
Panassss, remukkkk . aahhhhhhggggrrrrrhhhhh.
Irwan pun tersadar Dari pingsan, Mencoba menahan rasa sakit yang mengerogoti tubuh nya, Namun sosok putih datang menghampiri, dan menyelimuti irwan. Seketika rasa sakit pun tak Terasa, (irwan pun berkata dengan rilih) "kamu siapa?. di mana aku, apa yang terjadi? " Sosok putih itu pun berkata dengan suara yang khas "irwan lo harus kuat, jangan menyerah, selamatkan tri, eman, yunita, nisa, Dan fajar. Kematian mereka semakin mendekat, Aku hanya bisa memberi mu langkah menuju buku terkutuk." irwan yang sedari tadi menebak nebak akhir nya mengatakan "nabila, lo nabila kan, Kenapa lo seperti ini??" (nabila yang mendengar itu menjawab dengan perlahan)
"aku sudah mati. Kau harus memakan makanan para iblis yaitu daging manusia, Itu akan membuat mu menjadi seperti dia. setelah itu kamu harus ke puncak gunung, Namun di perjalan akan sangat berbahaya karena ada sosok haus darah sekali terhisap kau tak bisa pulang.kau harus mengatakan
(SAYA SEJENIS OLEH MU)
Kata Itu akan melindungimu.Setelah kau sampai puncak kau buka gerbang nya, Dan kau akan bertemu teman mu. Jika sudah bertemu mereka, lewat lah jalan di Arah timur, itu akan menuntun mu ke buku itu. "
__ADS_1
Dengan seksama irwan pun melaksanakannya. "Makasih nabila,lo malaikat penolong kami" irwan pun langsung bergegas pergi..
Tengah malam pun tiba, iblis itu mengetahui kalau kami di sini. Dengan keganasan nya, Aku, fajar, tri, eman, Dan yunita berteriak menahan pedih nya tersayat kuku iblis itu.
Kami pun berusaha untuk lepas Dari genggaman iblis ini, namun tak bisa,berapa menit kami di siksa oleh iblis itu, pedih nya goresan dalam di kulit membuat kami putus Asa, namun eman pun mengakalinya dengan cerdas. eman menjebak iblis itu Dan mendorong iblis itu hingga kepala iblis itu mengenai dinding goa. Terlepas lah eman Dari jeratan iblis.
Langkah demi langkah irwan capai hingga terdapat setumpuk bangkai manusia,
Bau yang sangat menusuk hidung membuat irwan sakit kepala.
__ADS_1
Langkah pertama. Memakan bangkai manusia agar terlihat seperti iblis Dan memudahkan irwan untuk mencapai bukit.
Irwan pun segera mengumpulkan tekat, namun tak bisa. "Ahhhhh ayo lah. Masa harus makan bangke, jiji banget gue.demi teman teman gue, Gue harus bisa memakan nya" (segigit daging bangkai irwan makan, betapa menjijikan nya rasa yang tercipta Dari bangkai.) "Demi teman teman yang menunggu gue di sana". Akhir nya irwan pun menghabiskan 1 tangan manusia. Namun tak lama irwan berhadapan dengan iblis itu Dan mengabaikan irwan yang sedang menatapnya. "Ternyata berhasill. Akhir nya gak sia sia gue makan bangke." girang irwan sambil berjalan ke Arah atas gunung.
Tertatih tatih kami berjalan, hanya pohon lah menjadi saksi perjuangan mempertahankan hidup.. Panas nya siang hari menyengat tubuh ini..
Satu ide cermelang terlantur Dari pikiran eman. "Bagaimana kalau kita bagi menjadi 2 kelompok. Tim 1 nisa, fajar, yunita (mencari tempat berlindung) tim 2 tri, eman, ( penghapus jejak) .Kita harus bergegas"
Tegas eman. dengan masukan nya. Kami pun bekerja sama. Hingga terasa langit pun meredup, Dan kami pun selesai.Tempat perlindungan di atas pohon yang tinggi.. Kami pun aman. Hingga malam tiba.. Persenjataan kami pun lengkap, Dan kami siap untuk melawan iblis.
__ADS_1