Buku mistis terkutuk

Buku mistis terkutuk
Pulang


__ADS_3

Ketakutan yang sangat mendalam. Aku, alfian dan eman. Kami tidak bisa apa apa. Hanya pasrah. Namun seketika reifa menarik tangan aku, dan membuat alfian, dan eman terkejut. Reifa membawaku ke suatu tempat. Aku, alfian, dan eman terus berjalan, Hingga kami sampai di depan pintu gerbang. Aku alfian, dan eman pun bergegas keluar, namun reifa melepaskan genggaman ku "maaf aku tidak bisa ikut bersama kalian, tempat aku di sini. Kalian balik lah ke dunia nyata. Terimakasih sudah mencari ku." seketika reifa di tarik dengan kasar oleh iblis. Aku, eman, dan alfian melihat di balik gerbang. Reina di siksa, tangan kaki nya di putus, kepalanya di penggal tubuh nya di bakar dengan lahar yang sangat panas.


Aku, eman, dan alfian tak bisa melihat lebih lama. Kita pun langsung menuju jalan keluar dari dunia ini. "Gila, apa yang gue liat itu sadis semuah. Manusia membuat dosa dengan mudah namun membalas dosa dengan sangat kepedihan. Gak bisa ngebayangin gue kalau gue di situ ", alfian berkata dengan panik "Semuah manusia pasti mempunyai dosa. Jadi pasti kita semuah merasakan siksaan itu.".


Eman pun hanya diam. Aku melanjutkan jalan ke arah pintu keluar alam neraka ini. Seketika kabut tebal melahap kita. "kita di mana?" alfian melihat sekeliling. Eman tersenyum "kita udh kembali." aku pun tercengang mendengarnya "masa si?" eman menjelaskan "pintu keluar dari alam neraka melewati kabut yang sangat tebal, kabut tebal itu yang menandai alam nyata , dan alam neraka." aku dan alfian pun tersenyum lega. "Kita pulang.Akhir nya gue bisa istirahat "alfian berkata dengan senang. Aku dan eman bergegas keluar dari bukit dan segera pulang.

__ADS_1


Perjalanan kita lancar sampai aku tiba di rumah ku. Aku beristirahat sejenak, huuufttt ( menghela nafas) akhir nya selesai. Aku memandang langit malam, dengan mata sendu dan bibir bergumam. "dreeet dreeett." Aku pun melihat ponsel ku. Kontak masuk dari eman, aku mengangkatnya.


"Halo. Ada apa? "(Eman berbicara) "aku harap kamu lagi memandang langit malam ini. Karena ada satu bintang yang sangat terang Malam ini. " (aku pun tersenyum) "aku kebetulan lagi memandang langit, ohh ya? Tapi di sini bintang nya tertutup awan." (Eman menjawab ku dengan grogi) "ehmmm. W-walau kamu tidak bisa melihat bintang cerah itu, coba kamu lihat di hati mu. Berapa banyak bintang bersinar di hati mu." (Seketika aku pun tersenyum senang. Alunan detak jantung ku tak karuan.) "nis. Besok ada yang ingin aku bicarakan. Jadi besok aku tunggu di lapangan. " "Oke.... Sampai bertemu besok. " "iya". Aku meloncat girang, aku senang.aku beranjak dari jendela untuk segera tidur, namun tak bisa.


Pagi hari. Aku berjalan menuju sekolah. hingga di depan gerbang aku melihat seorang, aku terdiam. Ia adalah eman. aku berjalan menghampiri nya.

__ADS_1


"Pagi nis" dengan senyuman eman menyapa ku. Aku membalas dengan gugup "hy". Aku dan eman pun canggung. Kita berjalan ke kelas.


Hingga, Sesuatu yang tak di ingin kan pun terjadi.


Kebingungan menyelimuti, banyak pertanyaan yang terlintas di otak. Kapan ini berakhir.

__ADS_1


__ADS_2