BOSSKU Ternyata SUAMIKU

BOSSKU Ternyata SUAMIKU
Bab 17. Emosi jiwa.


__ADS_3

Ilham berjalan menuju Arah parkiran.


Dia secepatnya masuk ke dalam sampai membanting pintu mobilnya.


Matanya menatap Rossa yang sedang berjalan ke arah parkiran bersama kedua temannya.


Rossa dengan raut muka cemas melirik kanan kirinya seperti sedang mencari seseorang.


Rossa terperanjak kaget ketika melihat mobil milik Ilham masih terparkir di area parkiran.


Tak lama kemudian Ilham keluar dari mobil nya dan segera menarik tangan Rossa.


Tiara dan Dinda terkejut sekaligus panik melihat ilham datang dengan raut muka penuh emosi dan langsung menarik tangan Rossa dengan paksa ke arah mobilnya.


"Eh ilham... Rossa nya mau lo bawa kemana? kenapa harus ditarik begitu tangannya?. Tiara berusaha memberontak karena ilham menarik paksa tangan Rossa.


Ilham tidak menghiraukan Pertanyaan tiara.


Dia semakin menarik tangan Rossa dengan erat.


Karena Rossa juga berusaha melepaskan genggaman ilham dari tangannya.


"Ilham..a..ada apa?Lepasin Tangan aku dulu.. sakit ham.. kamu nariknya kencang banget. "Rossa berbicara terbata-bata sangkin takutnya melihat raut muka ilham yang sangat emosi.


seperti biasa Ilham diam tidak bergeming .


Dia membukakan pintu mobilnya dan menyuruh Rossa untuk masuk ke dalam.


Rossa sebenarnya sudah mengerti kenapa ilham memperlakukan nya seperti ini.


Namun dia diam saja karena takut ketika dia berbicara lagi hanya akan semakin memperkeruh suasana.


Ilham melajukan mobilnya cepat keluar dari gerbang kampus.


masih menatap lurus jalanan dengan tatapan matanya yang tajam.


Namun Raut mukanya menandakan emosi nya sudah tidak seperti tadi lagi.


Rossa mencoba membuka dengan pelan pintu mobil dan berencana untuk melompat keluar.


Rossa berani se nekat itu karena dia kenal bagaimana seorang ilham.


Ilham pasti tidak akan bisa menahan emosi nya kepada siapapun ketika suasana hatinya sedang tidak Baik-baik saja.


Ilham menyadari apa yang sedang dilakukan rossa.lalu Menepikan mobilnya untuk berhenti.


Rossa bingung kenapa mobilnya berhenti. Dia segera membuka pintu dan segera melangkah ingin pergi.


"tutup pintu itu lalu kunci."ilham berbicara ketika melihat rossa ingin segera turun.


Rossa kembali masuk lalu menutup pintu mobil dan menguncinya dengan gugup.


Rossa memberanikan diri untuk menatap wajah ilham.


"Tolong Jangan bersikap semaumu mulai dari sekarang." Suara ilham terdengar lebih lembut.

__ADS_1


"ilham... "Rosaa berbicara pelan.


"Kau tau kan aku tidak akan dapat menahan diri ketika sedang emosi. "Ilham.


"Tapi lo tadi kenapa harus berangkat ke kampus bareng sama Hannum?.Lo ga beneran suka kan sama gadis murahan dan kampungan itu? ".Rossa bertanya dengan nada sedikit tinggi.


Raut muka ilham berubah drastis


Dia menarik nafas panjang lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi.


"Kemarilah" Ilham menjentikkan jarinya agar Rossa mendekat.


Gadis itu patuh.Rossa mendekatkan tubuhnya pada ilham.


Dan dalam sekejab wajah ilham sudah ada di depan matanya.


Bahkan rossa dapat mencium aroma badan Ilham dengan sangat jelas.


Ilham menyusuri bibir rossa dengan jarinya.


Deg.. Jantung Rossa seaakan ingin meledak.


Saat ini yang difikirannya hanya Ilham.


Rossa memejamkan mata.membayangkan ilham mencium bibirnya.


"Apa yang lo tunggu Rossa?.Lo berharap apa dari gue?." .Ilham berbicara mengagetkan Rossa dari khayalannya.


Rossa kaget dan langsung membuka matanya. Wajahnya memerah karena malu.


"Ilham maafin gue ya.. Gue tau yang tadi gue lakuin ke Hannum itu keterlauan . Seharusnya gue ga ngomong begitu ke dia. "Rossa menarik tangan ilham dan menggenggamnya erat.


"Hentikan drama ini Ros.. Gue udah terlalu muak sama semua sikap lo."Ilham menarik tangannya dari genggaman rossa.


Bukan hanya pada Hannum. Rossa selalu melakukan hal yang sama. Kepada para gadis yang pernah ilham sukai.


"ilham maafin gue kali ini yaa..plisss.. "Rossa memohon maaf pada pria disampingnya itu sambil kembali menggenggam tangan ilham.


Ilham mengidupkan mesin mobilnya .kembali melaju ke arah sekolah. Hening. Tanpa menjawab pertanyaan Rossa.


"Keluar lah sekarang.. Bukankah dari tadi kau sangat ingin keluar dari mobil ini?. "Ilham membuka kan pintu rossa dari dalam.


Rossa mendengus kesak lalu keluar. membanting pintu dengan kuat. Dia berjalan masuk tanpa melirik ke belakang sama sekali.


ilham masih diam dan belum melajukan mobilnya.


Memandangi seseorang dari dalam.


Tampak seorang gadis cantik yang hendak masuk ke dalam mobil milik Arya. Mobil itu segera keluar lalu melaju pergi dari area Kampus.


 


Mereka bertiga keluar dari ruangan ketika suasana kampus sudah mulai sepi.


Hannum masih takut kalau harus bertemu dengan Rossa lagi.

__ADS_1


Hannum dan adilah berdiri di dekat gerbang. menunggu Andara yang sedang mengeluarkan mobilnya dari parkiran.


Tak lama Arya datang membawa kan banyak kantong kresek yang berisi Roti dan buah yang dia beli dari kantin yang akan dia berikan nanti untuk mamanya hannum.


"Hai...kalian berdua pulangnya bareng sama siapa?".Suara Arya mengagetkan kedua orang itu.


"ini lagi nunggu Andara kak.. Hmm tapi hannum ikut bareng kaka aja ya ke rumah sakit nya. soalnya kita mau mampir ke ind****t dulu sebentar. "Adilah menyenggol tubuh hannum dengan sikunya.


Agar hannum mau untuk berangkat bareng dengan Arya.


Ohh iya gapapa. Tunggu ya num aku juga mau ngeluarin mobil dulu dari parkiran.


"iiih adilah kenapa gue lo suruh ikut sama ka arya sih.. Gue tu malu tau kalo cuma berdua doang nanti di dalam mobil"Hannum mencubit kesal lengan Adilah.


"Aw...Sakit hannum... Udah gapapa. Gue tuh sebenarnya lebih srek lo dekat sama ka arya dari pada sama ka ilham yang jutek itu. "


Adilah mengelus lengan nya yang masih ngilu karena di cubit oleh Hannum.


"iya tapi kan gue masih malu-malu sama ka arya. "


Tin.. Tinn.. Tin.. Tin..


Suara klakson mobil mengagetkan mereka berdua.


Andara sengaja iseng membunyikan klaksonnya berulang kali karena melihat Adilah dan hannum sedang berdebat.


"Ayo masuk guys.. "Andara berteriak dari dalam mobil.


Adilah menahan tubuh hannum yang ingin masuk juga ke dalam mobil andara.


"Hannum kan lo udah janji sama ka arya mau barengan.kok malah mau ikut masuk juga.. Gimana si lo..? Adilah tertawa renyah.


"hah emang lo mau bareng ka arya num?". Andara mengerutkan dahi nya, bingung.


"Gatau nih si adilah. Dia tadi yang bilang ke ka arya kalo gue mau bareng sama dia. "Hannum menunjuk wajah adilah kesal.


"ooh jadi ini rencana lo dil? Bagus banget sih.. Eheh. "Andara mengangguk paham.


Maksud adilah adalah Dia ingin agar Hannum menjadi lebih dekat dengan arya.


"ihh Andara..kok lo malah dukung Adilah sihh..".Gerutu Hannum kesal.


"Udah ya Num kita mau cabut duluan lo tunggu ka arya sampai datang. Oke! Byee.Hannum cantikk!".


Andara tertawa renyah.


Dia Memakai nada suara seperti Arya ketika menyapa hannum.


Adilah dan Andara melambaikan tangannya pada hannum yang masih dengan raut wajah kesal.


"Dasar lo berdua. Sana gih cabut. "


Hannum melambaikan balik tangannya pada kedua sahabatnya yang kini sudah pergi keluar dari gerbang kampus.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2