
ih sebel banget deh ilham kok ga dengar ya"ucap rossa sebal.
"mungkin karena lagi rame ros,suara kamu juga kecil banget tadi pas manggil ilham"ucap dinda pada rossa.
"illhaaammm! Hai aku disini"panggil rossa ke dua kalinya dan masih tetap melambaikan tangannya ke arah ilham.
Kali ini ilham menjawab dia juga sebenarnya orang yang ga tegaan.
karena melihat rossa sebegitu niat memanggil dirinya. Dia berjalan mendekat dan menyapa balik pada Rossa.
"Hai ros.. Kamu disini ngapain, makan ya? "tanya ilham pada rossa.
Rossa yang ditanya malah senyum -senyum karena terpesona ketika melihat wajah ilham ada di depan matanya, tiara yang melihat Rossa terdiam, kemudian menyenggol badan Rossa agar dia terbangun dari lamunannya.
"ehh iya nih,baru siap makan sama temen.. Kamu mau makan juga ya disini? Mau aku temenin ga ham..? Kalo tadi aku tau kamu mau makan juga disini kan aku bakal nunggu kamu, biar kita bisa makan bareng"ucap rossa semangat.
"iya mau makan juga nih, eh gausah aku kan datangnya kesini sama teman-teman tadi, lagian kan kamu juga punya teman Tuh,aku masuk dulu ya mau makan."jawab ilham sopan dan langsung masuk ke dalam kantin.
"yaelahh eh ilham..tunggu dulu dong, kamu mah kenapa sih cuek banget"gerutunya kesal karena yang diajak bicara sudah pergi.
Dinda dan Tiara hanya tertawa pelan karena melihat reaksi rossa yang ditinggal pergi oleh ilham.
"awas aja ya lo berdua, ngetawain gue mulu"ancam rossa pada Dinda dan Tiara.
Mereka berdua langsung berhenti tertawa karena melihat ekspresi Rossa yang sudah kesal mendengar mereka tertawa.
Hannum dan adilah segera berajalan menuju ruangan ilham.Hannum yang penasaran siapa sebenarnya ilham ini.Dia ingin sekali mengenalnya untuk berterima kasih.karena telah membawa nya ke rumah sakit ketika dia pingsan kemarin.
"adilah lo beneran tau kan ruangannya dimana, perasaan kita dari tadi keliling-keliling mulu di lorong ini"ucap hannum bertanya pada adilah karena sudah merasa lelah berjalan dari tadi.
"iya gue ingat tapi rada lupa sih hehe"jawab adilah sambil tertawa pelan.
__ADS_1
"ihh..inimah kamu pasti lupa,kita dari tadi udah tiga kali loh ngelewatin lorong ini"ucap hannum sambil matanya membaca papan nama yang ada di depan pintu ruangan.
"iya kayanya gue lupa sih.. Maaf yah num"ucap adilah memelas takut hannum marah.
Namun beruntungnya,hannum selalu sabar menghadapi sifat Adilah yang pelupa dan panikan ini, tidak seperti Andara yang pasti sudah langsung emosi.
"iyadeh.. Yaudah ayo kita kembali ke ruangan aja."jawab hannum tak tega memarahi adilah,karena mereka sama-sama capek berjalan mengelilingi lorong kampus.
Setelah mereka menuruni tangga,Adilah ingin singgah dulu ke kantin,namun tangan adilah langsung ditarik oleh hannum.
"adilah kita kan mau masuk ke ruangan nanti aja ya kita ke kantin, takutnya dosennya udah datang."ucap hannum pada adilah.
"oke deh"jawab Adilah.
Adilah dan hannum segera melanjutkan perjalanan menuju ruangannya.kemudian hp hannum berdering ,ternyata teman satu rungannya menelfon, dan mengatakan bahwa dosen mereka sudah masuk ke ruangan.
Adilah yang panikan langsung berlari menuju ruangan dan meninggalkan hannum dibelakang, hannum segera memasukkan hp nya kedalam tas, dan ikut berlari mengejar hannum yang sudah lari menjauh.
Gubrakk..
"aduh maaf ya maaf aku tadi ngga lihat ada orang di depan"ucap hannum gugup takut yang ditabrak marah-marah.
"ah iya gapapa kok num, kamu kenapa lari-lari, siapa yang ngejar kamu emangnya?"jawab arya sambil tertawa agar hannum tidak takut.
"ihh ternyata kak arya ya.. Maaf ya kak aku tadi ga tau kakak keluar dari ruangan ,soalnya aku buru buru dosennya sudah masuk. "jawabnya tergesa-gesa sambil mengelap sisa tumpahan juice di lengan baju Arya.
"Ah iya gapapa num, kamu lanjut masuk ke ruangan saja, tapi jangan Lari-lari lagi ya nanti kamu jatuh." ucap arya dan segera menyuruh hannum untuk pergi ke ruangannya.
"bener nih kak gapapa?, tapi baju kakak basah banget ,aku ga enak jadi nya."jawab hannum.
"iya gapapa num,lagian kakak juga udah mau pulang, kamu masuk aja sana,nanti di hukum dosen nya loh."ucap arya sambil membersih kan sisa juice di baju nya.
__ADS_1
"oke deh, sekali lagi maaf ya kak."jawab hannum sambil melambai kan tangan nya meninggal kan Arya dan langsung menuju ke arah ruangan nya .
Mereka berdua tidak sadar bahwa ada yang sedangvmemperhatikan mereka dari jauh.
kecemburuan ,hanya kata ini yang bisa mewakilkan seperti apa raut wajah ilham sekarang.Dirinya tidak berhenti menatap dua orang yang ada di depan pandangan nya.berulang kali dia meneguk air es pesanan nya.yang menandakan dirinya sedang gelisah .namun teman-temannya tidak menyadari kegelisahan ilham karena posisi ilham yang duduk membelakangi teman-temannya.
Sesampai nya diruangan~
Hannum langsung masuk dan duduk ke kursinya.
"dill sumpah gue malu banget tadi!".ucap hannum pada adillah pelan karena takut ketahuan dosen.
Kursi belajar hannum dan adilah memang berada di barisan paling belakang dan mereka duduk sebelahan juga bersama kursi tempat andara belajar.
"kenapa lu emangnya?"jawab adilah panik dengan suara yang agak kencang namun tidak sampai kedengaran dosen didepan.
"ssttt..pelan-pelan dong ngomong nyaa!nanti kedengaran sama dosen,bisa panjang urusannya ."ucap hannum kesal.
"iya iya, trus lu tadi kenapa"jawab adilah dengan suara pelan.
"jadi gini tadi waktu lu lari trus ninggalin gue, gue jadi ikutan lari juga tuh kan,eh pas gue lari gue nabrak ka arya,dia tiba-tiba keluar dari kelasnya, mana lagi bawa juice lagi"ucap hannum lirih.
"hahaha.. Truss ka arya kenapa? "tanya hannum semangat,namun masih dengan suara pelan.
"Ya juice nya tumpah trus kena bajunya, mana rame bgt lagi temen-temen nya dia,malu banget deh gue pokonya"jawabnya malu sambil menutup muka dengan kedua tangannya.
"kesian banget ya si arya hahah, trus dia bilang apa sama lo? Jawab adilah.
"Dia bilangnya gapapa sih, tapi kan gue gaenak juga,mana dia make baju kaos warna putih lagi, kesian gue sama dia, tapi kan gue juga ga sengaja."ucap adilah.
"iyaudah bukan salah kamu sepenuhnya sih"ucap adilah,berusaha menenangkan hannum agar sedikit merasa tenang. karena dia memang orangnya paling ga enakan.
__ADS_1