BROMANCE

BROMANCE
Bab 27


__ADS_3

"Kakak!!!"


Reinz membuka matanya, lalu bangun seraya mengusap keringat di keningnya.


"Aku mimpi buruk, tapi mimpi itu sangat menakutkan." Gumam Reinz.


"Kakak, apa yang terjadi padamu..semoga kau baik baik saja."


Reinz turun dari atas tempat tidur, lalu pergi ke kamar mandi dan berendam di dalam bak mandi berukuran besar. Ia menenggelamkan seluruh tubuhnya hingga kepala ke dalam bak mandi.


"Ahhh!"


Reinz memunculkan kembali kepalanya seraya mengusap air di wajahnya. Ia merasa tidak tenang, bayangan mimpi buruk tentang Arkanza sangat mengganggunya. Kemudian ia menyudahi berendamnya dan bergegas keluar dari kamar mandi.


Reinz masih tertegun di depan cermin setelah berpakaian rapi.


"Mengapa mimpi itu sangat menakutkan..." gumamnya lagi mempertanyakan arti mimpinya.


Reinz terus memandangi pantulan wajahnya di cermin.


"Aku harus menemui kakak."


Akhirnya Reinz memutuskan untuk kembali pulang, ia khawatir terjadi hal yang buruk pada Arkanza. Namun tib tiba ia teringat pada Beby yang di kurung di bawah tanah, lalu ia bergegas menemui gadis itu setelah dua hari di kurung di bawah tanah.


Sesampainya di ruang bawah tanah, Reinz membuka kunci pintu ruangan tempat menyekap Beby. Ia terkejut mendapati gadis itu tak sadarkan diri di lantai. Namun tak sedikitpun ia merasa kasihan melihat kondisi Beby lemas karen kelaparan setelah dua hari di kurung tanpa di beri makan dan minum.


Reinz mengangkat tubuh Beby lalu menggendongnya. Gadis itu di bawa Reinz menuju kamar pribadinya, lalu di letakkan diatas tempat tidur. Kemudian ia meminta anak buahnya untuk membawakan makanan dan minum ke kamarnya. Beberapa menit kemudian anak buahnya datang membawa nampan yang berisi makanan dan minum untuk Beby.

__ADS_1


"Bangun!"


Reinz mencipratkan air ke wajah Beby berkali kali. Tak lama kemudian gadis itu membuka mata dan mengerang kesakitan seraya memegang perutnya.


"Bangun!"


Beby mengalihkan pandangannya pada Reinz, lalu berusaha bangun dan duduk di atas tempat tidur.


"Cepat makan, setelah itu kau pergi dari rumahku." Kata Reinz, lalu meletakkan nampan di samping Beby.


"Aku tidak mau makan." Beby menggeser nampan.


Reinz terdiam menatap tajam wajah gadis itu, lalu duduk di tepi tempat tidur. Menarik nampannya lalu mengambil sendok, mengambil nasi di piring.


"Makan!" Reinz memaksa Beby membuka mulut dan menasukkan nasi di sendok ke dalam mulutnya.


Beby memalingkan wajahnya dan menepis sendok di tangan Reinz.


Reinz menarik napas pendek, menatap kesal wajah Beby lalu ia mengakat nampan dan melemparkannya ke lantai.


"Prank!!"


Beby melirik ketakutan ke arah Reinz yang menatapnya marah.


"Kau mau mati?" Tanya Reinz sinis.


"Apa perdulimu?" Sahut Beby.

__ADS_1


"Apa maumu? Kenapa kau selalu mengikutiku?!" Reinz mencengkram dagu Beby kuat kuat, hingga gadis itu meringis kesakitan.


"Tidak perlu kau tanyakan, aku mencintaimu. Aku mau menjadi ibu dari anak anakmu.." ungkap Beby jujur.


Reinz tertawa terbahak bahak mendengar pernyataan Beby.


"Oh, kau mau anak dariku? Baiklah, akan aku kabulkan!"


Reinz naik ke atas tempat tidur, lalu melepas paksa pakaian yang di gunakan Beby.


"Bukan kaya gini caranya Reinz!" Pekik Beby berusaha melawan namun tenaga yang ia miliki tidak mampu mengalahkan Reinz yang sudah di kuasai amarah dan kebencian.


"Hanya ini satu satunya cara untuk menghentikanmu, dan jangan kau pikir kalau aku akan menikahimu."


"Jangan lakukan ini, aku mohon.." ucap Beby disertai isak tangis.


Namun Reinz tak perduli, ia sama sekalu tidak memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Antara sadar dan kebencian, Reinz merenggut kesucian Beby saat itu juga.


Sementara Beby tak punya tenaga untuk menghentikan kegilaan Reinz yang di kuasai rasa benci terhadap wanita. Dinding kamar menjadi saksi bisu aksi brutal Reinz terhadap Beby.


Satu jam berlalu, Reinz sudah rapi dengan pakaiannya. Ia hanya tersenyum sinis menatap tubuh Beby tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. Lalu ia beranjak pergi dari kamar dan menutuskan untuk kembali pulang ke rumah dan tak memperdulikan Beby yang berada di rumah itu dalam keadaan tak sadarkan diri.


Sepeninggal Reinz.


Sebuah mobil memasuki gerbang rumah Reinz yang tak lagi berpenghuni, kecuali Beby yang berada di kamar dalam keadaan pingsan.


Tiga pria keluar dari dalam mobil, lalu ketiga pria itu mendobrak pintu rumah dengan paksa. Setelah pintu itu terbuka, mereka bertiga mencari keberadaan Reinz. Namun mereka tidak menemukan siapa siapa, kecuali Beby yang berada di kamar.

__ADS_1


Salah satu pria mendekati ranjang lalu mengambil selimut dan membungkus tubuh Beby dengan selimut itu, kemudian pria tersebut mengangkat dan menggendong tubuh Beby keluar dari kamar.


"Akan kubunuh kau, Reinz. Aku tidak akan tenang sebelum melihatmu mati mengenaskan di tanganku." Gumam pria itu marah.


__ADS_2