BOSSKU Ternyata SUAMIKU

BOSSKU Ternyata SUAMIKU
Bab 19. Sepanjang Perjalanan


__ADS_3

Deg.. Deg..


Jantung Arya berdetak tak beraturan.


Ini bukan kali pertamanya hannum duduk di sebelahnya.


Tapi baru kali ini .Hanya ada mereka berdua di dalam mobil.


Perasaan gugup dan salting menyelimuti arya.


karena tidak bisa memungkiri rasa suka nya pada gadis yang duduk disebelahnya itu.


Namun dirinya sudah mulai bisa mengontrol rasa gugupnya kali ini.


Arya masih sangat canggung untuk memulai pembicaraan dengan hannum.


"Kak arya kok dari tadi diem aja? "Rossa memiringkan badannya menghadap Arya.


"kenapa dia masih bisa baik banget sama gue ya. Padahal kan gue sering ngecuekin dia dari pertama kenalan.Dia juga tulus banget ngebantuin gue tengah malam ke rumah sakit. . "batin Hannum.


Hannum melamun menatap lurus pandangannya.


Wajah arya memerah karena malu. Dirinya tidak berani menatap balik hannum.


"kenapa dia ga mau natap muka gue ya? ahh gue tauu pasti ka arya takut salah tingkah pasti. Tapi mukanya lucu juga ya kalo lagi memerah salting begitu. "Batin hannum.


Dia tertawa pelan sambil menutup mulutnya. Lalu memutar tubuhnya untuk kembali menghadap ke depan.


karena takut Arya menyadari Hannum yang sedang menertawakan dirinya.


 


Cuaca diluar sangat panas. Matahari yang terik .


Ditambah suasana jalanan yang sedari tadi macet panjang .


Membuat dahaga kering dan merasa sangat haus.


Mobil berhenti didepan toko kelontong yang dipinggir jalan.


Arya dan hannum keluar dari mobil .


Lalu segera Berjalan masuk ke dalam toko .


Mereka berdua berpisah untuk mencari apa yang mereka inginkan .


setelah merasa puas memilih.


Arya mengambil alih makanan yang ada di tangan hannum .


Lalu Memasukkannya ke dalam keranjang belanjaan.


Dan berjalan ke arah kasir.


Arya menunggu cukup lama didalam toko .


karena harus menunggu anntrian ketika sedang membayar belanjaan di kasir tadi.


Hannum masuk ke dalam mobil. Mengeluarkan hpnya.Nihil. tidak ada notif dari siapapun.


Dia membuka aplikasi novel nya. Banyak sekali notif yang masuk. Ternyata notif dari para Readers Agar hannum segera mengupdate bab selanjutnya.


"huftt.. Aku sampai lupa dengan novel ini. "Hannum memukul dahi nya pelan.

__ADS_1


Akhir-akhir ini Hannum memang jarang sekali mengupdate novel nya.Dia hanya sekedar check-in Agar tidak lupa mendapatkan bonus poin hariannya.


karena Hannum masih sibuk kuliah dan Harus mengurus mamanya yang berada dirumah sakit.


Arya yang sudah selesai membayar dan keluar dari pintu toko dengan raut muka sedekit kesal. Karena kelamaan menunggu.


Pria itu melangkah dan mempamerkan dengan senyum ceria dari luar mobil.


minuman segar yang dia pegang di kedua tangannya.


Salah satunya minuman favorit hannum. Milkshake strawberi.


Senyum manis terkembang dari wajah Hannum. Melihat arya membawa makanannya dan masuk ke dalam mobil.


"Terimakasih kak.. "Hannum tersenyum ceria.


Hannum Mengulurkan tangannya membantu Arya yang kesusahan meletakkan tas kresek belanjaannya.


Dirinya langsung membuka tas kresek berisi snack.


" Wahh... Kak Arya yang ambil snack ini ya?. "


Hannum mengerjapkan matanya melihat makanan yang tadi sudah dia pegang ketika di toko namun tak jadi dia ambil.


Hannum melihat harga snack yang ada ditangannya.


"hah mahal banget harganya.. Inimah bisa beli nasi bungkus 10 porsi. "hannum meletakkan kembali snack itu ke rak nya.


Arya tergelak pelan melihat kepolosan hannum.


Ketika hannum kembali ke dalam mobilnya.


Arya mengambil makanan yang tadi sempat di kembalikan hannum dan memasukkannya ke dalam keranjang belanjaan.


Hannum membuka satu persatu snack dan mencicipinya.Pilihannya cuma satu. yaitu snack kentang rasa balado.


Mencoba membuka bungkus makanan itu. tanpa rasa jaim sama sekali Kepada Arya yang sedari tadi memperhatikannya.


"Eh tapi gue kelihatan rakus banget ga sih Dimata nya? Bisa ilang nih image yang gue jaga selama ini! Ahh ga peduli deh gue."


Rossa berhenti sebentar mengunyah makanannya. Lalu lanjut makan karena tidak perduli lagi.


Keceriaan Rossa sebenarnya hanya dia tunjukkan pada kedua sahabatnya dan keluarganya saja.Selain itu dia hanya bersikap normal seperti para umumnya gadis-gadis lain.


Arya tergelak melihat tingkah Hannum yang sangat menggemaskan di matanya.


"Kenapa dia bisa se menggemaskan itu ya? Lihat aja pipinya yang hampir tumpah karena ga berhenti muntah sedari tadi. "Batin Arya.


Dia senyum-senyum sendiri memandangi wajah gadis yang ada didepan matanya.


Karena merasa sudah cukup Lama mereka berhenti.


Arya kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan normal untuk sampai ke rumah sakit.


Hannum masih dengan cemilan dan minuman di dekapan tangannya. menatap lurus jalanan sambil menikmati makanan favorit nya.


Setelah sampai diparkiran depan rumah sakit .Arya menarik lengan Hannum yang ingin keluar dari mobilnya.


"Ada apa kak? "Hannum kembali duduk karena mekihat raut muka ilham yang sedang seirus.


"Kenapa mukanya serius begitu ya?"gumam batinn Hannum.


Arya memandangi wajah hannum yang bertanya dengan polos.

__ADS_1


"Ah tidak jadi.. Aku sudah lupa apa yang ingin kukatakan padamu. "


Arya mengerutkan bibirnya .kesal karena hannum tidak peka sama sekali padanya.


Hannum segera keluar dari mobil karena melihat mobil milik Andara juga baru saja sampai.


Arya masih bimbang dengan apa yang ingin dia katakan pada hannum.


Takut gadis itu menolak.


Jadi dia masih mengurungkan niatnya untuk menyatakan cintanya pada hannum hari ini.


Arya tadi sempat mengatakan pada hannum untuk Masuk duluan bersama teman-temannya.


Karena Arya masih harus ke toilet dulu sebentar.


Arya menatap belakang punggung ketiga orang itu sampai mereka ditelan pintu masuk rumah sakit.


Hannum Berlari ke arah mobil Andara. Adilah turun duluan membawa banyak sekali tas belanjaan di genggamannya.


Andara juga segera turun setelah memarkirkan mobilnya dengan baik.


"Num.. gue kangen banget sama lo!. " Histeris Adilah ketika melihat hannum berjalan ke arahnya.


"Adilah .. Bisa ga si jangan lebay banget . kita baru aja dua jam pisah sama hannum dan lo langsung kangen?.


Lagian kan lo juga tadi yang nyuruh hannum bareng sama ka arya."


Andara menjentikkan jarinya pelan di dahi Adilah.


"Udah ayo masuk.. Gue ga sabar banget mau liat kondisi mama. "Hannum menyudahi perdebatan kedua orang itu.


"ahhh iya kangen dehh.. soalnya gue udah lama ga jumpa sama mama lo num.. " Andara menarik Tangan keduanya untuk segera berjalan .


"Kenapa dia bisa sangat tampan ya kalau dilihat dari dekat."Aaaaa apa yang kau bayangkan hannum rutuknya pada dirinya.


"Hannum lo kenapa senyum-senyum sendiri sih? ."Hannum gelagapan


Tersadar dia sedang berada di dalam lift rumah sakit bersama dua sahabatnya .


"Pasti lo udah jatuh cinta kan sama ka arya."


Goda adilah menjentikkan jarinya di dagu hannum.


"atau jangan-jangan kalian berdua tadi udah jadian di dalam mobil?.


timpal Andara tertawa renyah.


"Apaansih kalian berdua. Gue cuma lagi kepikiran sama kucing peliharaan gue yang kemarin gue titipin ke tetangga . katanya sekarang sudah punya pasangan.. Pasti lucu banget.. Ah gue ga sabar pengen buruan pulang ke rumah deh. "


Hannum beralasan pada kucing peliharaan nya .


"Ah yang bener.. Kok gue kurang yakin ya sama alasan lo?."Adilah menatap mata hannum dengan tatapan mencurigakan.


Ting...


Mereka sudah sampai di lantai tempat ruangan mama hannum dirawat.


Pintu lift terbuka.


Mereka bertiga melangkah keluar dan berjalan menuju kamar milik mama hannum.


Disepanjang Jalan Adilah dan Andara masih menginterogasi Hannum dengan banyak sekali pertanyaan.

__ADS_1


Hannum sampai bingung harus menjawab yang mana dulu.


BERSAMBUNG...


__ADS_2