
Aku, irwan, anwar,dan riko menuju ke rumah, di setiap perjalanan pulang di hiasi canda tawa. 2hari kami berjalan dan sampai lah di rumah riko. Di dalam rumah pelukan hangat menyambut riko. Karina istri riko tersenyum. Hidup menjadi aman,dan damai. Riko bersemangat untuk memberi tahu tentang pengalaman nya kepada anak dan istri nya.
Anak,dan istri nya mendengarkan kisah petualangan pemburuan makhluk ciptaan nya. Aku, irwan,dan anwar bersiap untuk besok, perjalanan kita belum selesai. Masih sangat jauh. Riko tersenyum, dan menghampiri aku, irwan,dan anwar. Seketika riko memberi sesuatu. Itu adalah kalung.
"Saya membuat kalung ini dengan usaha saya, ini bukan kalung biasa. Ini akan melindungi jiwa dan raga mu dari kejahatan.
Aku pun tersentuh,dan tersenyum "terimakasih, aku menerimanya" irwan,dan anwar menatap riko. Riko tersenyum..
Malam ini... Aku, irwan, anwar, karina, putri dan riko tertidur dengan pulas. Hingga fajar menerpa.
Aku, irwan dan anwar berpamitan, kepada riko, karina,dan putrinya. Langkah ini adalah lanjutan untuk menuju gunung berapi.
Berjalan sekitar 6 jam lelah yang menjajah tubuh kami, Namun kami tidak akan menyerah. Kita harus bergegas untuk memusnahkan makhluk serigala berbalut kabut..
Hingga sore berganti malam. Suasana di malam hari sangat sunyi,dan sepi. Aku, irwan, dan anwar terus berjalan. Seketika tetes demi tetes air dari langit menerpa kulit ku dan berselang beberapa menit , hujan turun dengan deras. Terpaksa kami mencari tempat untuk berteduh. Dengan cepat kita mencari dan , kita menemukan gua.
__ADS_1
aku, irwan dan anwar segera masuk kedalam gua. Anwar membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh, aku mengumpulkan air hujan untuk kita minum. Hujan sangat deras di campur dengan petir.
Aku, irwan,dan anwar makan, setelah itu kita beristirahat. Sampai fajar membangunkan aku, irwan,dan anwar.. Hujan telah berhenti, dan segera kita melanjutkan perjalanan.
Pemandangan yang menyajikan hutan tak ada yang lain pagi ini perjalanan kita di hiasi dengan kicauan burung, hingga tak terasa aku, irwan,dan anwar sudah berjalan 40km.
dan pagi pun dengan cepat berubah menjadi malam kembali. Namun aku, irwan dan anwar tidak beristirahat. Kita terus berjalan hingga aku terjatuh "bruggghss" irwan menghampiri ku dengan khawatir "kita istirahat di sini, nisa udh gak bisa lagi berjalan..
" anwar pun pergi meninggalkan aku,dan irwan.anwar mencari ranting dan dahan pohon untuk membangun tempat berlindung. Aku pingsan karena kelelahan. Berselang beberapa menit anwar datang dengan dahan pohon,dan ranting untuk membuat rumah. Irwan,dan anwar bersama membuat rumah, berselang 25 menit rumah telah jadi. Irwan menaruhku di dalam rumah, anwar segera membuat api unggun dan berbicara kepada irwan. "Kita harus mencari makan. "Irwan pun mengangguk "gue percayakan nisa kepada lo. Jangan pernah tinggalin nisa" anwar pun mengangguk, irwan segera mengambil beberapa dahan pohon dan ranting. Untuk membuat tombak, dan jebakan.
ternyata burung itu berada di atas dahan pohon. Burung yang berukuran sedang, irwan segera menghampiri burung itu. Dengan perlahan irwan mendekat, membidik dan "brughhht" tombak irwan mengenai burung itu. Segera irwan menghampiri burung itu dan burung itu mati. Akh sangat senang. Dan kembali untuk berburu ikan. Ketika hari sudah menjelang gelap. Irwan segera bersiap untuk pulang. Dengan tangkapan Menggunakan tombak tidak terlalu banyak. Irwan segera menghampiri tempat jebakan yang di pasang. Ternyata, betapa terkejutnya irwan melihat hasil tangkapannya.
Banyak sekali ikan yang terperangkap di jebakan ini. Irwan pulang dengan senang karena buruan nya sangat banyak.
Sampai di rumah irwan mendapati anwar yang sedang mengecek keadaan nisa. Irwan segera menghampiri nisa,dan menyadarkan nisa. Namun nisa tak sadarkan diri. Irwan bertanya dengan panik " ada apa sama nisa, apa yang terjadi. " anwar menenangkan irwan dan menjelaskan " tenang dulu. Gue akan jelaskan. Jadi, gue memanggil nisa untuk minum air, terus pas gue panggil tak ada respon, segera gue ngecek keadaan nisa. Dan ternyata nisa tak sadarkan diri nisa demam.
__ADS_1
irwan pun segera menghangatkan ku, dan memelukku dengan erat. Anwar segera memasak makanan dari hasil kerja keras irwan. Irwan sangat panik berulang kali irwan mengatakan hal yang sama " bangun nis.. Bangun sayang. Kamu kenapa seperti ini. Aku gak bisa hidup tampa mu" Berulang kali irwan mengucapkan. Sampai makanan siap untuk di makan, anwar menawarkan irwan untuk makan, namun irwan tidak mau.
Anwar menasehati irwan. "Jangan begini bro. kalau lo begini ntr yang ada lo sakit. Emng nisa gak sedih liat lo ikut sakit, makan lah gue tau lo sayang nisa, tapi gak begini. Jangan siksa diri lo." irwan pun berfikir sejenak dan "iya gue makan " anwar segera mengambilkan lauk.
Ketika irwan dan anwar sudah makan. Ngantuk menerjang semuah nya. Irwan, dan anwar terlelap dalam tidur. tengah malam aku tersadar. Irwan merasakan gerak di tubuh ku. Segera irwan bangun dan menanyakan kabar ku. Aku tersenyum melihat irwan. "Aku baik baik saja. Sekarang aku sangat haus,dan lapar."irwan segera mengambil air,dan makanan. Anwar bangun dan melihat aku tersadar "sudah sadar?... Tidur nya nyenyak banget" aku pun tersenyum kepada anwar.
Aku makan,dan minum setelah itu aku berbicara kepada irwan dan anwar "kita besok harus meneruskan perjalanan." anwar menggeleng pelan " tidak bisa. Tunggu kamu sembuh" irwan menghampiri ku. Dan berkata kepadaku "aku gak mau kamu kenapa napa., aku sangat khawatir, aku tak ingin kamu seperti ini lagi" irwan,dan anwar membuat ku berfikir. "Aku harus sembuh dulu." irwan pun tersenyum dan menyuruh nisa untuk beristirahat, aku segera beristirahat.
Pagi pun tiba.. Aku melihat banyak sekali kupu kupu, dan suara kicau. Irwan,dan anwar melakukan aktifitas nya. Irwan memburu, anwar mempersiapkan alat nya. Aku bertanya kepada anwar " apa irwan yang memburu, sendirian? " anwar mengangguk. Aku terkesan dengan irwan..aku beristirahat total, agar besok bisa melanjutkan perjalan menuju gunung berapi. Irwan pulang dengan ikan yang banyak. Irwan menghampiri ku,dan memeluk ku " bagaimana dengan mu, udah mendingan? " aku mengangguk. "Aku sudah mendingan, kita harus melanjutkan perjalanan. Aku merindukan anak anak. " irwan pun berkata. "Iya kita besok akan melanjukan perjalanan".
anwar selesai memasak,dan menawarkan aku, dan irwan untuk makan "hey makanan sudah siap". Aku,dan irwan menyantap makanan dengan penuh penghayatan. Ketika kenyang. Aku,irwan,dan anwar segera masuk ke dalam rumah,dan beristirahat. Hingga malam berganti pagi.
Aku , irwan dan anwar segera bergegas untuk pergi. Perjalanan di mulai kembali. Untuk saat ini aku masih baik baik saja. Bermil kita jalan. Hingga akhir nya sampai. " irwan, anwar,dan aku melihat gunung berapi. "Tinggi dan terjal" kita mulai memanjat. semakin tinggi beban dan terjal semakin berbahaya. Dengan perlahan kita mendaki hingga akhir nya Kita sampai di atas gunung berapi.
anwar segera melemparkan peti itu.
__ADS_1
Dengan sangat bangga akhir nya aku, irwan,dan anwar terbebas dari kejahatan apapun. Setelah membuang peti itu di lahar gunung berapi, Aku irwan,dan anwar segera pergi, dan akhir nya,Kita pulang.perjalanan yang sangat panjang Dan penuh perjuangan. aku sudah tidak Sabar untuk bertemu dengan anak anak. Namun apakah anak anak akan baik baik saja di tinggal pergi oleh aku, Dan irwan?...