Bukan Salahku Dicintai Suamimu

Bukan Salahku Dicintai Suamimu
Unggahan Menyakitkan...


__ADS_3

Leman tersenyum setelah melewati malam panas kembali dengan Rosita untuk yang terakhir sebelum pulang ke kabupatennya. Rosita sendiri sudah menyiapkan kopi dan roti bakar yang ada di rumah karena setelah subuh, Leman langsung pulang hingga Rosita tidak bisa menyiapkan makan sarapan berat untuk suaminya.


“Dek, sepertinya air dari Mbah kemarin manjur juga ya! Buktinya semalam Abang tidak batuk-batuk lagi.”


“Syukurlah kalau memang manjur, Bang.” Lirih Rosita sekedarnya karena dia menyadari jika penyakit yang menimpa Leman tidak lebih karena ulah Iklima. Rosita tidak menyangka jika Iklima  akan menggunakan cara-cara hitam untuk menghancurkan rumah tangganya. Dan tanpa sepeninggalan Leman, Rosita kembali mendatangi pengobatan Mbah kemarin untuk memperjelas apa yang dipikirkannya.


“Ini fotonya, Mbah!” tunjuk Rosita pada Mbah tersebut. Rosita mendapatkan foto tersebut dari ponsel Leman di mana ada anak-anak mereka juga.


Pria tua itu memperhatikan foto tersebut dengan saksama lalu menatap Rosita lekat, “Menjadi istri ke dua memang tidak mudah. Kamu pasti sudah mempertimbangkan sebelum akhirnya menikah, bukan? Apa kamu sudah mengetahui sebelumnya jika suamimu sudah beristri?”


“Sudah, Mbah. Rumah tangganya tidak baik dan keluarganya sendiri yang mengatakan pada saya.” Pria tua itu menghela nafas. “Saya tidak bisa membantu banyak karena kalau suamimu masih memakan makanan dan minuman dari rumah istri pertamanya maka rumah tanggamu tidak akan berjalan dengan mudah. Kamu harus bersiap dengan segala hal yang mungkin terjadi karena istri pertamanya tidak akan menyerah untuk menghancurkan pernikahan kalian.”


“Baik, Mbah. Lalu bagaimana dengan penyakit batuk dan nyeri dadanya? Setelah meminum air dari Mbah, batuk dan nyeri dadanya berangsur hilang.”


“Seperti yang saya katakan tadi jika itu hanya bersifat sementara. Selama suamimu masih makan dan minum di rumah istri pertamanya maka akan muncul yang lain-lain lagi. Bisa jadi kali berikutnya bukan batuk dan nyeri dada. Istri pertamanya orang yang gigih.”


Setelah mendapat penjelasan dari si Mbah, Rosita kembali ke rumahnya dan sampai dua jam setelah itu Leman belum juga menghubunginya. Padahal menurut prediksi Rosita, seharusnya Leman sudah berada di sekolah saat ini. Rosita pun langsung menghubungi Leman tapi sayang tidak dijawab. wanita itu masih berpikir baik hingga mengirim pesan karena berpikir kalau suaminya sedang mengajar anak-anak di lapangan. Setelah tiga jam berlalu barulah Leman membalas pesan istrinya tersebut.


“Abang baru selesai mengajar. Maaf tidak sempat mengabarimu. Kamu sudah ke kantor, Sayang?” balas Leman namun sayang Rosita terlanjur berpikir yang tidak-tidak hingga mengabaikan ponselnya. Wanita itu memilih larut dalam pekerjaan dari pada memikirkan pesannya yang belum dibalas Leman.


“Ada apa, Ros?” salah satu koleganya mendekati meja kerja Rosita.


“Kenapa, Kak?”

__ADS_1


“Tidak usah berpura-pura. Kakak kenal kamu bukan hari ini saja.” Rosita menghela nafasnya seraya menghentikan kerjanya lalu bercerita tentang apa yang baru saja ia ketahu dari si Mbah tentang aksi istri pertama suaminya.


“Aku tidak menyangka jika istri pertama suamimu itu pekerjaannya saja yang modern tapi pikirannya masih tertinggal jauh.”


“Aku tidak bisa berbuat apa-apa, Kak. Kalau sudah berurusan dengan dukun, apalah dayaku selain memohon doa pada sang pencipta dukun itu semoga Allah SWT melindungi pernikahan ini kalaupun pernikahanku tidak mudah tapi aku hanya bisa berdoa dan berharap supaya dimudahkan setiap jalanku dalam menjalani semua yang sudah aku putuskan.”


“Iya, kamu benar. Perbanyak baca Al-quran dan berzikir supaya mantra-mantra dukun itu terpental dan berbalik untuk mereka sendiri." Rosita mengangguk pelan lalu teringat ponselnya.


“Lucu ya sekali jalan hidupku ya, Kak? Seharusnya saat seperti ini aku justru bercerita sama keluargaku tapi ini justru sama temanku.”


“Apa orang tuamu masih terhasut dengan omongan Kakakmu itu? Oh iya, istri Leman dan Kakakmu itu profesinya sama kan? Jangan-jangan watak mereka juga sama.” Gurau kolega Rosita membuat wanita itu tersenyum getir karena apa yang dibilang oleh koleganya itu hampir benar.


“Yang sabar, Ros. Semoga dibalik kesabaranmu akan ada sesuatu yang indah nantinya.”


Leman sampai ke rumah setelah zuhur dan seperti biasa di atas meja makan sudah tersaji berbagai menu makanan. “Mamak sering memasak banyak ya sekarang?” bisik Ayu pada abangnya.


Andi hanya mengangguk mengiyakan apa yang adiknya ucapkan. Perubahan yang membuat Andi sedikit bergidik takut melihat tingkah aneh ibunya. Apalagi dia kerap kali mencuri dengar obrolan ibu melalui telepon dengan orang yang diduga abangnya yang bernama Agus.


“Bagaimana sekolah kalian?” tanya Iklima pada kedua anaknya.


“B-baik, Mak.” Ucap Andi dan Ayu serentak.


“Bagaimana, Bang? Apa makanannya enak?” tanya Iklima lembaut dan hampir membuat Ayu dan Andi tersedak mendengarnya. Sementara si bungsu Arief hampir menjatuhkan sendok dengan mulut menganga menatap ibunya.

__ADS_1


“Sebentar, kita foto dulu!”


Iklima mengambil foto mereka yang tengah menikmati makan siang bersama dengan senyum lebar. Bahkan Iklima merapatkan duduknya dengan Leman lalu meminta Andi untuk memotret mereka. Setelah selesai, Iklima tersenyum puas menatap foto-foto bahagia yang telihat indah itu lalu mengunggah ke akun media sosial miliknya dan langsung menautkan ke akun media sosial milik sang suami.


“Happy Family… cinta kalian banyak2!!!”


“Sekarang apa reaksimu melihat ini? Siapkan mentalmu karena mulai sekarang kamu akan melihat lebih banyak adegan romantis antara kami, wanita murahan!”


Di tempat yang berbeda, Rosita yang sedang makan siang bersama teman-temannya larut dalam senda gurau hingga mengabaikan apa yang sedang terjadi di dunia maya di mana beberapa rekan Iklima sedang menyanjung keharmonisan dan mendoakan pernikahan mereka. Iklima tersenyum puas melihat berbagai komentar dari rekan-rekannya. Berbeda dengan rekan Leman yang tergabung dalam akun media sosial milik Leman. Mereka sangat terkejut melihat postingan foto tersebut karena tahu apa yang terjadi dengan pernikahan Leman yang pertama.


Agus yang sedang berada di kantin kampus tersenyum puas melihat unggahan ibunya. “Mamak memang cerdas membaca situasi.”


Sepulangnya dari kantor, Rosita yang baru saja merebahkan badan setelah mandi dikejutkan dengan foto-foto keluarga Leman yang diunggah oleh Iklima. Hati Rosita bergetar saat melihat bagaimana senyum bahagia dari anak-anak Leman yang tampak bahagia. Iklima dan Leman juga terlihat mesra bahkan tangan Leman merangkul pinggang istrinya dengan mesra membuat air mata Rosita keluar dengan sendirinya.


Ting…


Sebuah pemberitahuan terlihat dari akun media sosial Leman di mana mereka tengah satu mobil dengan Leman sebagai pengemudi lalu Iklima duduk di samping suaminya.


“Apa kalian sudah berbahagia? Kenapa baru sekarang? Kenapa kamu membiarkan Bang Leman memilihku jika kamu bisa berbuat ini jauh-jauh hari sebelum Bang Leman berpaling padaku? Kenapa baru sekarang kamu tunjukkan rasa cintamu, Kak Iklima? Apakah kamu sengaja menarik ulur hubungan kalian untuk menyakitiku? Apakah ini tandanya kalau aku harus mundur?”


 


***

__ADS_1


Haruskah Rosita mundur???


__ADS_2