
Aku, alfian, dan eman menuju sebuah bukit yang terkenal, pintu alam neraka. Bukit itu sangat lembab dan berbau busuk, tak ada binatang yang hidup di bukit tersebut.
"Ini serius? Tempat nya angker banget " aku ketakutan. Eman pun menguatkan ku "memang tempat nya seperti ini, jangan takut."
__ADS_1
Aku pun mengangguk, berjalan mendaki batu batuan. Alfian pun berhenti secara mendadak, hingga aku tak sengaja menabrak alfian. "Auch, maaf gue gak sengaja. Lo ngapain berenti si" alfian menunjuk ke arah depan. Aku dan eman melihat ke depan dan akhir nya pintu untuk masuk ke alam neraka ada di depan mata. Tak di sangka tempat nya berada di sebuah pohon tua, yang banyak sesajen. "Oke.... Sekarang kita harus mendorong pohon ini. Agar pintu nya terbuka. ". Aku pun kaget. "What. Dorong pohon ini. Ini gede banget alfian. " alfian pun tersenyum. "Iya memang besar pohon ini dan usia pohon nya juga sangat tua. Tapi cara untuk membuka pintu dengan mendorong nya. "Aku, eman, dan alfian mendorong pohon tua yang sangat besar. Hingga "kriiett". Aku, eman, dan alfian pun terjatuh. Mata kita saling menjelajah tempat yang tidak asing. Ternyata ini adalah alam neraka, jerit tangis menjadi lantunan bunyi yang menggema di telinga. Aku, alfian dan eman saling berpegangan agar tidak terpisah. Kita menjelajah tak tahu arah. Berjalan dengan cahaya yang sangat minim.
Seketika.
__ADS_1
Betapa sangat mengerikan nya penyiksaan atas semuah dosa yang pernah kita buat, setiap sisi adalah penyiksaan. namun ketika mereka di siksa bekas siksaan yang mereka dapat akan kembali sembuh dan terus berulang sampai dosa mereka habis. Aku, alfian, dan eman melihat setiap sisi siksaan yang berbeda beda, siksa bagi orang yang ghibah mulutnya akan di robek robek, siksa bagi orang yang korupsi maka perutnya akan terbakar oleh api yang bergejolak isi perut nya hancur karena kerikil yang sangat panas, otak mereka yang selalu berfikir tidak baik, kepalanya di congkel hingga otak nya keluar kemudian di rebus oleh air yang sangat mendidih, mata yang melihat sesuatu yang tidak baik akan di congkel kedua matanya dan mata nya di hancurkan. Begitu pedih dan sadis nya siksa atas dosa yang kita buat.
Aku, eman, dan alfian berlari mencari jalan keluar namun ketika masuk maka tak ada jalan keluar untuk kabur. "Kita harus gimana? Gue mau keluar sekarang gue takut banget. Pliss tolongggggg gue gak mau di sini, walau gue bakal menghadapi siksaan ini nanti, tapi saat ini gue gak mau.. " aku pun menangis dengan histeris, eman menenangkan ku .
__ADS_1
Aku, eman, dan alfian pikiran kita di selimuti ketakutan dan kekacauan yang luar biasa.