
Waktunya pulang~
Hannum dan adilah keluar dari kelas dan segera menuju ke arah parkiran.Mereka berdua singgah dulu ke kantin untuk membeli minuman es dan snack untuk dimakan ketika sampai di rumah andara
.Karena sepulang dari kampus nanti mereka akan singgah dulu ke rumah andara untuk menjenguk Andara yang lagi sakit.
Adilah berjalan ke rak minuman es dan hannum berjalan memilih aneka snack yang ada di rak sampingnya.
Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan.Sekarang waktunya membayar,kali ini adilah yang teraktir. Mereka memang suka berganti mentraktir ketika sedang berbelanja bareng.karena minggu kemarin Andara yang mentraktir dan kini waktunya adilah.
Setelah membayar belanjaan nya .Mereka berdua berjalan menuju parkiran sambil menenteng tas belanja makanan dua keresek besar.
Adilah sengaja tidak ikut ke parkiran dan menunggu di depan gerbang saja. jadi hanya hannum yang pergi untuk mengambil motor nya.
Setelah sampai diparkiran,ketika hannum hendak mengeluarkan sepeda motornya dari parkiran.
Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya.
"Hannum!"seru ilham.
Hannum langsung melihat ke arah yang memanggilnya dengan raut muka bingung.
"eh iya ada apa ya? "pekik hannum menjawab panggilan dari orang yang tidak dikenalinya.
Hannum memang orang nya agak sedikit sombong kalau bersama orang asing yang tidak dikenalinya.
"kamu kan yang namanya hannum, aku ilham anak jurusan hukum kampus ini, aku yang membawa kamu ke rumah sakit kemarin waktu kamu pingsan, kamu masih ingat kan."ujar ilham seraya mengulurkan tangannya untuk mengajak hannum berkenalan.
"oh iyaa kak ilham, salam kenal ya kak saya hannum,terima kasih banget ya kak udah bantuin dan bawa aku ke rumah sakit."jawab hannum akrab sambil mengulurkan tangannya juga, karena orang asing yang didepannya ini ternyata ilham, ya!orang yang dia cari-cari dua hari belakangan ini.
"heheh iya sama-sama,saya tadi sebenarnya ragu mau nyapa kamu, karena muka kamu keliatannya jutek banget."ujar ilham tertawa renyah.
"ahh iya kak, banyak yang bilang begitu memang, tapi sebenarnya aku tuh ga se cuek yang orang-orang pikir sih, malah aku pasti langsung bisa akrab kalo sama orang baru juga."seru hannum.
"ooh gitu ya.. Kamu kok sendirian aja, mana teman-temannya biasanya kan kalian bertiga?."tanya ilham heran karena biasanya hannum selalu bersama dua temannya di parkiran ini.
__ADS_1
"itu kak teman aku yang satunya lagi sakit, satu nya lagi nungguin di depan gerbang soalnya kami lagi banyak bawaan jadinya repot kalo dia ikut juga kesini. "ujar hannum sambil menunjukkan dimana tempat adilah berdiri menunggunya.
"ooh gitu ya..okedeh,hati-hati dijalan pulang ya"ujar ilham tersenyum kecil pada hannum.
"okee kak, hannum duluan ya kak"jawab hannum sembari menghidupkan sepeda motor,malambaikan tangannya dan langsung pergi meninggalkan area parkiran.
Ilham masih menatap hannum yang pergi keluar,sampai yang ditatap hilang dari pandangannya.
ilham membuka pintu mobilnya dan segera masuk.Debaran jantung ilham menggila,ada rasa senang di dalam hatinya karena bisa berbicara langsung dengan wanita pujaannya.
Dia menghidupkan mobilnya dan langsung keluar dari area parkiran dan gerbang kampus.
Drtt... Drtt...
Sebuah pesan masuk di hp nya.
Ilham mengeluarkan hp dari kantong celananya dan membaca pesan yang masuk.
Ternyata pesan dari RAFFI kakak tercintanya.
"ok"ilham hanya membalas dengan kata singkat padat dan jelas itu. Dia memang selalu menjawab pesan dari siapapun dengan singkat,jadi orang terdekatnya sudah biasa dengan balasan-balasan cueknya.
----
Hannum dan adilah akhirnya sampai di depan rumah andara.Rumah nya memang tidak terlalu besar namun terlihat luas dan sangat elegan.Nuansa rumah dan perpaduan warnanya membuat mata orang tak jenuh memandang rumah ini.
Papa nya seorang arsitek bangunan tak heran rumahnya se bagus dan se unik ini.
Mereka berdua masih mematung di depan pagar, karena kalau mereka berteriak pun pasti tidak ada yang akan mendengar dari dalam.
Adilah mengeluarkan hp nya dan menghubungi andara.
"halo dar.. Bukain dong pagar rumahmu kita udah ada di depan nih,stapam lo juga lagi gaada disitu. "ujar adilah.
"oh iya oke tunggu ya gue turun nih. "jawabnya kaget dari seberang telfon.
Adilah mematikan hp nya dan mengatakan pada hannum bahwa andara akan segera datang.
__ADS_1
Tak lama kemudian pagar rumahnya terbuka, andara keluar untuk menyambut teman-temannya masuk.
"hai ayo masuk..! "pekiknya pada dua orang itu.
"wahhh banyak banget makanannya..."pekiknya lagi sambil mengambil tas keresek besar yang dibawa oleh adilah.
"iya buat kita makan-makan disini"jawab hannum dari atas sepeda motor yang masih berusaha untuk memakirkan sepeda motornya.
"kalo gue bawa makanan,pasti lo seneng banget kan liat gue"seru adilah melihat reaksi andara ketika melihat tas kresek yang isinya makanan favoritnya semua.
"ahh iya gue bahagia banget kalian berdua dateng, makasih ya kalian memang sahabat paling best."seru andara sembari mengacungkan kedua ibu jarinya kehadapan kedua temannya.
"iya.. Iyaa.. Trus kita mau sampe kapan diluar teruss,ajakin kami masuk dong!."ujar hannum,
tertawa renyah.
"tuhkan gue sampe lupa jadinya, ayo ayo masuk."
Ujar andara menarik tangan kedua sahabatnya untuk masuk juga.
"gue sih ga heran kalo lo lupa, gitu tuh pasti kalo ada makanan di depan mata lo."pekik adilah sambil tertawa renyah menggoda andara.
Mereka bertiga berjalan menaiki tangga untuk masuk ke kamar andara. Mereka memang selalu ngumpul di rumaah andara karena memang mama papa andara yang super sibuk bertugas di luar kota, jadi dia hanya tinggal bareng adik laki-lakinya,bernama BAYU dan 3 art nya beserta satpam.
Hanya kamar andara yang berada di lantai atas .Jadi ketika orang tua nya sedang berada di rumah pun,tidak akan terganggu dengan keributan mereka bertiga yang kalau berkumpul sudah pasti sangat berisik.
"huh lega gue..akhirnya bisa tiduran juga, mana pinggang gue kaku banget tadi gara-gara kelamaan duduk."ujar adilah yang langsung melompat ke atas ranjang tidur andara.
Sebelum masuk ke dalam rumah mereka berdua hannum dan adilah sudah bersih-bersih dulu di lantai bawah tadi,Jadi mereka boleh langsung tiduran dimanapun.
"kalo gue tangan gue keram banget!tadi karena bawa motor ke sini, lo berdua tolong deh belajar bawa motor, jangan tau nya jadi beban bonceng an gue mulu!."pekik hannum sambil tertawa renyah.
"gue ga bisa num,lo kan tau gue trauma banget bawa motor,karena gue dulu pernah nabrak tiang listrik waktu belajar naik motor, hahah kalo di ingat-ingat si gue malu banget, mana banyak lagi yang ngeliat gue jatuh."seru andara sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya karena mengingat kejadian masa lalu yang memalu kan.
"pokonya lo berdua jangan nyuruh gue dah.. Gue ngebayangin naik motor sendirian aja takut, apalagi mau belajar naik motor, mending gue bangkrut dah mesen ojol tiap hari, dari pada harus bawa motor sendiri."pekik adilah bangun dari tempat tidur dan duduk disamping hannum untuk membongkar isi tas kresek makanan.
BERSAMBUNG..
__ADS_1