanya.


“*Saya Masih kuliah dok tetapi sudah semester akhir.


saya juga ingin sekali bekerja Dok untuk bisa ngebantuin mama.


Tapi perusahaan ga akan ada yang mau menerima sebelum Saya lulus kuliah*.”


Hannum menghela nafas panjang.


Dirinya sudah sering sekali melamar pekerjaan di beberapa perusahaan.


Tetapi karena statusnya masih menjadi mahasiswa jadi belum ada  Perusahaan yang menerima karyawan sementara.


“Kalau kamu mau .Di perusahaan saya sedang membutuhkan staff karyawan di bagian administrasi. Kamu bisa bekerja di sana.”


Rasa iba dan Modus Raffi agar dia selalu bisa dekat dengan Hannum.


"Wahh.. Saya mau banget pastinya dok!. " seru Hannum semangat.


Seperti menemukann jarum didalam jerami. Hati Raffi sangat senang mendengar jawaban hannum yang akan bekerja dikantornya.


sebenarnya perkara karyawan Raffi tidak pernah ikut campur dengan hal itu.


Karena statusnya yang sebagai kepala administrasi di perusahaan.


“ ini akan menjadi peluang untukku agar bertemu dengan Hannum setiap hari.” Batin Raffi.


Dia membuang mukanya kearah lain agar Hannum tidak menyadari muka nya memerah malu karena senang.


“ Oiya... . Kamu masukkan nomor hp kamu ya di hp ini. Agar memudahkan saya untuk bertanya ketika ada hal yang penting untuk ditanyakan.”


Raffi mengeluarkan hp pribadi miliknya dari saku celana lalu menyodorkan nya kehadapan Hannum.


Hannum menuliskan nomor whatsapp nya di hp mikik dokter itu.


dan berdoa dalam hati nya.


Berharap agar dirirnya bisa bekerja untuk membantu ekonomi keluarganya.


-------------


Masih dngan suasana hati gundah.


 Ilham berkali-kali melihat layar ponselnya. Mengecek Apakah ada Notif yang masuk.


Dia menarik makanan yag ada diatas mejanya. Mengunyah tanpa ekspresi.


Pintu masuk Caffee kembali terbuka.


Seseorang berambut hitam panjang yang dia Urai Membuat penampilannya sangat elegan .


Paras nya yang cantik.


kulit putih dan sangat seksi sedang berjalan kearahnya .


 memakai Dress ketat Mengikuti lekuk tubuhnya.


Membuat sorot mata menuju padanya.


Dia Berjalan angkuh ke arah meja receptionis.


Bertanya pada para pelayan.


Pelayan menganggukkan kepalanya sopan mendengar perkataan wanita itu.


Dan menuntunnya berjalan menunjukkan arah meja Ilham.


Benar saja. Pria tampan itu ternyata masih duduk santai sambil memainkan HP nya.


Pelayan menarik kursi.

__ADS_1


Mempersilahkan wanita itu untuk duduk dihadapan Ilham.


Dengan tak tau malu dan bertanya dulu.


Wanita itu pindah untuk duduk percis disebelah Ilham .


Ilham menatapnya dengan sorot mata kaget.


"Benar-benar ya wanita ini! aku akan membuatmu menyesal karena datang kesini." batin ilham.


Ilham menoleh pada pelayan . Mengusir lewat pandangannya.


sangat tidak nyaman dengan situasi seperti ini.


Tapi dia tidak terlalu memperhatikan wanita itu.


Dia bahkan tidak meliriknya.


Walaupun semua mata lelaki kini menatap wanita yang duduk disebelahnya itu.


“Ngapain Lo kemari?.


lo tau kan dengan Lo duduk disebelah gue .


Gue bisa difitnah pacaran sama gadis murahan seperti lo!.”


Ilham sengaja menguatkan suaranya agar orang-orang bisa mendengar percakapan mereka.


Wanita yang sedari tadi itu tersenyum dan menatap Ilham dengan sorot mata menggoda hanya bisa memegang kursi erat karena malu mendengar ucapan Ilham.


“ Ilham maafin gue yah..plisss gue ga bermaksud jahat sama Kaka Lo.”


Wanita itu berbicara pelan dan bersembunyi dibalik punggung bidang ilham.


karena kini sorot mata orang menatapnya dengan tatapan menjijikkan.


Disebelahnya Air muka Ilham berubah.


Dia semakin kesal mendengar perkataan wanita itu.


Mengingat kejadian tadi malam yang hampir saja merenggut nyawa nya dan kakaknya karena ulah wanita disebelahnya ini.


 


 Seseorang berambut hitam panjang paras yang cantik,kulit putih dan sangat seksi sedang berjalan kearahnya .


Tanpa bertanya. Dia langsung Duduk di kursi  erhadapan dengan Ilham.


“Ngapain lo disini? “


“Sepertinya dirimu tidak sepolos yang kubayangkan ya.”


“Apa kau tau? Aku tidak akan segan untuk menyeretnya keluar dari cafee ini. Jadi jaga perkataanmu. Aku tidak ingin nama keluargaku tercoreng Karena wanita seperti mu ini!”


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2