BOSSKU Ternyata SUAMIKU

BOSSKU Ternyata SUAMIKU
Bab 20. Kondisi mama Hannum


__ADS_3

Ruangan Atas nama bu Ririn?. Seorang suster masuk membawakan nampan berisi makanan .


"Iya sus. "Nadya menjawab mempersilah kan suster masuk.


Suster meletakkan nampannya di atas meja.


Lalu memeriksa keadaan bu Ririn.


"Kondisi ibu sudah sangat membaik. Kalau begitu infusnya sudah bisa copot ya bu. " Suster memberikan penjelasan singkat dan tersenyum seadanya.


Bu Ririn mengangguk merespon.


Suster mencopot infus beserta selang oksigen dari hidung bu ririn.


Dia menghirup nafas lega karena Sekarang sudah tidak ada alat medis apapapun di tubuhnya.


"Trimakasih ya sus"ucap Nadya sopan.


"Sama-Sama.Say Permisi ya. "suster tersenyum meninggalkan kamar pasien.


"Ayo ibu harus segera makan ."Nadya membuka plastik dari atas piring makanan .


"Nak mama pasti sangat membuat kalian berdua repot kan karena penyakit mama ini? " Bu ririn berhenti mengunyah sisa makanan dimulutnya.


Batinnya merasa gelisah karena memikirkan kedua putrinya yang harus selalu mengurusnya ketika penyakit nya ketika sedang kambuh.


Nadya juga tak jarang izin untuk tidak masuk sekolah karena harus mengurus mamanya.


"Mama kenapa ngomong begitu.. Aku sama ka Hannum ga merasa direpotkan sama sekali kok. Aku juga tidak masalah kalau harus putus sekolah untuk merawat mama. " Nadya menatap sedih mata mamanya yang terlihat sangat merasa bersalah.


Nadya kembali menyulangi ibunya sampai nasi di piring tak tersisa. Menaruhnya ke depan pintu ruangan agar nanti diambil oleh petugas kebersihan.


Sekarang giliran nya melahap sarapan yang dibelikan oleh hannum tadi.


Sebenarnya dia sudah menahan perutnya yang merasa lapar sejak tadi malam.


Namun karena hari sudah tengah malam.Jadi tidak ada lagi warung makanan yang masih buka.


"Hai tante.. ".Teriakan gadis-gadis membuyarkan pikiran mama hannum. Dia melihat kedua gadis yang memanggilnya kini berlari ke arahnya.


"Hai sayang.. Kalian sampai kemari.Padahal tante sudah mau pulang nanti."


Mama hannum tersenyum lebar melihat siapa yang datang.


Adilah dan Andara sangat akrab dengan mamanya Hannum.


Mereka bisa sangat nyaman Karena mamanya yang sangat baik dan perhatian.


"Tante lihat kita bawa makanan sebanyak ini untuk nanti makan bareng dirumah. "


Andara mengangkat tas kresek di genggamannya kehadapan bu ririn.


Begitu juga dengan yang ada di genggaman Adilah. Dan meletakkan semua nya di atas meja

__ADS_1


"Wah.. Banyak sekali sayang... Trimakasih yaa Andara dan Adilah."


Bu ririn tersenyum sangat lebar.


Bukan karena makanan yang dibawakan oleh mereka.


Tetapi karena keceriaan mereka yang selalu mencairkan suasana Yang membuat hati dan fikirannya merasa sedikit lebih tenang.


"Nadya sayang sini dek.. kaka juga tadi beliin snack foritenya nadya.. Taraa.. "Adilah mengeluarkan snack Rasa Chocolate lalu menyodorkannya pada Nadya.


"aaaa.. kaka kok masih ingat snack yang ini. padahal kan kita udah lama ga ketemu. " .


Nadya menyambar snack favoritenya dari tangan Adilah.


membuka bungkusnya dengan cepat karena tidak sabar untuk melahapnya.


"Nadya ..pelan-pelan aja dek makannya.. kita ga akan mau minta kok Hahaha."


Hannum tertawa melihat kelakuan adiknya yang selalu semangat kalau soal makanan favoritnya.


"Iya dek tenang aja kaka beliin banyak kok buat kamu, nih.... " Andara mengeluarkan snack dari dalam tas belanjaan nya dan memberikan nya pada Nadya.


 


Arya menatap kaca wastafel yang ada di hadapannya.


"Arghh... Bagaimana ini? Kenapa lidahku selalu merasa kelu ketika ingin menyatakan cinta padanya. "


Arya kembali tersadar dari lamunannya ketika seseorang membuka pintu untuk keluar dari toilet.


Dirinya segera merapikan rambutnya dengan cepat .


Arya Menahan malu karena dia tadi mengira tidak ada orang sama sekali di dalam toilet ini.


"Sudah pasti tadi dia mendengar semua perkatannku. Untung saja aku tak mengenalnya. Jadi tidak perlu merasa malu. ".


Arya menenangkan dirinya dan segera Keluar.


untuk masuk ke dalam Rumah sakit.


Arya membuka pintu ruangan . tatapan mata tersorot padanya.Mamanya hannum juga menatap nya dengan raut muka penasaran.


glek..


Arya menelan ludah nya.


"kenapa gue harus diliatin begitu sih."Arya menatap kebawah melihat apa yang salah dengan dirinya.


"Haiii ka aryaaa sini masuk. kenalan dulu sama tante saya nih, Tante Ririn mamanya Hannum. Calon mertua kakak Hehe. "


Pekik Adilah histeris. Andara tertawa terbahak-bahak mendengar godaan adilah dan melihat Arya yang masih mematung didepan pintu masuk.


Arya menatap hannum dengan penuh isyarat kalau dirinya sangat gugup .

__ADS_1


"Tolongin guee hannum plisss..Truss gue harus apa ini? " begitulah arti dari sorot mata arya.


"Ka Arya sini masuk. kenalan dulu sama mama. "Hannum berdiri dari duduk nya. menjentikkan jarinya mengisyaratkan Arya agar segera masuk.


"Mah.. kenalin ini ka Arya. Dia yang nolongin hannum kemarin malam untuk membawa mama datang ke rumah sakit ini. "


"Ohh jadi kamu nak yang namanya Arya. Tante sangat ber terimakasih karena kamu sudah menolong tante kemarin malam. Maaf ya nak kalau tante ngerepotin"


Raut muka Bu ririn kembali tersenyum karena ternyata Pria itulah yang sudah menolongnya.


Arya menundukkan tubuhnya ketika bersalaman dengan mama hannum.


Dia memberikan tas belanjaan yang dia bawa berisi kue bolu dan buah-buah an segar.


Hannum meletakkan semuanya di sebelah tumpukan makanan yang ada diatas meja .


Arya berjalan duduk disamping Nadya yang masih sibuk mengunyah cemilannya.


"Mereka berdua mirip banget ya. Sama-sama cantik. Bahkan dari gaya makannya pun kelihatan sama percis, ga ada bedanya."


Arya memandangi Nadya dan beralih memandangi wajah hannum.


Begitu seterusnya sampai dia menemukan dimana letak perbedaan antara Hannum dan Nadya.


-------


Hannum, Mamanya dan Nadya sudah berada di loby rumah sakit.


Hilir mudik orang yang lumayan ramai cukup membuat kesusahan untuk melangkah. Apalagi harus sekalian menuntun mamanya berjalan.


Jadi Hanya hannum yang berjalan ke arah meja adminstrasi untuk membayar.


Sedangkan mama dan adiknya duduk di kursi Tunggu yang di sediakan.


"Permisi... saya mau nanya biaya untuk ruangan Anggrek berapa ya mbak? "ucap Hannum.


"Sebentar ya mba..saya akan mencek biayanya. Silahkan duduk dulu mba. " .


Perawat itu berbicara dengan senyuman dan mengrahkan agar Hannum menunggu dan duduk di kursi depan mejanya.


"Untuk ruangan kamar Anggrek atas nama Bu Ririn dikenakan biaya dua juta .


Termasuk biaya kamar dan resep obat yang akan di tebus nanti ketika di apotik depan rumah sakit ini.


Namun saya melihat ada potongan pembayaran. Karena nama bu ririn terdaftar dalam BPJS online. Jadi hanya harus membayar lima ratus ribu saja. " Perawat menyerahkan struk list pembayaran kepada hannum.


Wajah hannum sumringah mendengar kata potongan pembayaran yang diucapkan oleh perawat tadi.


Baginya uang dua juta sudah sangat banyak.


Walaupun mamanya telah memberikan kartu ATM nya pada hannum.


Tetapi hannum tetap ingin membayarnya menggunakan uang pribadinya dari hasil karya menulis novelnya per bulan.

__ADS_1


__ADS_2