
di dalam kamar andara
Hannum menceritakan kejadian tadi ketika menabrak ka arya,mereka bertiga tertawa terbahak-bahak,karena hannum menceritakannya sambil memperagakan bagaimana reaksi polos ka arya waktu tau yang menabraknya ternyata wanita pujaannya.
"hahaha gue yakin banget kalo bukan lo yang nabrak bakal di maki abis-abis an dah tu sama ka arya"ucap andara sambil mulutnya mengunyah donat kacang favoritnya.
"iya udah pasti itumah.. Seorang arya terdiam bodoh ketika baju nya kena tumpahan juice itu cuma hannum yang bisa ngelakuin begitu ke ka arya"timpal adilah menyaut dari atas ranjang tempat tidur.
"iya juga sih tapi kan gue ga sengaja numpahinnya, makanya dia ga marah, mana tadi dia make baju kaos warna putih lagi,hahaha gue kasian banget sama bajunya"jawab hannum tertawa renyah.
Lalu adilah teringat sesuatu yang sedari tadi ingin dia tanyakan pada hannum.
"eh num.. Gue mau nanya ke elu dari tadi lupa mulu."ujar hannum langsung bangkit dan duduk di atas tempat tidur.
"nanya apaan si lu serius banget, jadi takut deh guee."jawab hannum penasaran. Begitu juga dengan ekspresi andara yang ikut menunggu pertanyaan adilah.
"yang tadi diparkiran kampus lo ngomong sama siapa si, lama banget tau gue nunggunya"ujar adilah.
"hufttt... "desah hannum menarik nafas lega.
"ternyata nanyain itu, kirain ada pertanyaan yang serius banget."pekiknya.
"emang lu ngapain di parkiran lama num?, ngga kaya biasanya, apa jangan-jangan lo pingsan lagi?!"seru andara yang semakin penasaran.
"ngga gue ga pingsan kok, tapi kalian tau gue tadi jumpa sama siapa..?"seru hannum menggantung perkatannya karena ingin melihat reaksi yang semakin penasaran kedua sahabatnya itu.
"sama siapa hannum.. Yaelah buruan dong kita penasaran nih! "pekik adilah tidak sabaran.
"jadi gue tadi ketemu sama ka ilham,dia nyapa gue sambil ngajakin kenalan kalo dia yang udah ngebawa gue ke rumah sakit, trus ya gue ngucapin trimakasih,udah gitu doang."ujar hannum cuek.
__ADS_1
"huaaa..hannum lo diajakin kenalan sama ka ilham?! Lo tau ga sih dia itu kating kita yang paling ganteng dan yang paling cuek di kampus, bisa-bisa nya lo cuma ngomong trimakasih doang, kalo gue jadi lo sih langsung minta nomor wa nya!"jawab adilah histeris mendengar jawaban hannum cuek.
"emang si ilham seganteng itu apa, sampe lo heboh banget dil?"pekik andara mendengar ucapan adilah yang heboh sendiri.
"kalian berdua ini kok bisa ya ga kenal manusia paling ganteng di kampus kita!,seorang rossa aja kaka kelas paling cantik dan hits anak ketua yayasan aja sampai tergila gila padanya. Makanya jangan tau di ruangan mulu kalo lagi di kampus!."jelas adilah yang semakin heboh.
"Kalo gue tadi liatnya dia biasa-biasa aja sih, kaya cowo ganteng pada umumnya."jawab hannum cuek .
padahal ketika perkenalan tadi batinnya sempat berdecak kagum melihat kegantengan ilham.namun namanya juga hannum, diaa terlalu gengsian untuk mengungkapkan apa isi hatinya.
"gue memang ga kenal banget sama si ilham yaa,tapi kata orang-orang dia tu playboy banget, suka keluyuran juga sama cewe-cewe ,jadi lo hannum kalo misalnya di deketin sama ilham harus hati-hati deh ya.! "ujar andara pada hannum.
"iya gue juga dengernya sih gitu, dan yang lebih parahnya dia juga ga mau sama yang orang-orang biasa kaya kita. Karena dia juga anak orang kaya dari pemilik perusahaan terkenal di jakarta ini, tapi gue lupa apa nama perusahannya. "timpal adilah
sembari bangkit untuk kembali tidur ke ranjang milik andara.
"ihh dia juga ga mau kali punya pacar kaya gue, ya walaupun muka gue ga jelek-jelek amat. Tapi gue juga takut sama yang ganteng dan kaya, biasanya yang begitu kan bakal semena-menanya sama cewek.Lagian kan ka rossa juga udah memperingati gue jangan dekat-dekat sama ilham, bisa di musuhi satu kampus gue kalo misalnya tau ka rossa ngelabrak gue."ujar hannum membela diri walaupun dalam hatinya mulai tumbuh rasa suka pada ilham semenjak mereka berkenalan tadi.
-----
di dalam mobil ternyata ilham masih senyum senyum mengingat kejadian tadi ketika mereka berkenalan.
"ahhh kenapa gue begitu terobsesi sih sama dia, padahal hanya baru memegang tangannya saja sudah sebahagia ini."gumamnya menatap telapak tangan yang tadi bersentuhan dengan telapak tangan hannum.
Lamunan nya terbuyarkan karena mendengar kelaksonan mobil di belakangnya.ternyata lampunya Sudah hijau dan dia masih belum jalan.
"astaga.. gue sampe lupa ini masih di jalan"gumam batinnya.
ilham langsung melaju melewati lampu hijau, dan segera menuju bandara karena ingin menjemput abangnya yang Baru pulang dari luar negeri karena melanjutkan s2 nya menjadi dokter.
__ADS_1
Drtt... Drtt..
pesan masuk di hp nya..
"bro lu ga lupa kan jemput gue, pesawat nya udah landing nih. "isi pesan di hp nya yang ternyata dari abngnya Raffi.
ilham membalas dengan mengetikkan pesan singkat seperti biasannya.
"Ok. udah dijalan"kirimnya.
setelah masuk ke area bandara, Ilham turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke area Gate kedatangan.
Ilham singgah dulu di food court karena sudah merasa lapar. dia membeli dua roti dan kopi untuk dia makan sembari menunggu kedatangan abangnya.
Ilham duduk di kursi yang ada di depan cafe.
Tak lama kemudian seorang pria tampan yaitu raffi berlari ke arah ilham sembari membuka tangan nya lebar menunggu peluk an dari ilham.
Ilham langsung berdiri dan memeluk raffi abangnya. Mereka memang se dekat ini dari kecil karena ayahnya yang meninggal sewaktu ilham masih berumur 8 tahun jadi raffi lah yang harus menjadi sosok ayah untuk kedua adiknya alya dan ilham.
mereka berdua berpelukan cukup lama karena memang sudah dua tahun berpisah.
Mereka berdua segera masuk ke dalam mobil dan lansung keluar dari area bandara.
ilham menawarkan pada raffi roti yang tadi dibeli nya di food court bandara.
Raffi memang sosok yang pekerja keras.Dia ikut berjuang dan merasakan masa-masa tersulit yang dia rasakan bersama ibunya ketika dia masih berumur 16 tahun.jadi dia tidak akan menyia-nyiakan masa sekarang ini untuk meraih mimpi-mimpi yang dulu sempat dia kubur.
selain menjadi CEO muda di perusahaan milik ibunya. dia juga menjadi CEO rumah sakit miliknya di daerah jakarta yang cukup terkenal, ya! rumah sakit yang sama ketika ilham membawa hannum untuk dirawat kemarin.Namun walaupun itu rumah sakit milik abangnya ilham tetap membayar administrasi karena dia tidak ingin keluarganya tau dia membawa seorang wanita ke rumah sakit itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG..