Brajamusti

Brajamusti
Kemampuan Besar, Tanggung Jawab Yang Besar Pula


__ADS_3

Di sudut kota yang gelap, empat orang polisi tampak mengepung seorang perampok, empat polisi lalu lintas biasa menodong dengan pistol standar yang ukurannya kecil. Si perampok itu sudah tersudut diujung tembok. Ia kebingungan dan mau tidak mau ia jadi berhadapan dengan keempat polisi yang turun dari dua sedan patroli yang dari tadi mengejarnya. satu tas uang di tangan kirinya dan satu buah parang digenggam erat oleh tangan kanannya.


"Jangan bergerak?!"


"Angkat tangan!"


"Jatuhkan senjatamu!" pekik polisi-polisi itu. Tapi Perampok bermata belo itu tidak segera melakukan apa yang diperintahkan polisi itu. Ia malah mendelik tajam dan makin erat menggenggam parangnya.


Perlahan polisi-polisi itu mendekati dan berencana meringkus perampok itu. Tapi ternyata perampok itu melayangkan sabitan parang dan disambut letusan pistol.


SATTT!


DORR! DORR!


Satu polisi terluka dan perampok itu goyah karena tubuhnya tertembak beberapa kali. Buru-buru para polisi itu meringkus perampok itu. Ada yang merebut parang, ada yang menubruk dari belakang dan sebagainya. tapi ternyata perampok itu begitu kuat dan mampu membanting polisi yang merebut tasnya. Tapi parangnya berhasil direbut oleh polisi yang lain. Perampok itu terus melawan dan menghajar polisi yang mencekiknya dari belakang.


Seorang polisi yang tadi terlempar bangkit lagi dan yang mengambil parang dan melayangkan serangan dan berhasil memotong tangan perampok itu dengan beberapa kali bacokan kalap.

__ADS_1


Si perampok mengerang tapi belum berhasil di robohkan. seolah darah yang berceceran dari lubang peluru di dada dan lengannya yang putus tidak berarti apa-apa. para polisi itu kewalahan dan satu persatu berhasil di lempar oleh perampok itu. seperti seekor Babon yang risih dan melempar anak-anak yang menggelayuti tubuhnya.


Kembali Para polisi itu menodongkan pistol, karena mereka merasa percuma untuk membekuk perampok itu. Perampok itu terlalu kuat untuk ukuran manusia biasa yang sudah tertembak dua kali di dada dari jarak dekat dan satu tangannya putus.


Tanpa aba-aba para polisi itu kompak menembaki perampok itu dari jarak dekat sampai peluru mereka habis. Tapi perampok itu tidak terjungkal, ia cuma jatuh bertekuk lutut dan masih hidup. Sontak para polisi itu merasa aneh. Manusia macam apa yang mereka hadapi ini???


Saat para polisi itu mengisi peluru. Perampok itu bangkit dan timah panas di sekujur tubuhnya terdorong dan jatuh di lantai beton.


TRINGG! TRINGG!


Bukan hanya itu, tangannya yang sudah terpotong itu menempel kembali, seperti batang besi yang tertarik magnet. melihat itu, satu polisi mundur ketakutan dan terserak jatuh kebelakang. Luka di sekujur tubuh perampok itu menutup kembali dan hanya menyisakan bercak darah dan pakaian yang bolong-bolong.


Saat perampok itu utuh kembali dan mulai tertawa seperti dewa yang tidak takut kematian, tiba-tiba seseorang berpakaian seperti pemain wayang orang yang pipinya hampir tertutup kumis loncat dari atas atap dan memukul kepala Perampok itu dengan kepalan tangan yang menyala.


BRUKK!!


Kepala sampai badan perampok itu hancur. Darahnya muncrat dan tulang belulang dan dagingnya berserakan. seperti tikus yang tertimpa beton.

__ADS_1


Keempat Polisi itu akhirnya merasa lega dan orang misterius itu yang kini bersimbah darah pun turut merasa lega dan hendak berlalu. Darah perampok itu semburat kemana-mana.


"Tunggu, itu, itu kakinya bergerak-gerak?!" tunjuk seorang polisi. Ternyata benar, wujud perampok itu yang masih utuh dari pinggang ke bawah ternyata bergerak-gerak dan bergetar dengan kencang. Bahkan dagingnya yang berserakan seperti jeroan binatang bergerak berkumpul dan berdenyut-denyut. Menjijikan dan aneh.


satu polisi muntah, satu polisi lututnya lemas. Tiba-tiba sebuah helikopter datang dan tepat berada di atas jasad perampok itu yang sudah hampir utuh kembali. Seseorang menurunkan tali. Jarak dari helikopter ke tanah sekitar 40 meter.


Tali itu dililitkan dan diikat ke leher perampok itu.


Para polisi patroli itu seperti melihat adegan di film-film super Hero, dimana sang Pahlawan datang disaat yang tepat. Seperti sekarang, Seseorang datang melawan penjahat itu dan mengalahkannya lalu kini pahlawan itu mengikat leher penjahat sakti itu. Leher dan kepalanya yang baru terbentuk kembali pun segera terikat. Sang Pahlawan memberi kode pada orang yang memantau dari atas untuk segera berangkat terbang tinggi.


Para polisi itu hanya bisa melongo menyaksikan adegan penuh bahaya itu. Pahlawan itu menaiki tali yang dibawahnya tergantung perampok itu yang baru saja utuh kembali. Perampok sakti itu kini kelojotan tercekik tali itu dan tidak lama kemudian tak bergerak lagi.


Para polisi itu masih saja melongo menyaksikan heli yang berputar dan menjauh lalu hilang di buritan malam.


"Ed, Eddy, apa kita baru saja bertemu Gatotkaca?" ucap salah satu polisi itu pada temannya.


"Gatotkaca terbang Pak, tidak pake helikopter."

__ADS_1


__ADS_2