Buku mistis terkutuk

Buku mistis terkutuk
Rencana


__ADS_3

Aku dan eman pun menjenguk irwan di rumah sakit. tri tidak ikut pergi melaikan tri mencari buku terkutuk untuk merubah takdir. Namun, Setelah tri mencari buku itu pun tak ada. tri pun mulai putus asa hingga fajar menepuk pundak tri dan berkata menenangkan nya "tenang semuah akan baik baik saja, aku akan bantu kamu untuk mencari nya, jangan mudah menyerah, ada aku di samping kamu untuk slalu menjadi tiang penguat kamu" tri yang mendengar pun langsung memeluk fajar dan mulai mencari buku itu bersama...


Beralih ke rumah sakit.

__ADS_1


Kami pun melihat kondisi irwan dengan miris. (Yunita pun sangat khawatir) "kenapa harus irwan yang mengalami semuah ini.." aku yang mendengar itu pun memeluk yunita menenangkan nya. Hingga eman pun mengambil keputusan "pasti makhluk iblis itu menghantui irwan lagi atau pun nanti nya bisa jadi kita menjadi sasaran lebih lanjut. Bagaimana kalau kita sama sama melindungi diri, Untuk hari ini biar saya dan nisa yang menjaga irwan, besok yunita dan tri, besok nya lagi fajar dan saya. Bagaimana? Apa setuju.Kami yang mendengar penjelasan dari eman pun menyetujui, Dan melaksanakan nya.


Hingga sesuatu yang tak di ingin kan pun terjadi, Irwan tiba tiba sadar hingga aku dan eman pun terkejut. Irwan mengeluarkan suara yang sangat seram geraman yang mengerikan, hingga aku tak bisa berbicara apa apa. Namun, Eman pun menggenggam tangan ku dan mengatakan kepada aku "jangan takut.. Aku slalu ada di samping kamu"(kata yang keluar dari mulut nya pun memberiku kekuatan untuk tetap stay di ruang rawat inap irwan). Namun seketika aku pun di cekik irwan dan tampa sengaja menatap mata nya dengan sangat merah, Seperti api yang membara. Eman yang melihat itu pun langsung memukul irwan namun tindakan itu malah memperkeruk keadaan. Hingga eman terus memukul nya hingga pukulan nya mengenai kepala, Dan seketika irwan pun tak sadarkan diri. Aku dan eman menyadari kelemahan makhluk itu bagian kepala. (eman beralih kepada ku menatapku dengan cemas) "kamu gak apa apa. Luka di leher mu bekas cakaran iblis itu yang masuk ketubuh irwan membekas, Lebih baik cepat obati nanti infeksi " (aku yang mendengar itu menjawab nya dengan rintih) "aku gpp. Lebih baik kamu menolong irwan dulu." eman yang mendengar itu langsung menolong irwan menidurkan irwan di kasur dan memanggil dokter untuk mengecek keadaanNya. Namun dokter membawa kabar buruk, keadaan irwan semakin menurun.aku dan eman pun mendengar nya dengan lemas.

__ADS_1


Kami semuah sudah berkumpul di kamar rawat inap bersama irwan, Kami berfikir dengan matang. tri pun menjelaskan kejanggalan ini dengan detail "kunci dari semuah masalah ini adalah buku dan mantra. Bagai air laut tanpa kandungan garam di dalam nya, HAMPA. Sudah kita cari namun buku itu tak ada, tapi. '" di sela tri menjelaskan fajar pun membuka suara "gue merasakan keganjalan di ruangan itu. Sempat gue seperti tertabrak dinding namun tak kasat mata. Dan gue yakin di situ adalah titik terang buat kita. Tapi gue yakin juga, kita bakal kenapa napa pas menembus dinding itu." Tri pun melanjutkan kembali "gue merasakan hawa nya sangat mencekam..gue saranin lebih baik jangan masuk. Belum tembus tembok aja hawa nya sesak dan menakutkan. Apa lagi di dalam sana."(kecemasan yang luar biasa). Aku, dan yunita pun hanya terdiam.


Eman menyimpulkan semuah informasi yang di dapat oleh tri dan fajar "lebih baik untuk saat ini kita tunggu irwan sadar dan pulih, selagi kita menunggu keadaan irwan pulih lebih baik kita berwaspada. Kalau ada iblis itu , pukul di bagian kepala. Karena di bagian kepala ,menjadi kelemahan dari iblis sialan itu. "(penjelasan eman dengan nada kesal). Setelah kami mengerti dengan penjelasan eman, kami menjalankan nya untuk bertahan hidup.

__ADS_1


kami berbeda tak seperti orang lain, kami di bilang orang stress, gila namun tak kami gubrish. Karena tujuan kami hanya untuk bertahan hidup dan tak ingin mati di tangan iblis.


__ADS_2